alexametrics

Budaya ”DIAM” Strategi Meningkatkan Mutu Sekolah

Oleh: Wahyuni, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Sekolah dasar merupakan pondasi yang sangat menentukan bagi keberhasilan pendidikan pada jenjang selanjutnya. Oleh karena itu, peningkatan kualitas sekolah dasar perlu terus dilakukan. Dilaksanakan secara sistematis, terpadu, bertahap, dan berkesinambungan. Potensi peserta didik perlu selalu dikembangkan, di antaranya melalui pengelolaan sumber daya sekolah secara menyeluruh dan berkesinambungan oleh kepala sekolah, dewan guru, orangtua, komite sekolah, dan peserta didik sebagai subjek pendidikan.

Upaya pengembangan potensi peserta didik dilaksanakan dengan berorientasi pada pembentukan akhlak mulia, berbudi perkerti luhur, mandiri, kreatif, berpikir kritis, berkarakter unggul, serta berbagai kecakapan hidup.

Sekolah sebagai sistem memiliki tiga aspek pokok yang sangat berkaitan erat dengan mutu sekolah, yakni: proses belajar mengajar, kepemimpinan dan manajemen sekolah, serta budaya sekolah. Budaya sekolah adalah kualitas sekolah di kehidupan sekolah yang tumbuh dan berkembang berdasarkan spirit dan nilai-nilai tertentu yang dianut sekolah (Dikmenum: 2002:14).

Baca juga:  Penggunaan Metode Demontrasi dapat Meningkatkan Kemampuan Melipat

Menurut Zamroni (2011: 111) budaya sekolah adalah pola nilai-nilai, prinsp-prinsip, tradisi-tradisi dan kebiasaan-kebiasaan yang terbentuk dalam perjalanan panjang sekolah, dikembangkan sekolah dalam jangka waktu yang lama dan menjadi pegangan serta diyakini oleh seluruh warga sekolah sehingga mendorong munculnya sikap dan perilaku warga sekolah. Warga sekolah menurut UU nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional terdiri dari peserta didik, pendidik, kepala sekolah, tenaga pendidik serta komite sekolah.

Peningkatan mutu sekolah di SD Negeri 2 Sambongsari dilakukan dengan menerapkan strategi ”Budaya DIAM”, ” yang pelaksanaannya melibatkan seluruh warga sekolah (peserta didik, pendidik, kepala sekolah, tenaga pendidik, serta komite sekolah) dalam mengembangkan budaya sekolah, sikap dan perilaku. Seluruh warga sekolah diberi kesempatan untuk berperan secara optimal dalam memberikan sumbang saran dan kontribusi positif untuk peningkatan mutu sekolah.

Baca juga:  Meningkatkan Keselamatan di Jalan Raya melalui Daring Asingkron PJOK

”Budaya DIAM ” merupakan upaya dan strategi dalam pengembangan budaya sekolah yaitu: Menumbuhkan budaya disiplin (D); Menumbuhkan budaya ingin maju dan berprestasi (I); Menumbuhkan 4 A yaitu Asah, Asih, Asuh, dan Amalan (A); Menumbuhkan budaya malu yaitu malu datang terlambat, malu berbuat tidak baik, dan malu jika lingkungan kotor dan tidak terawat (M).

Strategi “Budaya DIAM” di SD Negeri 2 Sambongsari, dilakukan dengan tiga langkah pokok, yaitu: (1) menanamkan kesadaran pada warga sekolah untuk selalu disiplin, pola asah, asih, asuh dan amalan pada guru dan peserta didik sebagai upaya pengembangan potensi pada peserta didik dan pengembagan diri guru. (2) Mengembangkan budaya prestasi, artinya menjadikan prestasi bagian dari upaya peningkatan mutu sekolah, dan (3) pemberian kompensasi.

Baca juga:  Partisipasi Masyarakat dalam Penyelenggaraan Pendidikan

Dampak dari strategi “Budaya DIAM” di SD Negeri 2 Sambongsari, sebagai berikut: (1) Tumbuhnya budaya sekolah yang dapat mendorong mutu sekolah. (2) Terwujudnya prestasi sekolah yang dapat memberikan kepercayaan kepada masyarakat. Budaya prestasi berdampak pada meningkatnya prestasi sekolah baik dalam ranah pengetahuan, sikap, maupun keterampilan dalam kerangka pembentukan moral dan intelektual, serta (3) Adanya perolehan kompensasi berupa sumbangan infaq dari orang tua siswa/masyarakat/komite sekolah.

Terbukti dengan penerapan budaya “DIAM” dapat meningkatkan mutu sekolah di SD Negeri 2 Sambongsari, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal.

Kepala SD Negeri 2 Sambongsari, Kec. Weleri, Kab. Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya