alexametrics

Motivasi Belajar Loncat Katak Melalui Pendekatan Bermain

Oleh : Mohamad Qinan Nakhur, S.Pd.,M.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Keberhasilan pembelajaran di Sekolah Dasar dapat ditunjukan dengan dikuasainya materi pembelajaran. Setiap kali menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar, guru dituntut agar materi pembelajaran yang disampaikan dapat dikuasai siswa. Proses pembelajaran tidak akan selalu mudah dan lancar seperti yang diharapkan. Berbagai masalah dalam pembelajaran bisa muncul dari faktor guru, siswa, maupun lingkungan. Dari berbagai masalah tersebut guru dapat mengidentifikasi dan mengambil langkah-langkah yang dapat memperbaiki hasil pembelajaran.

Kondisi tersebut juga terjadi pada mata pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK), terutama untuk materi yang tidak populer di mata anak. Salah satunya materi loncat katak. Loncat katak merupakan salah satu pembelajaran kids atletik. Umumnya pembelajaran olahraga ini kurang diminati siswa. Mereka akan cenderung cepat merasa bosan untuk melakukannya.

Baca juga:  TBG Mudahkan Penyesuaian Diri Siswa Baru

Masalah itu yang saat ini terjadi pada siswa kelas IV di SDN 3 Bleder Kecamatan Patebon Kabupaten Kendal. Berdasarkan hasil pengamatan penulis menunjukkan siswa yang mencapai KKM hanya 45 persen pada pembelajaran materi loncat katak. Sehingga guru dituntut memberikan modifikasi di dalam pembelajaran.

Penulis mencoba memberikan proses pembelajaran loncat katak melalui pendekatan bermain. Dengan berbagai variasi yang menarik dan dapat meningkatkan motivasi anak dalam mengikuti pembelajaran. Pendekatan bermain merupakan salah satu bentuk pembelajaran yang dilakukan dalam bentuk permainan. Menurut Wahjoedi (1999: 121) bahwa ”pendekatan bermain adalah pembelajaran yang diberikan dalam bentuk atau situasi permainan”. Pendekatan bermain dalam pelaksanaan pembelajaran menerapkan suatu teknik cabang olahraga ke dalam bentuk permainan. Melalui sebuah permainan, diharapkan meningkatkan motivasi dan minat siswa untuk belajar dan tentunya tidak merasa bosan dalam melakukan pembelajaran, sehingga akan diperoleh hasil belajar yang ingin dicapai.

Baca juga:  Make A Match dalam Menyusun Laporan Keuangan Perusahaan Jasa

Langkah-langkah pembelajaran lari jarak pendek dengan pendekatan bermain, pertama siswa melakukan praktek loncat katak dengan berkelompok dengan setiap kelompoknya terdiri dari 4 orang. Setelah itu setiap kelompok melakukan lompatan dengan berurutan dengan media kardus bekas yang dibuat dan didesain dengan jarak masing-masing kardus 1-2 meter. Kelompok siswa yang lain melakukan latihan sama.

Permainan kedua Siswa dibagi dalam empat kelompok, barisan yang paling depan diberi gelang-gelang berjalan 2-3 langkah ke depan melompati bilah yang telah ditata dengan jarak 1 meter dan selanjutnya berjalan kembali ke belakang lewat arah sebelah kanan dilanjutkan pergantian melalui gelang-gelang. Latihan tersebut dilakukan bergantian sampai semua kelompok siswa mendapat giliran dan bisa diulangi 2 atau 3 kali.

Baca juga:  Dengan Pendekatan Bermain dapat Tingkatkan Kebugaran Jasmani

Kegiatan pembelajaran dengan pendekatan permainan dilakukan dalam suasana menyenangkan dan dapat dibentuk dalam sebuah ajang kompetisi antar kelompok. Sehingga pembelajaran semakin menyenangkan dan tanpa sadar siswa sebenarnya sudah melakukan pembelajaran materi loncat katak.

Melalui pendekatan bermain pembelajaran loncat katak siswa mengalami peningkatan. Awalnya dari 45 persen menjadi 86 persen yang mencapai KKM. Pembelajaran menggunakan pendekatan bermain cukup efektif dalam meningkatkan motivasi belajar gerak loncat katak siswa kelas IV di SDN 3 Bleder Kecamatan Patebon Kabupaten Kendal. Guru PJOK bisa menerapkan pembelajaran loncat katak melalui pendekatan bermain pada materi kids atletik agar pembelajaran mendapatkan hasil maksimal. (kd/fth)

Guru PJOK SD Negeri 3 Bleder, Patebon, Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya