alexametrics

Media Kartu Bilangan “Mobil-mobilan Mobil-mobilanan”

Oleh : Waryanto, S.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran kontekstual yang melibatkan aktivitas, kreativitas dan bersifat efektif serta menyenangkan memang perlu dikenal dan dipahami dengan baik oleh para guru. Untuk itu, saya sebagai berusaha sekuat tenaga dengan sumber daya yang ada agar pembelajaran menjadi menyenangkan dan aktif. Walaupun cara bikin media yang saya sajikan kali ini susah, namun ada kepuasan tersendiri setelah medianya jadi. Apalagi pas dipakai mengajar, media ini berhasil membuat anak begitu antusias dan cepat memahami materi.

Dalam proses mengajar dengan media ini di kelas III, terlebih dahulu saya perkenalkan media yang telah saya buat, kemudian saya jelaskan bagaimana cara menggunakan alat tersebut. Bahan yang dipakai adalah pipa bekas, dan mainan badak. kemudian mencetak tulisan dengan komputer. Bilangan paling tengah pada garis bilangan tersebut adalah angka 0, ke kiri menunjuk angka negatif dan ke kanan angka positif.

Baca juga:  Alat Peraga Dakon Perjelas Konsep Pembelajaran KPK dan FPB

Cara menggunakan alat peraga yang saya namakan “Mobil-mobilan Mobil-mobilanan” ini adalah sebagai berikut: Terlebih dahulu kita membuat kesepakatan dengan murid. Kesepakatan pertama adalah: untuk bilangan yang sebelah kanan dari depan adalah bilangan positif dan sebelah kiri adalah bilangan negatif. Ketika bilangan operasi hitung ada di bilangan positif, maka arah mainan Mobil-mobilan ini menghadap ke bilangan positif. Ketika bilangan operasi hitung ada di bilangan negatif, maka mainan Mobil-mobilan menghadap ke arah bilangan negatif. Kesepakatan kedua: jika operasi hitung penjumlahan maka Mobil-mobilan Mobil-mobilanan ke depan.

Jika operasi hitung pada bilangan bulat pengurangan, maka Mobil-mobilan akan berjalan mundur. Misalnya: 2+3= 5 artinya bilangan ini adalah positif, maka Mobil-mobilan menghadap ke positif, kemudian maju 2 langkah, terus melangkah lagi 3 langkah sehingga berhenti di bilangan 5. Contoh kedua : 3 + (-5) = -2, artinya Mobil-mobilan menghadap ke positif kemudian melangkah 3 langkah. Karena dijumlahkan dengan -5, maka Mobil-mobilan menghadap ke negatif, kemudian melanjutkan langkahnya sebanyak 5 langkah, sehingga Mobil-mobilan berada di bilangan -2. Misalnya lagi: 4+3 = 7 artinya bilangan ini adalah positif, maka Mobil-mobilan menghadap ke positif, kemudian Mobil-mobilan melangkah maju 4 langkah, dari bilangan 4 Mobil-mobilan melangkah lagi 3 langkah sehingga berhenti di bilangan 7.

Baca juga:  Semangat Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

Hari kedua, setelah peserta didik memahami cara menggunakan alat peraga ini, maka guru bagikan tugas per kelompok dengan menggunakan pipet sedotan minuman yang habis dipakai, dan wayang kecil berbentuk anak sekolah dan dalam bentuk lain. Para peserta didik mengerjakan tugas lembar kerjanya di situ dan juga memainkan sendiri masing-masing alat peraganya. Saat semua kelompok telah selesai atau waktu yang ditentukan sudah habis, masing-masing kelompok mempresentasikan hasil karyanya dan kelompok lain memberikan masukan jika ada yang perlu diperbaiki. Selain untuk menanamkan konsep matematika operasi hitung bilangan, alat peraga ini bisa digunakan mata pelajaran lain seperti IPA dengan materi menggolongkan hewan berdasarkan jenis makanannya.

Baca juga:  Pembelajaran Kontekstual Tingkatkan Hasil Belajar Matematika

Untuk kegiatan tersebut, terlebih dahulu dibuatkan soal operasi hitung bilangan bulat positif dan negatif dengan menggunakan Garis Bilangan Mobil-mobilan Mobil-mobilanan, misalnya: Soal: 4+(-6)=-2, maksudnya Mobil-mobilan melangkah maju 4 langkah, karena ditambah -6, Mobil-mobilan Mobil-mobilanan mundur 6 langkah, maka Mobil-mobilan akan berhenti di angka -2. Kalau angka (-2) itu menunjukkan gambar ayam, kita bisa menuliskan di tempat lain ayam termasuk golongan hewan apa dan jenis makanannya apa.

Penggunaan media kartu bilangan ternyata sangat membantu meningkatkan pemahaman siswa tentang penjumlahan bilangan bulat. Namun kelemahan penggunaan media kartu bilangan ini tidak dapat menjangkau bilangan yang jumlahnya banyak. (bat2/ton)

Guru SD Bismo, Kec. Blado, Kab. Batang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya