alexametrics

Meningkatkan Minat Baca Masyarakat Menuju SDM Unggul

Oleh : Yaculine, S.Sos

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Membaca dalam konteks religi berarti ekspresi rasa syukur seseorang hamba kepada Tuhan-Nya atas nikmat yang dilimpahkan, dengan melaksanakan ibadah seperti, salat, membaca Alquran, berdoa dan dzikrullah. Termasuk membaca untuk mengetahui dan menguasai ilmu pengetahuan untuk keselarasan dunia akhirat.

Inilah yang mendasari perlunya merealisasikan konsep peningkatan minat baca untuk mengetahui dan menguasai ilmu pengetahuan, agar kita bersyukur pada-Nya. Membaca merupakan komponen yang berpengaruh terhadap keberhasilan pendidikan.

Idealnya minat baca ditanamkan sejak anak dalam asuhan orang tua ketika belum memasuki bangku sekolah. Minat ini tumbuh mengikuti perkembangan dan pendidikan anak. Partisipasi orang tua, masyarakat, dan perpustakaan menuntut adanya jalinan hubungan yang harmonis. Yaitu persepsi yang benar dan tanggung jawab bersama terhadap minat membaca.

Dinas Perpustakaan Kota Magelang merupakan perpustakaan umum yang memiliki berbagai fasilitas layanan. Fasilitas yang tersedia untuk meningkatkan minat baca masyarakat. Saat ini fasilitas layanan perpustakaan di Kota Magelang juga bisa ditemui di 17 kelurahan, dan sejumlah sekolah di Kota Magelang.

Baca juga:  Belajar PPKn Asyik dengan Audiovisual

Upaya tersebut dilakukan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Magelang dalam meningkatkan minat baca sesuai misi ke-2 Kota Magelang. Yaitu memenuhi kebutuhan pelayanan dasar masyarakat untuk meningkatkan kualitas sumber daya manuasia. Agar kualitas dan daya saing sumber daya manusia meningkat. Ini sejalan dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 alinea ke-4. Dan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 Penyelenggaraan Perpustakaan. Selain itu juga melaksanakan berbagai kegiatan kepustakawanan agar sarana, prasarana dan sumber daya manusia perpustakaan-perpustakaan dapat bersaing dengan perpustakaan lain. Berdayaguna bagi civitas yang berada di lingkungan perpustakaan itu sendiri.

Meskipun pandemi Covid-19, kegiatan kepustakawanan berjalan lancar dan baik. Kegiatan berupa pendampingan akreditasi perpustakaan sekolah, monitoring dan lomba-lomba. Menunjukkan bahwa semua itu agar minat baca masyarakat Kota Magelang semakin baik.
Bahkan saat ini Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Magelang berkolaborasi dengan Tim Penggerak PKK Pokja 2 Kota Magelang dalam kegiatan program Bunda Membaca. Kegiatan ini memberikan sosialisasi kepada PKK di tujuh belas kelurahan akan pentingnya membaca. Kegiatan tersebut juga mendukung sembilan program unggulan Kota Magelang yaitu “Balai Belajar”.

Baca juga:  Mengembangkan Literasi Informasi

Meningkatnya minat baca masyarakat Kota Magelang menuju SDM unggul merupakan tujuan yang ingin dicapai. Ada berbagai upaya yang dapat dilakukan dalam meningkatkan minat baca, yaitu dimulai dari lingkungan keluarga. Ibu adalah orang yang paling dekat dengan anak-anak. Untuk itu ibu berupaya semampunya memperkenalkan anak-anak dengan buku pada saat anak-anak usia dini. Karena ibu merupakan madrasah bagi anak-anaknya. Untuk itu ibu harus membaca. Selanjutnya menata ruang perpustakaan agar menarik minat pemustaka atau masyarakat untuk berkunjung ke perpustakaan, membuat promosi lewat media cetak atau elektronik, melakukan event-event bidang perpustakaan.

Pengukuhan bunda literasi juga merupakan upaya perpustakaan dalam meningkatkan minat baca. Bunda literasi mengambil figur tokoh atau orang yang memiliki pengaruh pada suatu daerah yang nantinya diharapkan mampu mengajak, mempengaruhi masyarakat untuk gemar membaca.

Baca juga:  Manfaat Belajar Pengembangan Ornamentasi Vokal dalam Menyanyikan Harmoni Paduan Suara

Penambahan pasilitas layanan agar seperti e-book juga bertujuan mengarahkan pemustaka/masyarakat agar tetap memanfaatkan perpustakaan di era digital. Minat baca dapat diupayakan sejak usia dini antara 6 sampai 12 bulan. Maka ibu harus memperkenalkan dan mendekatkan anak-anak pada bahan bacaan yang mudah dicerna. Apapun kegiatan yang dilakukan oleh perpustakaan atau pemerhati perpustakaan bertujuan meningkatkan sumber daya manusia di sekitar lingkungan perpustakaan. Hal ini juga berkaitan dengan Indeks Peningkatan Literasi Masyarakat yang dituntut oleh pemerintah saat ini. (*/lis)

Pustakawan Ahli Madya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya