alexametrics

Tumbuhkan Minat Baca melalui Pojok Literasi

Oleh: Moga Prastyowati, S.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Lebih dari satu tahun peserta didik harus belajar dari rumah karena pandemi Covid-19. Kondisi ini berdampak pada menurunnya minat baca peserta didik. Lebih parahnya, jumlah peserta didik yang belum lancar membaca di kelas rendah tingkat sekolah dasar semakin meningkat. Diberlakukannya Kebijakan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) memberi angin segar untuk mencegah learning loss dan literacy loss. Kegiatan penguatan literasi di sekolah dapat dilaksanakan kembali dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Suyono, Harsiati, & Wulandari (2017) berpendapat, literasi merupakan keahlian yang berhubungan dengan kegiatan membaca, menulis, dan berfikir yang berfokus untuk peningkatan kemampuan memahami informasi secara kritis, kreatif dan inovatif. Pemerintah mewajibkan program penguatan literasi untuk dilaksanakan di sekolah sebagai upaya membudayakan minat baca, meningkatkan keterampilan membaca, dan kemampuan peserta didik berpikir kritis dalam menindaklanjuti sesuatu.

Salah satu strategi penguatan literasi yang dilakukan di kelas 3 SD Negeri Kaliyoso adalah melalui giat pojok literasi. Pojok literasi mengadopsi konsep sudut baca. Sudut baca menurut Kemdikbud (2016) adalah sebuah sudut di kelas yang dilengkapi dengan koleksi buku sebagai salah satu upaya menumbuhkan minat baca peserta didik. Sedangkan, pojok literasi tidak hanya sebagai sudut tempat peserta didik membaca namun di pojok literasi peserta didik dapat memajangkan karya-karya mereka di sana. Pojok literasi juga merupakan perpustakaan mini yang dihadirkan di kelas sehingga lebih mendekatkan dan mengakrabkan peserta didik dengan buku.

Baca juga:  Mengidentifikasi Bagian-bagian Tumbuhan dan Fungsinya melalui Pair Check

Pojok literasi tidak dibuat oleh guru sendiri. Peserta didik dapat ikut dilibatkan. Keterlibatan mereka dimulai dari menentukan sudut kelas yang cocok dijadikan pojok literasi, menata meja dan kursi, membuat tulisan pojok literasi dan menghias pojok literasi dengan kertas warna warni. Peserta didik juga diajak mengembangkan kreativitas dengan membuat rak buku dari kardus bekas. Partisipasi peserta didik ini diharapkan memunculkan rasa memiliki dan mau menjaga pojok literasi yang telah dibuat bersama.

Buku-buku yang disediakan di pojok literasi berasal dari buku perpustakaan sekolah. Peserta didik diajari memilah buku sesuai jenisnya. Buku fiksi dan buku non fiksi ditata sesuai raknya. Berbagai karya peserta didik berupa poster, puisi, teks cerita, rangkuman materi, hasil tugas proyek, portofolio dan tulisan lainnya juga dipajang di pojok literasi. Pemajangan karya tersebut sebagai wujud apresiasi atas usaha yang telah peserta didik lakukan. Selain itu, karya-karya mereka juga dapat dijadikan sumber belajar dan bahan bacaan saat mereka berada di pojok literasi.

Baca juga:  Tingkatkan Hasil Belajar dengan Pendekatan SAVI dan Tutor Sebaya

Giat literasi yang awalnya hanya membaca buku paket sebelum pembelajaran di mulai. Sekarang peserta didik bisa memanfaatkan buku bacaan yang ada di pojok literasi. Kondisi ini membuat mereka nampak bersemangat membaca buku. Kegiatan membaca pun boleh dilanjutkan ketika istirahat. Tak lupa, peserta didik membuat rangkuman setiap kali selesai membaca dengan menuliskannya di jurnal literasi masing-masing. Jurnal literasi ini berupa buku yang berisi catatan kegiatan literasi. Diharapkan dengan melihat jurnal literasi perkembangan minat baca peserta didik dapat dipantau.

Giat pojok literasi ternyata memberi dampak positif menumbuhkan minat baca peserta didik. Peserta didik mendapat kemudahan membaca berbagai buku cerita di kelas. Pendampingan guru dalam giat pojok literasi memiliki peran utama khususnya mengkondisikan kenyamanan peserta didik saat membaca. Guru juga dapat mememberi layanan bimbingan bagi peserta didik yang masih memiliki kemampuan rendah dalam membaca. Penting pula untuk melakukan rolling buku agar peserta didik tidak bosan membaca buku yang sama. (kd/aro)

Baca juga:  Belajar Ekosistem Menyenangkan dengan Metode Mind Mapping

Guru Kelas 3 SD Negeri Kaliyoso, Kec. Kangkung, Kab. Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya