alexametrics

Tingkatkan Literasi Digital Anak Sekolah Dasar

Oleh : Muhamad Taufikur Rohman S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, LITERASI digital merupakan satu dari enam literasi dasar yang harus dikuasai siswa pada zaman sekarang. Literasi digital yang diterapkan di Sekolah Dasar (SD) berhubungan erat dengan pengimplementasian dari pencanangan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang sudah dijalankan pemerintah.

Pentingnya anak melek teknologi digital merupakan hal yang wajib diajarkan ke seluruh siswa. Tak terkecuali anak sekolah dasar. Jangan sampai anak-anak kita hanya sebagai user atau pengguna semata, sehingga sebagai pasar produk global semata.

Di dalam Modul Literasi Digital yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menuliskan bahwa literasi digital di SD merupakan kecakapan menggunakan media digital dengan baik, benar, dan bertanggung jawab untuk memperoleh informasi pembelajaran, mencari solusi masalah, menyelesaikan tugas belajar, serta mengkomunikasikan berbagai kegiatan belajar dengan insan pembelajaran lainnya.

Baca juga:  Media Konkret untuk Tingkatkan Pemahaman Pelajaran Matematika

Gawai Masuk Kelas
Di kelas III SDN 1 Parakan Sebaran Kecamatan Pageruyung, pembelajaran sudah berbasiskan gawai. Sebagai contoh pada materi tema 7 tentang perkembangan teknologi siswa terlebih dahulu diberi bacaan dari E-Book yang telah disediakan.
Mereka akan bersama menelaah gambar-gambar dari website yang telah disusun rapi tentang perkembangan teknologi dari masa lalu hingga masa kini. Namun tidak hanya sebatas itu, segenap siswa menggunakan gawai mereka juga untuk mengakses aplikasi Rumah Belajar untuk mencari referensi lainnya yang mereka perlukan dalam pembelajran di tema tersebut.

Selepas membaca secara seksama, dengan panduan guru kemudian mendiskusikan apa yang mereka baca dengan seksama. Latihan soal anak-anak pun menggunakan soal yang telah terdistribusi melalui Google Form.

Baca juga:  Tingkatkan Pemahaman melalui Pembuatan Model Sederhana Materi Sistem Pernafasan

Selain siswa telah terlatih secara mandiri menggunakan gawai mereka untuk pembelajaran, hal yang sama juga bisa digunakan untuk refeksi pembelajaran.

Refeleksi pembelajaran biasa menggunakan beberapa aplikasi mulai dari Google Form hingga mentimeter. Pada bagian refleksi di setiap pembelajaran sering kali guru melewatkan fase ini. Padahal dengan mengetahui refleksi dari siswa, kita jadi mengetahui sejauh mana tingkat pemahaman siswa akan suatu pembelajaran. Lebih dari itu, guru juga bisa mengetahui bagaimana minat seorang siswa terhadap materi yang baru saja di laluinya.

Strategi Literasi Digital
Prinsip literasi digital yang dibiasakan sejak dini khususnya di SD adalah, 1) Manajemen waktu. Pada bagian ini pentimg sekali dikelola, agar siswa tidak sampai pada tahap kecanduan dengan gawainya. 2) Pengawasan melekat. Segala jenis kegiatan siswa dengan gawainya harus bisa juga diketahui oleh guru dan orang tuanya. Hal ini untuk menghindari perundungan di dunia maya atau paparan hal negatif lainnya. 3) Terbiasa mengelola keamanan secara mandiri. Mampu mengamankan data pribadi siswa. 4) Empati Digital. Mengajarkan anak untuk bijak dengan gawainya.

Baca juga:  Powtoon Tingkatkan Pembelajaran Teks Eksplanasi

Teknologi dimanapun selalu menghadirkan pisau bermata dua, bisa sangat bermanfaat jika digunakan dengan bijaksana. Namun, juga bisa sangat berbahaya jika disalah gunakan. Karenanya kita sebagai guru harus juga bijak untuk menentukan pembelajaran yang seperti apa yang membutuhkan sentuhan teknologi digital serta pembelajaran seperti apa yang membutuhkan pendekatan sosial. (kd/ida)

Guru SDN 1 Parakan Sebaran, Kecamatan Pageruyung

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya