alexametrics

Alat Peraga KTP Gugah Minat Belajar Teks Prosedur

Oleh : Ragil Arie Setyowati, S.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Minat dan aktivitas belajar peserta didik dapat ditingkatkan dengan berbagai media pembelajaran. Salah satunya penggunaan alat peraga. Guru dapat berkreasi dengan alat peraga yang dipilih atau dibuat. Pengunanan alat peraga juga dapat memperjelas makna bahan pelajaran sehingga peserta didik lebih mudah memahaminya. Alat peraga dapat digunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian, keterampilan dan kemauan peserta didik. Hal tersebut dapat mendorong terjadinya proses belajar pada peserta didik.

Nana Sujana (2014) berpendapat bahwa alat peraga dalam mengajar memegang peranan penting sebagai alat bantu untuk menciptakan proses belajar mengajar yang efektif. Alat peraga di sini mengandung arti bahwa segala sesuatu yang masih bersifat abstrak lalu dikonkretkan untuk menjelaskannya kembali agar peserta didik lebih memahaminya.

Menurut Sudjana (2009) alat peraga pendidikan adalah suatu alat yang dapat diserap oleh mata dan telinga dengan tujuan membantu guru agar proses belajar mengajar peserta didik lebih efektif dan efisien. Fungsi alat peraga antara lain sebagai alat bantu untuk mewujudkan situasi belajar mengajar yang efektif dan mempercepat proses belajar mengajar, serta membantu peserta didik dalam menangkap pengertian yang diberikan guru.

Baca juga:  Personal Approach Solusi Mengatasi PJJ Prakarya

Demikian halnya dalam pembelajaran bahasa Indonesia, penggunaan alat peraga mempermudah peserta didik dalam memahami materi. Dalam mempelajari materi Teks Prosedur Kelas VII di SMP Satu Atap Brengkolang, guru memanfaatkan alat peraga KTP (Kebahasaan Teks Prosedur). Kompetensi dasar mengidentifikasi kebahasaan teks prosedur lebih mudah dipahami peserta didik dengan menggunakan alat peraga tersebut. Penggunaan alat peraga KTP juga membuat peserta didik lebih tertarik dalam mengikuti pembelajaran.

Teks prosedur memiliki kaidah kebahasaan tersendiri. Kaidah kebahasaan teks prosedur antara lain penggunaan kalimat perintah, kalimat saran, kalimat larangan, kalimat pasif, kata yang menunjukkan batasan, dan kata dengan ukuran. Agar peserta didik dapat memahami kaidah kebahasaan teks prosedur tersebut diperlukan contoh konkret. Alat peraga KTP memudahkan peserta didik membedakan tiap-tiap unsur kebahasaan.

Baca juga:  UBP, Picu Keaktifan PJJ Siswa

Pembelajaran menggunakan alat peraga menumbuhkan minat belajar peserta didik. Guru membuat alat peraga yang mudah dan menyenangkan digunakan peserta didik dalam memahami kompetensi yang diajarkan. Dengan alat peraga peserta didik tidak hanya mendengarkan penjelasan guru. Peserta didik aktif dalam pembelajaran dengan mencoba menemukan, memasangkan, dan mengevaluasi hasil.

Pembelajaran diawali dengan peserta didik membaca materi kebahasaan di beberapa buku yang disediakan guru. Kemudian peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok dengan berpasangan. Setiap pasangan memilih warna sebagai identitas kelompok. Guru menunjukkan alat peraga yang akan digunakan dalam pembelajaran. Agar peserta didik memahami penggunaan alat peraga, guru mendemonstrasikan cara menggunakan alat peraga KTP. Selanjutnya, tiap pasangan berlomba untuk memasangkan unsur kebahasaan dan contohnya. Guru memberikan tanda pada jawaban tiap kelompok dengan warna sesuai identitas kelompok.

Baca juga:  Tersapu Ombak, Dua Nelayan Hilang

Setelah semua unsur kebahasaan dan contoh kalimat selesai dipasangkan, guru dan peserta didik mengevaluasi hasil. Guru memberikan poin bagi pasangan yang benar dalam memasangkan unsur kebahasaan dan contoh kalimatnya. Bagi pasangan yang memperoleh poin paling banyak mendapatkan apresiasi dari guru. Guru memberikan penguatan dengan menunjukkan penanda atau kata kunci pada setiap unsur kebahasaan dalam teks prosedur. Hal tersebut memudahkan peserta didik untuk memahami dan mengindentfikasi unsur kebahasaan dalam teks prosedur lengkap.

Penggunaan alat peraga KTP dalam pembelajaran unsur kebahasaan teks prosedur menjadikan pembelajaran lebih menyenangkan. Suasana pembelajaran yang menyenangkan akan menarik minat peserta didik untuk terlibat secara aktif, sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai secara maksimal. (kj1/ton)

Guru SMP Satu Atap Brengkolang, Kajen, Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya