alexametrics

Meningkatkan Aktivitas Pembelajaran dengan Model Make a Macth

Oleh : Caswati, S.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Dalam UU No.20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab XI Pasal 40 ayat (2), dinyatakan bahwa pendidik harus profesional untuk menciptakan pembelajaran yang bermakna, menyenangkan, kreatif, dinamis, dan dialogis. Suasana pembelajaran sebaiknya dirancang sedemikian rupa agar peserta didik dapat terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran sehingga mampu mengenal dan mengembangkan kapasitas belajar dan potensi yang dimilikinya.

Beberapa hal yang dapat dilaksanakan oleh guru agar pembelajaran lebih bermakna bagi peserta didik antara lain memilih metode dan strategi yang tepat dan model pembelajaran yang sesuai. Apabila guru telah memilih model, strategi dan metode yang paling tepat sehingga sesuai dengan peserta didik maka suasana pembelajaran menjadi lebih kreatif, dinamis, tidak monoton dan menyenangkan. Dampak selanjutnya pemahaman terhadap konsep – konsep yang dipelajari peserta didik menjadi lebih baik.

Dalam perkembangan dunia pendidikan Indonesia telah mengalami perkembangan yang pesat. Kalau dahulu masih banyak proses pembelajaran terfokus pada guru dengan media yang minim yang berakibat kegiatan belajar-mengajar lebih menekankan kepada pengajaran bukan pembelajaran. Siswa menjadi pasif dan pembelajaran menjadi membosankan. Sekarang guru sudah banyak mendesain pembelajaran yang berorentasi pada peserta didik dan kontekstual.

Baca juga:  Belajar Asyik Struktur Jaringan Tumbuhan dengan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi

Di antara sekian banyak yang diterapkan dalam proses pembelajaran adalah make a match (mencari pasangan). Model pembelajaran ini dikembangkan oleh Lorna Curran (1994). Salah satu keunggulan teknik ini adalah siswa mencari pasangan sambil belajar mengenai suatu konsep atau topik dalam suasana yang menyenangkan. Teknik ini dapat digunakan dalam semua mata pelajaran dan untuk semua tingkat usia anak didik. Menurut Suprijono (2012:94), hal-hal yang perlu dipersiapkan jika pembelajaran dikembangkan dengan make a match adalah kartu-kartu.

Kartu-kartu tersebut terdiri dari kartu berisi pertanyaan-pertanyaan dan kartu lainnya berisi jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut. Make a match merupakan cara belajar dengan mencari pasangan yang cocok dengan kartu yang dipegang, karena dalam pembelajaran ini, siswa ada yang memegang kartu jawaban dan ada yang memegang pertanyaan.

Baca juga:  Dengan TePeMas Belajar Bahasa Jawa Menyenangkan

Manfaat pembelajaran kooperatif adalah dapat memotivasi siswa untuk saling membantu pembelajarannya satu sama lain, meningkatkan keterampilan sosial yang dibutuhkan untuk bekerja secara efektif, dapat memberikan kesempatan kepada para siswa untuk menggunakan keterampilan bertanya dan membahas sesuatu masalah, dapat mengembangkan bakat kepemimpinan dan mengajarkan keterampilan berdiskusi.

Langkah–langkah model pembelajaran make a match adalah sebagai berikut : guru menyiapkan beberapa kartu sesuai jumlah peserta didik dengan ukuran dan model sesuai selera guru. Diusahakan model dan warna yang bisa menarik perhatian peserta didik. Satu bagian kartu berisi soal dan bagian lainnya kartu jawaban. Setiap siswa mendapat satu buah kartu secara acak. Tiap siswa memikirkan jawaban/soal dari kartu yang dipegang. Setiap siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya (soal/jawaban).

Baca juga:  Pembelajaran TIK selama Pandemi Gunakan Vidio dan Power Point

Setiap siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi poin. Sebaiknya model pembelajaran make a match dilakukan minimal dua kali. Yang pertama dengan mencari pasangan dalam kelompok-kelompok kecil. Ini dimaksudkan peserta didik lebih mudah mencari pasangan jawaban atau soal. Kemudian dilakukan dalam kelompok besar yaitu mencari pasangan dalam kelompok satu kelas.

Dengan adanya kegiatan mencari pasangan jawaban atau soal, peserta didik akan aktif. Aktif yang pertama peserta didik akan berusaha membaca literatur mencari kira-kira mana jawaban atau soal yang sesuai dengan kartu yang dipegangnya. Keaktifan yang kedua peserta didik akan menjalin komunikasi dengan temannya yang lain untuk mencari atau menanyakan soal atau jawaban yang cocok dengan kartu yang dipegangnya. (bat2/ton)

Guru SMP N 1 Kandeman Batang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya