alexametrics

Supervisi Akademik Berbasis CLBK, Guru Bahagia Siswa Berprestasi

Oleh : Yahya Kristanto, M.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Muara dari penyelenggaraan pendidikan di sekolah adalah proses pembelajaran. Pembelajaran yang bermutu dihasilkan oleh guru yang bermutu juga. Guru memiliki peran yang strategis dalam menggali dan menumbuhkembangkan kemampuan peserta didik pada abad 21 ini. Ada istilah jika guru diam, maka peserta didik akan berjalan, jika guru berjalan, peserta didik akan berlari. Jika guru berlari maka peserta didik sudah sprint. Ini menggambarkan, guru memiliki kontribusi yang besar terhadap titik awal perubahan peserta didik. Sehingga guru yang profesional sangat menentukan keberhasilan peserta didik dalam mengenal dan memaksimalkan potensi yang dimilikinya secara holistik.

Kepala sekolah memiliki peran dan tanggung jawab dalam pelaksanaan supervisi di sekolah. Supervisi akademik merupakan serangkaian kegiatan membantu guru mengembangkan kemampuannya dalam mengelola proses pembelajaran sehingga dapat meningkatkan kompetensi paedagogik dan profesional, yang muaranya kepada peningkatan mutu lulusan peserta didik (Glickman dalam Pambudi & Gunawan, 2020).
Kenyataan di lapangan, supervisi tidak lebih sebagai kegiatan formalitas untuk pemenuhan administrasi. Bahkan kadang memberikan kesan tidak nyaman pada guru. Sebagaimana yang terjadi di SMP Kristen 2 Eben Haezer Salatiga supervisi cenderung monoton, tidak efektif baik sebagai kontrol kualitas maupun dalam rangka meningkatkan capaian prestasi peserta didik.

Baca juga:  Tingkatkan Kemampuan Guru melalui Supervisi Akademik

Menyikapi kondisi tersebut perlu solusi dan inovasi yang dapat mengatasi kesenjangan antara kondisi nyata dan kondisi ideal. Solusi yang ditawarkan adalah supervisi akademik berbasis CLBK (Contoh, Latihan, Bimbingan, Kerja mandiri) yaitu metode inovasi supervisi akademik yang melibatkan seluruh elemen yaitu diri sendiri, peserta didik, dan supervisor. Supervisi akademik berbasis CLBK memiliki ciri khusus. Ciri-ciri CLBK adalah pertama, data nilai berasal dari assessment oleh peserta didik, self assessment, assessment supervisor dan wawancara. Kedua, penunjukan supervisor tidak berdasar senioritas tetapi hasil supervisi terbaik sebelumnya. Ketiga, kategori nilai hasil supervisi CLBK hanya tiga yakni; Guru Istimewa, Guru Hebat dan Guru Baik. Predikat Guru Istimewa, Guru Hebat dan Guru Baik, penting karena dapat mempengaruhi psikis guru. Sedangkan kategori yang sudah lazim; sangat baik, baik, cukup, kurang dan sangat kurang, akan menjadi beban psikologis tersendiri bagi guru terutama bagi guru yang memiliki kategori tiga terakhir. Supervisi model lama tidak membuat nyaman kinerja guru.

Baca juga:  Lentera Pol untuk Menumbuhkan Disiplin dan Budaya Literasi Membaca Siswa

Menurut hasil penilaian supervisor dari 19 guru yang mengikuti supervisi didapatkan tiga orang berpredikat Guru Baik, sembilan orang berpredikat Guru Hebat dan tujuh orang Guru Istimewa. Rencana tidak lanjut hasil supervisi dituangkan dalam bentuk program yang terdiri dari layanan bimbingan, pemodelan, in house training dan pemberian penghargaan.

Dapat disimpulkan, kegiatan supervisi akademik berbasis CLBK dapat meningkatkan kompetensi pedagogik guru di SMP Kristen 2 Eben Haezer Salatiga dan terbukti memiliki dampak terhadap peningkatan prestasi akademik peserta didik.

Komponen kompetensi guru mengalami peningkatan dan menunjukkan hasil ke arah yang positif. Mulai dari membuat dan menggunakan RPP inovatif, pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, mengintegrasikan kecakapan abad 21 dengan 4C (Communication, Colaboration, Critical Thinking, Creativity) dalam pembelajaran, mengintegrasikan pembelajaran HOTS (High Order Thinking Skill), mengintegrasikan Profil Pelajar Pancasila dalam pembelajaran, mendesain pembelajaran yang sederhana, menyenangkan dan bermakna sudah mengalami perubahan ke arah postif (meningkat), meskipun belum sempurna.

Baca juga:  Run to Board Bikin Pembelajaran Degrees of Comparison Lebih Mudah

Pada sembilan komponen ada peningkatan kompetensi guru sebesar 40,33%, dari penguasaan kompetensi guru sebelum diberikan supervisi berbasis CLBK 40% setelah diberikan pendampingan supervisi berbasis CLBK kompetensi guru meningkat menjadi 80,33%.

Sedangkan prestasi akademik siswa kelas VII mengalami peningkatan 6,63 dan kelas VIII mengalami peningkatan 8,04. Penelitian yang sama dilakukan (Purnamaraya, 2019) menyimpulkan pelaksanaan supervisi akademik dalam proses pembelajaran di kelas dapat meningkatkan kompetensi guru kelas dalam melaksanakan pembelajaran.

Kegiatan supervisi akademik berbasis CLBK dapat meningkatkan kompetensi pedagogik guru di SMP Kristen 2 Eben Haezer dan peningkatan prestasi akademik peserta didik. Supervisi akademik berbasis CLBK dapat menjadi rujukan untuk digunakan pada supervisi akademik berikutnya. Supervisi ini bisa dikembangkan secara online misal dibuat aplikasi berbasis android. Sehingga ke depan memudahkan untuk penggunaannya. (igi1/lis)

Kepala SMP Kristen 2 Eben Haezer Salatiga

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya