alexametrics

Mengatasi Learning Loss di PAUD Pascapandemi Covid-19

Oleh : Riyantiningsih SPd.AUD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pandemi Covid-19 belum juga usai secara tuntas. Anak didik terutama di PAUD masih harus mengikuti kebijakan dari pemerintah untuk melaksanakan pembelajaran kombinasi baik daring maupun luring dilakukan dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan. Meskipun pembelajaran jarak jauh sudah didukung dengan berbagai teknologi, masih ada celah yang menyebabkan pembelajaran kurang efektif. Salah satu hal yang dikhawatirkan jika hal tersebut berlangsung dalam waktu cukup lama, maka indikasi learning loss atau berkurangnya pengetahuan dan keterampilan secara akademis akan semakin besar.

Guru memiliki peran yang sangat utama dalam perkembangan otak anak dan lingkungan sekolah melengkapi pertumbuhannya.oleh karena itu guru harus memiliki potensi dan kemampuan yang profesional. Berbagai metode dan strategi pengajaran yang tepat akan membantu mempercepat stimulasi anak dalam menerima suatu konsep pendidikan. Bila tugas guru PAUD tersebut di atas digantikan oleh orang tua di rumah, dengan berbagai latar belakang yang kompleks, apakah Anak Usia Dini mampu menumbuhkan dan mengembangkan diri secara maksimal? (Morrison, 2009).

Baca juga:  Tingkatkan Hasil Belajar Lompat Jauh melalui Permainan Sunda Manda

Dari berbagai survei yang didapat selama pembelajaran jarak jauh berlangsung, diperoleh data tentang beberapa hal yaitu :1) Aplikasi pembelajaran. Aplikasi Pembelajaran yang sering digunakan di PAUD selama pandemi yaitu Google Meet, Zoom Meeting, dan WhatsAap. Ketika di awal pandemi dan pembelajaran jarak jauh dimulai maka Zoom Meeting, Google Meet, dan WhatsAap Group menjadi favorit media pembelajaran. Anak dan ortu sangat antusias dalam melaksanakan tugas. Dengan berjalannya waktu, menjalani PJJ dengan menggunakan aplikasi tersebut baik anak maupun orangtua sudah mengalami penurunan dengan berbagai permasalahan.kesepakatan waktu yang harus dipersiapkan oleh orangtua murid dan guru tidak bisa konsisten.

2) Frekuensi komunikasi empat mata antara guru dan anak didik PAUD. Kegiatan belajar mengajar di lembaga PAUD dapat terlaksana secara maksimal apabila antara guru dan anak didik terjadi kontak secara langsung. Kontak langsung dalam hal ini adalah anak dapat melihat mata dan wajah gurunya secara langsung tanpa media bantu serta kontak fisik lain berupa anak cium tangan guru, sentuhan guru untuk menumbuhkan rasa nyaman anak atau perhatian guru secara langsung yang bisa membuat suasana hati anak menjadi gembira dan lebih baik. Di masa pandemi Covid 19 hal tersebut tidak akan bisa ditemui karena melanggar protokol kesehatan.

Baca juga:  Meningkatkan Hasil Belajar dengan Metode Demontrasi pada Pelajaran TIK

3) Perubahan waktu dan tempat. Kegiatan belajar mengajar yang biasanya rutin telah ditentukan oleh sekolah dalam suatu tata tertib maka selama pandemi Covid 19 mengalami perubahan waktu dan tempat secara drastis. Anak hanya boleh belajar dengan pembelajaran jarak jauh yaitu di rumah dengan kondisi apapun dan waktu yang sudah disepakati antara guru dengan orang tua murid. Orangtua yang tadinya tidak siap dengan kondisi anak disekolah, mau tidak mau harus bisa menggantikan posisi guru di rumah. Anak yang sudah terbiasa berinteraksi dengan guru pasti akan menuntut orangtua untuk bisa seperti gurunya dan itu merupakan sebuah dilema. Belum lagi dalam hal interaksi guru dan anak, anak dengan anak, waktu belajar anak, tingkat konsentrasi anak, keterbatasan komunikasi, materi/kegiatan tidak tuntas, dan konsep yang diberikan guru tidak bisa terserap secara maksimal oleh anak.

Baca juga:  Meningkatkan Kemampuan Membaca Puisi dengan Metode Demonstrasi

Dari berbagai penjelasan di atas, kita bisa bayangkan begitu banyaknya anak-anak kehilangan kesempatannya untuk berkembang secara maksimal. Konsep-konsep dasar pengetahuan dan ketrampilan penting yang harus dimiliki tidak bisa terserap secara maksimal dan akhirnya anak akan mengalami learning loss. Tatap muka adalah satu-satunya cara yang sangat efektif untuk menumbuhkembangkan anak. Kita semua berharap agar pandemi segera usai dan anak usia dini bisa menikmati dunianya kembali untuk bermain secara bebas tanpa adanya masker dan lainnya sebagai pembatas. (igi1/ton)

Guru TK Islam Al Husna Salatiga

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya