alexametrics

Metode Inquiry Meningkatkan Hasil Belajar Menelaah Buku Fiksi dan Non Fiksi

Oleh : Siti Sriyati, S.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran bahasa diharapkan membantu siswa mengenal dirinya, budayanya, dan budaya orang lain, mengemukakan gagasan dan perasaan, berpartisipasi dalam masyarakat yang menggunakan bahasa tersebut, dan menemukan serta menggunakan kemampuan analitis dan imaginatif yang ada dalam dirinya. Pembelajaran bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar, baik secara lisan maupun tertulis, serta menumbuhkan apresiasi terhadap hasil karya kesastraan manusia Indonesia.

Hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki peserta didik setelah ia menerima pengalaman belajarnya (Sudjana, 2002 : 22). Hasil belajar terwujud dalam perubahan tingkah laku dari tidak tahu menjadi tahu dan dari tidak mengerti menjadi mengerti. Namun berdasarkan data, bagi sebagian peserta didik banyak yang beranggapan bahwa mata pelajaran bahasa Indonesia adalah pelajaran yang tidak begitu penting dan membosankan. Hal ini terbukti dari data peserta didik yang mencapai nilai di atas KKM baru 50% dari jumlah peserta didik di kelas 8F SMP Negeri 20 Semarang.

Baca juga:  Membuat Desain Grafis Mudah dengan Aplikasi Canva

Rendahnya hasil belajar bahasa Indonesia, disebabkan oleh tidak adanya keseriusan peserta didik yang selalu beranggapan bahwa pelajaran bahasa Indonesia adalah hal yang tidak penting dan mudah untuk dipelajari. Hal ini disebabkan ketidaksesuaian penggunaan model pembelajaran yang digunakan guru dalam mengerjakan suatu materi dalam proses pembelajaran khususnya pada mata pelajaran bahasa Indonesia.

Selain itu, masih ada guru yang menggunakan metode pembelajaran konvensional yaitu metode ceramah. Sehingga proses pembelajaran menjadi monoton. Oleh karena itu, guru dituntut untuk memahami dan menerapkan beragam metode pembelajaran, sehingga peserta didik lebih aktif dalam proses belajar. Salah satu model pembelajaran yang tepat pada pembelajaran bahasa Indonesia yaitu Metode Pembelajaran Inquiry.

Metode inquiry adalah metode yang mampu menggiring peserta didik untuk menyadari apa yang telah didapatkan selama belajar. Inquiry menempatkan peserta didik sebagai subyek belajar yang aktif (Mulyasa , 2003:234). Metode ini berpusat pada kegiatan peserta didik, namun guru tetap memegang peranan penting sebagai pembuat desain pengalaman belajar. Guru berkewajiban menggiring peserta didik untuk melakukan kegiatan.

Baca juga:  Tingkatkan Kemampuan Kognitif Siswa dengan Puzzle pada Layanan Bimbingan Konseling

Buku fiksi adalah sebuah karya yang dihasilkan oleh penulis berdasarkan imajinasi. Isi sebuah buku fiksi merupakan hasil imajinasi, khayalan atau rekaan. Yang berarti cerita yang dibangun oleh penulis bersifat fiktif. Contohnya : novel dan cerpen. Sedangkan Buku nonfiksi adalah sebuah karya yang dihasilkan oleh penulis berdasarkan fakta. Isi sebuah buku fiksi merupakan hasil pengalaman, pengetahuan dan penelitian. Contohnya seperti buku pelajaran, biografi, autobiografi, dan kamus.

Agar pembelajaran dapat menarik ada banyak model bisa dipilih guru untuk pembelajaran menulis secara variatif. Salah satunya yaitu Metode Inquiry. a. Guru memberikan penjelasan, instruksi atau pertanyaan terhadap materi yang akan diajarkan, b. Memberikan tugas kepada siswa untuk menjawab pertanyaan, yang jawabannya bisa didapatkan pada proses pembelajaran yang dialami peserta didik. c. Memberikan penjelasan terhadap persoalan-persoalan yang mungkin membingungkan peserta didik. d. Resitasi untuk menanamkan fakta-fakta yang telah dipelajari sebelumnya. e. Peserta didik merangkum dalam bentuk rumusan sebagai kesimpulan yang dapat dipertanggungjawabkan (Mulyasa, 2005:236).

Baca juga:  Video Pembelajaran Tingkatkan Motivasi dan Hasil Belajar IPS

Dengan latihan terus-menerus dan tetap diberikan arahan dari guru maka peserta didik kelas VIIIF SMP Negeri 20 Semarang merasa senang, antusias,dan tidak terbebani sehingga mudah menyelesaikan tugas Menelaah Buku Fiksi dan Buku Non Fiksi. Dengan demikian maka menggunakan metode Inquiry dapat meningkatkan hasil belajar/prestasi peserta didik, sehingga banyak peserta didik yang mendapatkan nilai di atas KKM. (ump2/ton)

Guru SMP Negeri 20 Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya