alexametrics

Program Adiwiyata Tingkatkan Kecerdasan Emosi dan Motivasi Belajar Siswa

Oleh : Jasmani S.Pd M.Si

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Sebagai Sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi Jateng dan menuju Sekolah Adiwiyata Nasional, SMP Negeri 2 Pringapus memiliki beragam konsep. Di antaranya Sekolah Hijau (Green School), Sekolah Sehat, Eco School, dan lainnya. Sekolah Hijau merupakan program pemerintah yang diharapkan mampu memiliki pemahaman, kesadaran, dan mengintegrasikan nilai-nilai lingkungan hidup pada seluruh warga sekolah agar membentuk perilaku dan pola pengelolaan sekolah yang ramah lingkungan untuk menjaga kelestarian lingkungan. Karena itu, dalam prosesnya sikap harus dikembangkan melalui tahap pengetahuan (knowing), pelaksanaan (acting), dan kebiasaan (habit).

Hasil pembelajaran peserta didik SMP Negeri 2 Pringapus memiliki nilai rata-rata di bawah KKM. Akibatnya, guru kerap melakukan pembelajaran remidi untuk mendapatkan hasil nilai minimal sesuai dengan standar ketuntasan minimum. Berdasarkan pengamatan, peserta didik SMP Negeri 2 Pringapus belum memilki kecerdasan emosional yang baik.

Hal tersebut dapat diketahui pada saat berlangsungnya proses belajar mengajar dan kegiatan di luar pembelajaran. Pada saat pembelajaran berlangsung peserta didik belum mampu mengelola emosinya dengan baik, misalnya kurang mampu memotivasi diri sendiri untuk tetap fokus pada pembelajaran, pada saat menemui kesulitan dalam belajar peserta didik cenderung frustasi dan tidak mau mencari solusi, kurang percaya diri ketika menghadapi tantangan yang dirasa sulit. Pada saat guru meminta siswa untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya, sangat jarang siswa yang bersedia secara sukarela. Mereka saling tunjuk untuk menjadi penyaji perwakilan kelompok.

Baca juga:  Variasi Stimulus Tingkatkan Motivasi Belajar Siswa

Hasil observasi awal pada peserta didik kelas VII dapat diketahui bahwa hasil belajarnya pada semester II tahun pelajaran 2019/2020 masih tergolong rendah. Terdapat 70,5 persen peserta didik yang belum tuntas. Berikut adalah data hasil belajar peserta didik pada PTS II tahun pelajaran 2019/2020.

Ketika proses pembelajaran berlangsung sebagian besar peserta didik masih belum terlibat aktif baik fisik maupun mental. Peserta didik menyatakan terkadang mereka merasa jenuh dan malas belajar karena menganggap mata pelajaran di tingkat SMP sangat sulit. Ketika guru yang seharusnya mengajar di kelas berhalangan hadir, kebanyakan peserta didik memilih duduk-duduk di dalam dan di luar kelas sambil memperbincangkan masalah yang tidak ada kaitannya dengan mata pelajaran di sekolah walaupun di kelas telah ada tugas yang harus dikerjakan.

Baca juga:  Penerapan Literasi Pembelajaran IPS Tingkatkan Motivasi Belajar Siswa

Sebagian besar peserta didik saat diberikan tugas atau pekerjaan rumah oleh guru, peserta didik tidak mengerjakannya di rumah tetapi dikerjakan pada waktu di sekolah dengan cara menyontek pekerjaan milik temannya yang sudah mengerjakannya. Bahkan sebagian lainnya tidak mau mengerjakan tugas sama sekali. Hal ini menunjukkan motivasi belajar peserta didik yang rendah.

Agar pembelajaran berlangsung optimal dan memperoleh hasil belajar yang maksimal ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengembangkan kecerdasan emosi dalam pembelajaran (Mulyasa, 2012).

Sedangkan untuk motivasi belajar, menurut Sardiman (2010) motivasi merupakan daya penggerak yang menjadi aktif. Mc Donald dalam Sardiman (2010), motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya perasaan dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan.

Perlu dilakukan langkah-langkah untuk pemecahan masalah dalam menerapkan program Adiwiyata di sekolah yaitu, 1) pengembangan lingkungan sekolah yang mencakup: Penataan dan Pengembangan Lingkungan Sekolah dengan Program Unggulan Adiwiyata Sekolah. 2) Pencapaian standar nasional pendidikan melalui penguatan manajemen lingkungan sekolah dalam bentuk program Adiwiyata sekolah.

Baca juga:  Belajar Materi Energi dengan Problem Solving Wow Keren

Untuk mendukung keberhasilan program Adiwiyata sekolah, mempunyai beberapa sub program yang secara serius dikembangkan, antara lain, 1) peningkatan kompetensi kinerja petugas layanan khusus (tukang kebun dan petugas kebersihan); 2) menyusun langkah-langkah pelaksanaan program Adiwiyata sekolah; 3) melibatkan pihak-pihak terkait, baik dari dalam dan luar sekolah dalam mendukung keberhasilan program Adiwiyata sekolah; dan 4) melakukan evaluasi dampak keberhasilan program Adiwiyata sekolah terhadap ketercapaian 8 Standar minimal pendidikan.

Hasil dari pengimplementasian program Sekolah Adiwiyata dalam penataan lingkungan sekolah ternyata memberikan dampak positif terhadap peningkatan kinerja 8 standar pendidikan. Penyusunan dan pengembangan silabus untuk beberapa mata pelajaran (mapel) tertentu, misalnya materi lingkungan hidup pada mapel Prakarya dan pencangkokan tanaman pada mapel IPA dintegrasikan dengan potensi yang tersedia di taman sekolah.

Pembelajaran menjadi semakin menyenangkan, bahkan untuk evaluasi mapel Seni Budaya dapat dilakukan di taman sekolah dan memanfaatkan view taman. Komitmen pendidik dalam pemanfaatan taman sebagai sumber belajar, mampu meningkatkan kesadaran mereka untuk turut serta menjaga, memelihara, dan merawat taman sekolah. (ump2/ida)

Kepala SMPN 2 Pringapus

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya