alexametrics

Tingkatkan Motivasi Guru melalui Supervisi Kepala Sekolah

Oleh : Parjilah S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, KEPALA sekolah wajib mendayagunakan seluruh personel sekolah secara efektif dan efisien agar tujuan penyelenggaraan pendidikan di sekolah tersebut tercapai dengan optimal (Suryosubroto, 2010:86). Dengan kata lain, kepala sekolah merupakan guru dengan tingkat kemampuan yang lebih tinggi di banding lainnya. Guru mempunyai kemampuan mengajar yang tinggi, mampu mengoptimalkan dan mendayagunakan/ komponen pendidikan.

Karena itu, guru memegang peranan penting dalam mengembangkan dan meningkatkan mutu pendidikan. Guru yang bermutu diharapkan dapat mengembangkan pembelajaran yang bermutu dan menghasilkan output yang bermutu pula. Hal ini sesuai dengan pendapat Idris (2007:12), semakin baik kualitas profesional guru akan semakin besar pula pengaruhnya terhadap peningkatan kualitas belajar-mengajar.

Hasil observasi di SDN Bumiayu Kecamatan Weleri Kabupaten Kendal, kurangnya motivasi guru dalam administrasi dan guru jarang melakukan terobosan yang berarti sesuai dengan perkembangan pendidikan. Akibatnya di masa pendidikan tatap muka (PTM) Terbatas, guru kurang mempersiapkan dengan baik administrasi maupun pembelajarannya. Melihat kondisi yang demikian, peran kepala sekolah sangat penting dalam menentukan berhasil tidaknya sekolah dalam menjalankan tugasnya. Maka kepala sekolah dalam rapat dewan guru memutuskan untuk melakukan supervisi secara intensif di setiap awal bulan baik administrasi maupun pembelajaran.

Baca juga:  Senin Mulai PTM, Kantin Sekolah Boleh Buka

Supervisi akedemik adalah serangkaian kegiatan membantu guru mengembangkan kemampuannya mengelola proses belajar mengajar demi pencapaian tujuan pengajaran. Namun sekilas supervisi diartikan lain oleh para guru, ada yang beranggapan suatu hal yang menakutkan. Tetapi seiring waktu berjalan, supervisi menjadi suatu kebiasaan.

Adapun langkah yang di lakukan oleh kepala sekolah dalam supervisi yaitu, 1) kegiatanperencanaan, 2) merumuskan jadwal kunjungan kelas dengan memantau jadwal jam mengajar para guru, 3) prakunjungan kelas yaitu guru dinilai berdasarkan analisis kelengkapan dokumen perangkat pembelajaran atau administrasi perencanaan pembelajaran, 4) kunjungan kelas yaitu pengamatan kegiatan pembelajaran yang dilakukan guru di kelas sesuai dengan instrumen yang ada, dan 5) tindak lanjut dengan mengadakan kegiatan pasca supervisi untuk merefleksi hasil supervisi yang telah dilakukan.

Baca juga:  Jangan Sampai PTM Jadi Pemicu Gelombang Ketiga Covid-19

Kegiatan supervisi ini untuk mengetahui dan mengidentifikasi berbagai kesulitan dan kebaikan atau kekuatan guru selama proses pembelajaran. Hasil evaluasi akan dipertahankan serta ditingkatkan apabila sudah mencapai tujuan, sedangkan kekurangan akan dianalisis dan mengadakan perbaikan dalam penyusunan program pada supervisi berikutnya.

Kepala sekolah sebagai supervisor pendidikan mempunyai kewajiban membimbing dan membina guru. Pembinaan dan bimbingan guru akan berpengaruh besar terhadap kelangsungan dan kelancaran proses belajar mengajar.

Soetjipto dan Raflis (2009:257) mengatakan, dalam pelaksanan supevisi sikap kooperatif guru yang ditunjukkan pada fase perencanaan masih tetap diperlukan, bahkan perlu ditingkatkan. Kesediaan guru untuk diobservasi dan dianalisis perilaku mengajarnya serta kesediaan untuk berdialog dengan supervisor harus terus dikembangkan, sehingga guru dapat memperoleh manfaat sebesar-besarnya dari supervisi.

Baca juga:  Satu Siswa Batuk, Diminta Pulang

Faktor pendukung pelaksanaan supervisi adalah guru menanggapi secara positif tentang pelaksanaan supervisi, terjalinnya hubungan yang baik antara guru dengan guru, kepala sekolah dengan guru, timbulnya kesadaran guru dan motivasi untuk meningkatkan kemampuan dan kinerjanya. Sedangkan hambatannya yaitu kepala sekolah tidak hadir pada waktu pelaksanaan supervisi yang disebabkan kesibukan kepala sekolah.

Dengan kegiatan supervisi tumbuh rasa semangat pada diri guru untuk selalu berinovasi dalam meningkatkan kinerjanya. Timbul rasa kebersamaan, saling membutuhkan untuk saling sharing antar guru dengan demikian tercipta iklim sekolah yang kondusif dan menggairahkan. (kd/ida)

Kepala SDN Bumiayu Weleri Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya