alexametrics

Meningkatkan Kemampuan Berhitung Siswa SD Melalui Metode Mencongak

Oleh : Ana Dwi Soeprihatin, S.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Matematika sebagai salah satu mata pelajaran di SD sangat menunjang dan berpengaruh bagi siswa terhadap mata pelajaran lain. Pelajaran Matematika di SD menekankan kemampuan dan keterampilan berhitung (menambah, mengurang, mengalikan, membagi, mengukur sederhana dan memahami bentuk geometri) yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari (UU RI No. 2 tahun 1989,1990:2)

Pelajaran matematika tidak bisa lepas dari berhitung. Karena dalam praktiknya matematika merupakan pelayanan sekaligus pendamping ilmu-ilmu lain. Seperti fisika, kimia, bahkan ilmu-ilmu sosial. Kemampuan berhitung dalam hal ini mengerjakan operasi hitung seperti menjumlahkan, mengurangi, mengalikan ataupun membagi sebaiknya bisa dilakukan dengan cepat, teliti dengan hasil tepat.
Nyatanya, sebagian siswa masih belum memiliki kemampuan dan keterampilan berhitung. Matematika sering dianggap sebagai pelajaran sulit, dan menakutkan. Sehingga berdampak kemampuan mereka untuk memahami matematika. Akhirnya hasil yang dicapai siswa dalam setiap jenis evaluasi masih rendah.

Baca juga:  Video Pembelajaran Tingkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik

Hal ini juga terjadi pada siswa SD Negeri 1 Pageruyung, Kabupaten Kendal. Siswa kelas tinggi masih banyak mengalami kesulitan dalam operasi hitung, masih menggunakan jari dalam menghitung penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Kebanyakan siswa belum memiliki keterampilan dan kemampuan dasar matematika. Sehingga mengalami kendala dalam menyelesaikan soal matematika. Akhirnya dalam penyelesaian soal-soal matematika masih membutuhkan waktu yang lama.

Penulis sebagai kepala sekolah menerapkan gagasan penerapan pembiasaan metode “Mencongak”. Hal ini sebagai upaya meningkatkan kemampuan dan keterampilan berhitung siswa SD Negeri 1 Pageruyung. Mencongak merupakan metode kuno yang mampu membuat siswa dapat menguasai dasar matematika dengan kuat apabila dilaksanakan kontinu. Ketika anak-anak sudah memahami konsep penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian, mencongak sangat bermanfaat, utamanya bisa membuat berpikir lebih cepat.

Mencongak adalah metode menghitung diluar kepala, dengan ingatan saja dan siswa cukup menuliskan hasilnya. Siswa harus menjawab setiap pertanyaan yang dibacakan guru dengan waktu singkat. Dengan pelaksanaan kontinu (berkesinambungan, terus-menerus, dan berkelanjutan) di setiap pelajaran matematika, siswa lebih mudah mengingat dan akan lebih cepat dalam menghitung matematika. Tidak sekadar ingat dan hafal, tetapi melekat rekat di pikiran siswa karena terbiasa.

Baca juga:  Antisipasi Kebakaran, TPA Darupono Lama akan Dipasang Pipa untuk Mengurai Gas

https://radarsemarang.com/2018/03/24/148368/mencongak-tingkatkan-motivasi-belajar-matematika/
Pembiasaan mencongak di SD Negeri 1 Pageruyung diterapkan pada kelas I-VI di akhir pembelajaran secara rutin setiap hari. Dengan waktu 10-15 menit. Materi mencongak disesuaikan karakteristik perkembangan siswa dengan operasi hitung yang sedang dipelajari di kelas. Dimulai soal paling sederhana dengan jumlah soal maksimal 10. Pertanyaan mencongak tidak harus berasal dari guru, melainkan bisa dari siswa. Selain mengajak siswa berpikir cepat, membantu mengingat, proses pembelajaran terjadi secara bersama-sama dan bisa digunakan assessment. Tujuan penerapan pembiasaan mencongak agar siswa memiliki kemampuan dasar hitung (penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian) kuat. Ibarat rumah, kemampuan dasar hitung matematika adalah sebuah pondasi. Dengan pondasi kuat siswa dapat membangun pengetahuan dan keterampilan matematika setinggi mungkin.

Baca juga:  Pak Baha Membuat PJJ Biologi Semakin Menantang

Metode mencongak mampu meningkatkan kemampuan dan keterampilan berhitung (penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian) siswa SD Negeri 1 Pageruyung. Terlihat dari nilai prestasi pelajaran matematika siswa meningkat. Siswa kelas tinggi sudah tidak dijumpai siswa yang menghitung dengan menggunakan jari, dapat menyelesaikan soal matematika dengan cepat dan tepat.

Matematika tidak lagi menjadi pelajaran sulit dan menakutkan. Tetapi bisa menjadi pelajaran menyenangkan, akhirnya berdampak positif bagi mata pelajaran lain. Penerapan metode mencongak secara kontinu dalam mata pelajaran matematika benar-benar efektif meningkatkan hasil belajar siswa SD Negeri 1 Pageruyung. (kd/fth)

Kepala SD Negeri 1 Pageruyung, Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya