alexametrics

Pentingnya Peran Guru Bimbingan dan Konseling dalam PTM Terbatas

Oleh : Praptiningsih S.PdV

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PANDEMI Covid-19 yang sudah berlangsung sejak awal tahun 2020 hingga sekarang, masih menjadi masalah bagi dunia pendidikan. Apalagi penyesuaian dalam Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas menjadi kecemasan di dunia pendidikan, siswa, dan orang tua.

Namun pandemi Covid-19 bukan menjadi penghalang untuk siswa maju dan berprestasi. Maka dari itu, peran guru bimbingan dan konseling perlu ditingkatkan dalam membimbing dan memotivasi siswa agar tetap nyaman dalam PTM Terbatas.

Kehadiran guru bimbingan dan konseling pada PTM Terbatas sangat diperlukan siswa, sebagai sumber informasi dan penyeimbang. Bahkan, kemampuan guru bimbingan dan konseling dalam memahami karakter siswa sangat berpengaruh dalam motivasi siswa. Peran guru bimbingan dan konseling tidak bisa serta merta digantikan oleh guru mata pelajaran lain. Guru bimbingan dan konseling erat kaitannya dengan pendidikan karakter secara langsung maupun tidak langsung pada pembelajaran PTM 100 persen maupun PTM Terbatas.

Baca juga:  Mengoptimalkan Pembelajaran Matematika dengan Metode Daring

Guru bimbingan dan konseling diharapkan memperkuat jalinan relasi atau hubungan dengan para siswa baik secara daring maupun tatap muka terbatas. Persiapan yang matang sangat penting agar siswa bisa mengikuti pembelajaran secara maksimal, karena pada faktanya penerapan pembelajaran ini memunculkan masalah baru.

Permasalahan yang sangat terasa pada siswa yaitu penurunan nilai karakter dan motivasi belajar. Hal ini jelas bisa dilihat dari cara berkomunikasi siswa ke guru, kehadiran, kerapihan, dan ketidaktuntasan dalam menyelesaikan tugas-tugas. Untuk itu, guru bimbingan dan konseling harus memberikan penguatan kepada siswa supaya siswa bisa mengikuti PTM Terbatas tanpa rasa cemas. Dengan begitu, persiapan yang matang dan penguasaan layanan dalam PTM Terbatas sangatlah perlu bagi siswa untuk menghilangkan kejenuhan dan kepenatan belajar dan lebih termotivasi untuk mengejar materi yang ketinggalan.

Baca juga:  Bambang Diyakini Mampu Pimpin Masa Transisi

Penurunan nilai karakter dan motivasi yang rendah menjadi perhatian khusus bagi guru bimbingan dan konseling sebagai penyeimbang proses pembelajaran. Yang mana kadang siswa merasa jenuh, bosan, dan stres. Guru bimbingan dan konseling perlu hadir di tengah-tengah siswa dengan cara menyapa secara pribadi, membiasakan siswa mengucapkan salam kepada siapa saja yang bertemu di lingkungan sekolah, keliling kelas menjalin komunikasi seperti menanyakan kabar, memberikan kesempatan, dan meluangkan waktu untuk bimbingan secara daring. Bahkan memantau siswa yang tidak berangkat dengan menjalin komunikasi dengan orang tua siswa. Kegiatan ini diharapkan bisa memfasilitasi siswa dan orang tua siswa dalam meningkatkan motivasi siswa.

Peran guru bimbingan dan konseling sangat krusial. Ini berbeda dengan guru mata pelajaran lainnya, yang biasanya memberikan setumpuk tugas-tugas tertentu dengan menggunakan berbagai metode. Dalam survei yang dilakukan secara online oleh Kemenag pada bulan Mei 2020, siswa dalam pembelajaran daring yang didampingi oleh orang tua hanya 25 persen saja, sedangkan 53 persen kadang-kadang dan 22 persen tidak pernah didampingi orang tua.

Baca juga:  PjBL Gugah Sikap Wirausaha

PTM Terbatas menjadi perhatian khusus bagi guru bimbingan dan konseling dalam membantu, membimbing, dan mengarahkan siswa dalam mengikuti PTM Terbatas. Yakni dengan menjalin kerjasama dengan guru mata pelajaran (mapel), wali kelas, dan orang tua siswa. Dalam rangka meningkatkan dan memaksimalkan hasil yang maksimal baik di bidang akademik maupun non akademik. (kj1/ida)

Guru SMPN 2 Kajen, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya