alexametrics

MMP Solusi Tepat Membelajarkan Huruf Hijaiyah

Oleh: Maslakah,S.Pd.I

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PEMBELAJARAN huruf hijaiyah pada siswa kelas rendah terutama kelas 1 SD memang banyak yang mengalami kesulitan. Selain itu hasilnya pun kurang memuaskan. Hal ini dikarenakan usia mereka yang masih dini serta belum terbiasa menulis huruf hijaiyah. Alokasi waktu pembelajaran PAIBP di sekolah yang hanya empat jam per minggu juga menjadi pemicu kurang berhasilnya pembelajaran huruf hijaiyah di kelas bawah.

Untuk mengatasi kondisi tersebut maka diperlukan adanya metode yang tepat untuk mengajarkan huruf hijaiyah khususnya di kelas bawah sehingga pembelajaran dapat maksimal. Penulis sebagai seorang pengajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAIBP) di SD Negeri Pecalungan 02 dalam penelitiannya menemukan bahwa metode Menulis dan Membaca Permulaan (MMP) merupakan solusi tepat untuk mengatasi masalah tersebut.

Siswa kelas rendah dalam hal menulis memerlukan ketelatenan dalam pembelajarannya. Mulai dari cara memegang pensil sampai dengan menggoreskan pensil pada buku perlu mendapatkan perhatian. Melalui metode MMP inilah seorang guru dituntut untuk lebih jeli dan teliti dalam membimbing siswa mengenai cara memegang sampai menggoreskan pensil pada buku. Menurut Solchan T.W,dkk (2010) MMP merupakan program pembelajaran yang diorientasikan pada kemampuan membaca dan menulis di kelas-kelas awal pada saat anak memasuki bangku persekolahan. Metode ini disebut permulaan karena anak memulai peralihan dari masa bermain di TK atau dari lingkungan keluarga ke dunia sekolah.

Baca juga:  Ketagihan Belajar PAIBP sambil Bermain Kartu Tempel

Metode MMP merupakan metode pembelajaran yang utama bagi siswa kelas 1 SD dimana siswa baru diperkenalkan dengan lambang tulisan yang biasa digunakan untuk berkomunikasi. Tidak hanya lambang tulisan latin saja tetapi juga untuk lambang tulisan arab yaitu huruf hijaiyah.

Dalam pembelajaran menulis huruf hijaiyah dengan metode MMP, selain membimbing cara memegang pensil dan menggoreskannya pada buku guru juga memberikan stimulus berupa garis putus-putus atau titik-titik yang membentuk pola huruf tertentu pada kertas kemudian siswa menebalkan dengan pensil. Kemudian guru memberikan contoh pada papan tulis dan siswa menyalin pada buku.
Pembelajaran metode MMP fokus membaca di kelas bawah dimulai dengan pengenalan huruf hijaiyah tanpa harakat dilanjutkan membaca huruf hijaiyah berharakat fathah, kasrah dan dhumah dengan mengeja. Sesuai dengan perkembangan kognitifnya bahwa siswa kelas satu SD masih dalam tahap perkembangan operasional konkret. Sehingga perlu adanya stimulus berupa gambar huruf hijaiyah dan akan lebih mengena apabila pengejaannya menggunakan nyanyian karena dalam tahapan perkembangannya mereka menyukai nyanyian dan permainan.

Baca juga:  Belajar Perkalian Asyik selama Daring dengan Mencongak

Pada tahap refleksi, penulis mendiskusikan hasil praktiknya bersama dengan teman sejawat yang menjadi observer ternyata penggunaan metode MMP mampu meningkatkan hasil pembelajaran siswa pada materi membaca dan menulis huruf hijaiyah di kelas 1 SDN Pecalungan 02. Hal ini terlihat dari siswa yang menjadi tertarik untuk membaca dan menulis huruf hijaiyah dengan bentuk tulisannya yang sudah baik.

Metode MMP untuk pembelajaran KD membaca dan menulis huruf hijaiyah di kelas bawah dapat mengubah pembelajaran yang sulit dan membosankan menjadi menarik dan tidak membosankan sehingga pembelajaran menjadi bermakna. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa metode yang baik dapat memberikan dampak positif pada proses dan hasil pembelajaran siswa. (wa1/zal)

Baca juga:  Meningkatkan Kemampuan Membaca Pemahaman melalui Metode SQ3R

Guru SDN Pecalungan 02, Batang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya