alexametrics

Pembelajaran Teks Iklan dengan Pendekatan STEM Berbasis Proyek

Oleh: Eny Widiastuti, S.Pd., M.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, TUNTUTAN untuk melatih kecakapan abad 21 yang mencakup Kualitas karakter, Kompetensi, dan Literasi dasar, yang diamanatkan dalam kurikulum 2013 menjadi pertimbangan utama dalam penerapan model STEM dalam pembelajaran. Pada awal tahun 2018 model pembelajaran ini sudah mulai menjadi topik yang gencar dibicarakan di konteks pendidikan formal di Indonesia.

Sebagai pendekatan pembelajaran dan pengembangan yang mengintegrasikan bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika, STEM mengembangkan keterampilan utama yaitu penyelesaian masalah, kreativitas, analisis kritis, kerja tim, pemikiran mandiri, prakarsa, komunikasi, dan literasi digital. STEM merupakan pendekatan interdisipliner yang menggabungkan konsep akademik antara science, technology, engineering, dan mathematics dengan permasalahan yang ada pada dunia nyata. Dalam pengaplikasiannya STEM bertujuan untuk mengembangkan pemikiran, penalaran, kerja tim, investigasi, serta keterampilan kreatif yang dapat digunakan oleh siswa dalam semua bidang yang ada di kehidupan mereka.

Pada praktik pembelajaran abad 21, kita dapat melakukan pembelajaran STEM PJBL yang menggabungkan konsep STEM dalam model pembelajarn PJBL.

Baca juga:  Media Pembelajaran dengan Bahan Alam Daun Pisang

Kali ini, saya akan mensimulasikan penerapan STEM PJBL dalam pembelajran Bahasa Inggris pada materi teks fungsional pendek lamaran pekerjaan/ job application letter, yaitu materi Kelas XII. Langkah pertama dalam pendekatan ini adalah menentukan pertanyaan mendasar/ memeberi stimulus pada siswa melalui beberapa contoh iklan dari media cetak maupun elektronik. Guru meminta siswa memahami susunan, bahasa yang digunakan, dan komponen – komponen lain dalam teks iklan kemudian siswa akan berdiskusi untuk merumuskan pertanyaan – pertanyaan yang akan menjadi permasalahan dalam pembuatan teks iklan. Jika dikaitkan dengan STEM, tahap ini merupakan konsep dari Science (pengetahuan).

Langkah selanjutnya adalah mendesain perencanaan proyek. Pada tahapan ini guru memberikan kebebasan kepada siswa (dalam kelompok) untuk mendesain sebuah perencanaan terkait pelaksanaan proyek mereka, yaitu menyusun Teks lamaran pekerjaan job application letter. Di sini siswa menjalankan prinsip rekayasa (engineering) dalam penyelesaian tugas mereka.

Guru memberikan arahan terkait tugas dan teknologi apa saja yang bisa mereka gunakan dalam penyelesaian tugas. Langkah selanjutnya adalah menyusun jadwal untuk menerapkan kedisiplinan pada siswa. Setelah menyusun jadwal, guru melakukan monitoring kemajuan proyek, apakah sudah berjalan sesuai perencanaan mereka atau belum. Di sini siswa akan belajar mengidentifikasi hambatan yang ditemui dalam menyelesaikan tugas dan kemudian melakukan upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasinya.

Baca juga:  Melatih Siswa Berpikir Komputasional melalui Teknik STD dalam Pembelajaran Teks Prosedur

Langkah kelima dalam STEM PJBL selanjutnya adalah menguji proses dan hasil belajar. Guru menguji (mengevaluasi) proses dan hasil belajar selama siswa melaksanakan proyek dan di akhir proyek. Tahapan terakhir dalam PBJL adlah melakukan evaluasi. Guru dapat membantu siswa untuk melakukan refleksi diri sebagai upaya membiasakan siswa untuk selalu mengevaluasi pembelajaran proyek mereka.

Di akhir pembelajaran, selain guru melakukan penilaian (pengujian proses dan hasil belajar) baik dari aspek sikap, keterampilan dan pengetahuan, guru juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan refleksi dan mengingat kembali hal-hal terkait apa yang telah dapat mereka buat selama menyusun proyek teks iklan, masalah – masalah yang mereka hadapi, dan bagaimana membuat solusinya sehingga mereka dapat menyelesaikan proyek tersebut. Setelah tahapan ini guru dapat memberi kesempatan kepada kelompok yang masih perlu memperbaiki hasil pekerjan mereka, sehingga proyek yang mereka kerjakan menjadi lebih baik atau semakin baik.

Baca juga:  Benda Cagar Budaya, Media Pembelajaran Lokal

Pembelajaran Berbasis Proyek dengan mengintegrasikan STEM akan berdampak bagi penumbuhan keterampilan siswa dalam berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif. Pengintegrasian STEM kedalam pembelajaran akan memfasilitasi siswa untuk selalu berpikir holistik bahwa segala sesuatu di alam semesta saling berkaitan satu sama lain.

Selain itu siswa juga berlatih bekerja dalam tim sehingga keterampilan metakognitif siswa dalam merepon tugas tim dan bagaimana menjalin hubungan interpersonal dengan anggota lain dalam tim akan terbentuk secara tidak sadar. Siswa juga akan dilatih untuk terbiasa menggunakan teknologi baik manual maupun digital untuk menyelesaikan masalah dengan suatru rancangan konsep yang kreatif. Seperti yang diterapkan di SMAN 12 Semarang. (tt2/zal)

Guru SMAN 12 Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya