alexametrics

Penerapan Personal Model pada Permasalahan Keberagaman Masyarakat Indonesia

Oleh: Ning Suhartati, S.H.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, BANGSA Indonesia memiliki keberagaman masyarakat yang disebabkan oleh suku, budaya, agama dan keyakinan, ras dan golongan. Keberagaman dalam masyarakat Indonesia dapat menimbulkan berbagai masalah dalam masyarakat apabila tidak dicegah dan diatasi dengan baik.

Masalah atau konflik yang terjadi dalam masyarakat yang beragam, dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Konflik yang terjadi dapat disebabkan oleh satu faktor atau beberapa faktor yang saling mendukung. Penyebab konflik antara lain sikap etnosentrisme terhadap kelompok sendiri, sikap prasangka atau stereotip terhadap kelompok lain, hubungan antarpemeluk agama yang kura ng harmonis, dan hubungan antara penduduk asli dan pendatang yang kurang harmonis.

Permasalahan Keberagaman Masyarakat terdapat pada KD. 3.4 Menganalisis prinsip persatuan dalam keberagaman suku, agama, ras antar golongan (SARA) dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. dan pada KD. 4.4 Mendukung peran mediator penyelesaian masalah keberagaman SARA dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. Materi tersebut disampaikan di SMPN 5 Pemalang pada siswa kelas IX di semester dua.

Baca juga:  Outdoor Study, Pembelajaran IPS Menyenangkan dan Aman di Masa PTM Terbatas

Mayarakat Indonesia menghendaki cinta demi dan saling toleransi. Tetapi pada kenyataannya sering timbul gesekan antar kelompok, agama atau suku. Salah satu karakteristik keberagaman adalah adanya perbedaan. Perbedaan tersebut dapat menjadi salah satu faktor penyebab masalah, seperti putusnya persahabatan, perkelahian antar kampung, perkelahian antar pelajar dan sebagainya.

Konflik di masyarakat dapat dibedakan berdasarkan jenisnya: Konflik antar suku yaitu pertentangan antar suku yang satu dengan suku yang lain. Perbedaan suku sering menyebabkan perbedaan adat istiadat, budaya, sistem kekerabatan, dan norma sosial dalam masyarakatnya.

Konflik antar agama, yaitu pertentangan antara kelompok yang memiliki keyakinan atau agama berbeda. Konflik ini dapat terjadi antara agama yang satu dengan agama yang lainnya.

Konflik antar ras, yaitu pertententangan antara ras yang satu dengan ras yang lain. Pertentangan ini dapat disebabkan sikap rasialis, yaitu memperlakukan orang berbeda – beda berdasarkan ras, dan Konflik antar golongan, yaitu pertentangan antar kelompok atau golongan dalam masyarakat. Golongan atau kelompok dalam masyarakat dapat dibedakan atas dasar pekerjaan, partai politik, asal daerah dan sebagainya.

Baca juga:  Pembelajaran Interaktif Keberagaman Masyarakat Indonesia melalui Chennel YouTube

Penyebab konflik dalam masyarakat bukan merupakan proses yang terjadi secara tiba – tiba. Ini terjadi melalui proses yang ditandai oleh beberapa gejala dalam masyarakat. Gejala yang menunjukkan adanya konflik sosial dalam masyarakat, antara lain: Tidak adanya persamaan pandangan antar kelompok, Norma – norma sosial tidak berfungsi dengan baik sebagai alat mencapai tujuan, Adanya pertentangan norma– norma dalam masyarakat sehingga menimbulkan kebingungan bagi masyarakat, Sanksi terhadap pelanggar atas norma tidak tegas atau lemah, Tindakan anggota masyarakat sudah tidak lagi sesuai norma yang berlaku. Terjadinya proses disosiatif, yaitu proses mengarah pada persaingan tidak sehat.

Gejala dalam masyarakat yang memiliki potensi menjadi penyebab konflik sosial, diantaranya, gejala menguatnya etnosentrisme kelompok. Suatu kelompok dimana kelompoknya merasa paling baik dan paling benar, stereotip terhadap suatu kelompok, yaitu anggapan yang dimiliki terhadap suatu kelompok yang bersifat tidak baik, Hubungan antar penganut agama yang kurang harmonis, Hubungan antar penduduk asli dan penduduk pendatang yang kurang harmonis.

Baca juga:  Asyiknya Menulis Teks Naratif melalui Media Gambar

Upaya mencegah dan mengatasi masalah akibat keberagaman masyarakat Indonesia dilakukan secara preventif, represif, maupun kuratif. Upaya mengatasi konflik antara lain dengan membangun kerja sama, akomodasi, dan asimilasi.

Pendidikan diartikan sebagai suatu upaya dalam me-manusia-kan manusia muda atau pengangkatan manusia muda ke taraf yang insani. (menurut Driyarkara).

Materi yang disampaikan mudah- mudahan dapat dipahami dengan baik oleh siswa kami dan harapan yang sangat besar adalah sebagai warga negara siswa kami selalu menjaga toleransi dan tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. (ump2/zal)

Guru SMPN 5 Pemalang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya