alexametrics

Membangun Karakter Anak melalui Tembang Dolanan

Oleh : Endang Setyaningsih, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pendidikan berkarakter adalah proses pemberian tuntunan kepada peserta didik untuk menjadi manusia seutuhnya yang berkarakter dalam dimensi hati, pikir, raga, rasa dan karsa. Pendidikan karakter dapat dimaknai dengan pendidikan nilai, budi pekerti, moral, watak yang bertujuaan untuk memberikan keputusan baik atau buruk, memelihara apa yang baik, dan mewujudkan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari dengan sepenuh hati (Wiyani, 2013: 27-28).

Proses globalisasi secara terus-menerus akan berdampak pada perubahan karakter masyarakat Indonesia. Kurangnya pendidikan berkarakter akan menimbulkan krisis moral yang berakibat pada perilaku negatif di masyarakat misalnya kekerasan terhadap anak, ekploitasi anak, pergaulan bebas dan sebagainya.
Unsur terpenting dalam pembentukan karakter adalah pikiran. Karena dalam pikiran terdapat seluruh progam yang terbentuk dari pengalaman hidupnya. Progam ini kemudian membentuk sistem kepercayaan yang akhirnya dapat menentukan pola berpikir yang mempengaruhi perilakunya.

Baca juga:  Belajar Berbagai Pekerjaan dengan Metode Project Based Learning

Jika progam yang tertanam tersebut sesuai prinsip-prinsip kebenaran universal maka perilakunya berjalan selaras dengan hukum alam. Hasilnya, perilaku tersebut membawa ketenangan dan kebahagiaan. Sebaliknya, jika progam tersebut tidak sesuai prinsip-prinsip hukum universal, perilakunya membawa kerusakan dan menghasilkan penderitaan. Oleh karena itu pikiran harus mendapat perhatian yang serius.

Dalam masyarakat Jawa tembang sudah ada sejak semula. Bahkan sebagian besar warisan budaya nenek moyang (Jawa) dikemas dalam bentuk kidung atau tembang. Salah satu warisan yang dahulu digemari oleh anak-anak (Jawa) adalah tembang dolanan.Tembang dolanan bukan hanya berfungsi sebagai lagu yang biasanya dinyanyikan oleh anak-anak ketika bermain dan bersosialisasi dengan lingkungannya, atau lagu sekadar hiburan. Lebih dari itu tembang dolanan merupakan karya seni yang sangat menarik karena di dalamnya terkandung makna yang tersirat. Berisi pesan-pesan moral yang penting sebagai pembentuk karakter yang baik bagi anak bangsa.

Baca juga:  Kegiatan Membaca Bersama dengan Big Book di Kelas Awal

Rahardjo (dalam Supriadi 2010: 14) mengatakan lagu (tembang) dolanan adalah lagu-lagu yang biasa dinyanyikan anak-anak Jawa dengan gerakan atau tidak. Bahkan diiringi dengan musik dan gerakan, sehingga berkesan menyenangkan.

Sebagai lagu dolanan, pelaksanaannya dilakukan pada sembarang waktu dan tempat ketika anak-anak bermain dengan kelompoknya. Makna tembang dolanan juga disampaikan oleh Danandjaja (2007: 14), yang menyatakan nyanyian rakyat (dalam hal ini tembang dolanan) adalah satu genre atau bentuk foklor lisan yang terdiri atas kata-kata dan lagu yang beredar secara lisan di antara anggota kolektif tertentu, berbentuk tradisional, serta banyak mempunyai variasi termasuk di dalamnya.

Guru dituntut mampu membangkitkan motivasi belajar siswa guna tercapainya tujuan pembelajaran. Dengan motivasi tinggi dan kuat peserta didik akan belajar dengan sungguh-sungguh.

Tembang dolanan merupakan salah satu sarana komunikasi dan sosialisasi anak-anak dan lingkungannya. Melalui tembang dolanan anak-anak dapat bergembira dan bermain serta bersenang-senang ketika mengisi waktu luang. Meskipun sarat dengan pesan moral yang mendidik, tembang dolanan disampaikan dalam bahasa yang sederhana. Sehingga mudah dihafal dan dicerna sesuai tingkat kematangan psikologis atau perkembangan jiwa anak.

Baca juga:  Desain Media Pembelajaran Berbasis Video Daring untuk Keterampilan Berbicara

Pesan atau ajaran-ajaran dan nilai religius serta nilai moral budi pekerti dalam tembang dolanan disampaikan melalui perumpamaan-perumpamaan dan analogi yang dikemas dalam bahasa yang sederhana namun tetap indah (estetis).

Dengan demikian, diharapkan melalui pembelajaran tembang Jawa khususnya tembang dolanan anak-anak dapat tumbuh menjadi manusia yang berbudaya mandiri. Mampu mengaktualisasikan diri dengan potensinya, mengekspresikan pikiran dan perasaannya. Memiliki wawasan yang luas, mampu berpikir kritis, dan berkarakter kuat sehingga peka terhadap masalah sosial bangsanya. (mj/lis)

Guru SDN 3 Tanggel, Kec. Randublatung, Kabupaten Blora

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya