alexametrics

Menulis Teks Berita dengan Model Experiential Learning Berbantuan Media Video

Oleh: ST. Nurul Hidayatul Mar’ah, S.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Menulis ialah keterampilan yang perlu dilatih sejak dini. Seperti halnya yang disampaikan oleh Tarigan (2008:3) bahwa menulis merupakan suatu keterampilan berbahasa yang produktif dan ekspresif yang digunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung dan tidak tatap muka dengan pihak lain sehingga penulis harus memiliki kemampuan dalam menggunakan kosakata, tata tulis, dan struktur Bahasa. Keterampilan menulis adalah salah satu alat yang sangat ampuh untuk menyampaikan informasi tertentu kepada pembaca. Dengan demikian, pelajaran menulis pada bidang studi Bahasa Indonesia perlu diberikan perhatian lebih. Salah satunya pada pembelajaran menulis teks berita pada materi kelas VIII.

Kusumaningrat (2012:40) mengemukakan bahwa berita merupakan informasi aktual mengenai berbagai fakta dan opini yang menarik perhatian masyarakat. Sebuah berita juga harus memenuhi beberapa kriteria yang menjadi unsur pembentuknya. Unsur tersebut adalah 5W1H, atau Adiksimba (Apa, DImana, Kapan, SIapa, Mengapa, BAgaimana). Secara umum struktur berita terdiri dari dua bagian, yaitu informasi penting dan informasi tidak (kurang) penting. Pada umumnya, kebanyakan jurnalis akan setuju bahwa ciri kebahasaan utama dari teks berita adalah menggunakan kalimat langsung karena, berita harus apa adanya dan disampaikan secara langsung tanpa menambahkan suatu hal.

Baca juga:  Menulis Teks Artikel dengan Metode Pembelajaran Berbasis Masalah

Untuk menulis sebuah teks berita kepada pembaca, siswa diharap memiliki kemampuan kosakata yang lebih banyak sehingga siswa dapat menjabarkan setiap gagasan berita yang dimilikinya menjadi sebuah tulisan informatif yang seaktual mungkin, agar berita dengan mudah diterima oleh berbagai kalangan pembaca. Namun, pada kenyataannya kemampuan siswa dalam menggunakan kosakata tidaklah sebanyak yang diduga sehingga siswa mengalami kesulitan dalam menjabarkan sebuah gagasan untuk dijadikan sebuah tulisan teks berita. Masalah ini juga terjadi pada siswa kelas VIII SMP Negeri 9 Salatiga. Salah satu penanganan masalah ini, guru dapat merubah model pembelajarannya dengan menggunakan model Experiential learning berbantuan media video.

Model Experiential learning merupakan sebuah model pembelajaran yang menekankan pada pengalaman siswa dan mengaitkannya pada pembelajaran. Experiential learning akan mempengaruhi cara berpikir, sikap, nilai-nilai, persepsi, serta perilaku siswa. Sehingga siswa akan menemukan sendiri pengetahuan yang mereka gali dan pengetahuan itu akan lebih lama melekat pada diri siswa. Model experiential learning ini dapat ditunjang dengan menggunaan media berupa video.

Baca juga:  Serunya Belajar Keanekaragaman Flora Melalui Index Card Match

Media merupakan alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan guna mencapai tujuan pengajaran (Djamarah dan Zain, 2006:120). Salah satu alat yang dapat dijadikan media yaitu video. Melalui video inilah siswa akan diberikan sebuah pengalaman nyata yang tidak dapat dihadirkan langsung dalam lingkungan sekolah.

Dalam penerapannya, guru akan menayangkan sebuah video peristiwa/kejadian yang terdapat dalam kehidupan nyata, kemudian siswa mengamati dan mencermati video tersebut. Siswa dengan bantuan guru mengaitkan peristiwa/kejadian yang terdapat dalam video tersebut ke dalam permasalahan dunia nyata. Selanjutnya siswa dengan bantuan guru mengingat kembali apa saja peristiwa/kejadian yang pernah dialami, kemudian mencatat informasi dengan membuat draf berupa hal-hal yang dianggap menarik dan penting untuk dijadikan gagasan pokok sesuai unsur berita yaitu 5W1H /Adiksimba. Kemudian gagasan-gagasan pokok tersebuat dirangkai menjadi sebuah teks berita menggunakan kosakata yang faktual dan tidak dilebih-lebihkan. Dengan video tersebut siswa mendapatkan pengalaman suatu kejadian/peristiwa yang nyata untuk ditulis kembali berupa teks berita. Dengan adanya pengalaman itu, siswa akan lebih mudah untuk mengingat semua kejadian/peristiwa yang dialaminya. Sehingga pembelajaran akan menjadi lebih efektif dan bermakna. (igi2/ton)

Baca juga:  Asyiknya Belajar Materi Siklus Air Menggunakan Media Diorama

Guru Bahasa Indonesia SMP Negeri 9 Salatiga

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya