alexametrics

Membandingkan Cara Perkembangbiakan Tumbuhan dan Hewan dengan Metode Make a Match

Oleh : Vivin Nurma Wijayanti, S.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran di sekolah dasar sampai saat ini masih terpusat pada guru. Interaksi aktif antara siswa dengan guru atau siswa dengan siswa jarang terjadi seperti siswa kurang terampil menjawab pertanyaan atau bertanya tentang konsep yang diajarkan, siswa kurang bisa bekerja dalam kelompok diskusi dan pemecahan masalah yang diberikan, siswa cenderung belajar sendiri karena siswa jarang menemukan jawaban/permasalahan atau konsep yang dipelajari. Hal ini menunjukkan bahwa guru belum menguasai sistem pengajaran yang berlaku selama ini.

Pembelajaran dikatakan baik bila tingkat penguasaan materi pembelajaran siswa dalam hasil evaluasinya meningkat dari pembelajaran pertama dan seterusnya. Prestasi siswa di kelas VI SDN Randugunting 4, Kecamatan Tegal Selatan Kota Tegal dalam pembelajaran kompetensi dasar 3.1 Membandingkan Cara Perkembangbiakan Tumbuhan dan Hewan belum mengalami ketuntasan. Keberhasilan dalam pembelajaran tidak lepas dari berbgai faktor guru dalam pembelajaran terutama dalam pemilihan metode pembelajaran.

Baca juga:  Penerapan Model Kooperatif NHT pada Materi Fungsi Kuadrat

Seperti yang dialami penulis dalam pembelajaran pada kompetensi dasar ini. Penulis mengalami kesulitan dalam penanaman konsep. Hal ini dibuktikan dengan hasil evaluasi, dari 25 siswa, hanya ada 7 siswa yang dapat mencapai nilai KKM, dan 18 siswa yang belum tuntas memenuhi KKM.

Berdasarkan latar belakang yang penulis uraikan di atas, maka penulis menentukan identifikasi masalah sebagai berikut: 1) Guru kurang memberikan motivasi/penguatan kepada siswa, sehingga siswa tidak percaya diri, saat disuruh maju tidak mau. 2) Guru dalam menyampaikan materi tidak memanfaatkan alat peraga yang relevan, sehingga ada siswa yang mainan sendiri saat pembelajaran tidak berlangsung. 3) Guru kurang memberikan pembibingan dalam pembelajaran, sehingga beberapa siswa tidak mengerjakan tugas. 4) Metode pembelajaran yang digunakan guru kurang menarik, sehingga masih banyak siswa yang pasif. 5) Dalam menyampaikan materi guru kurang bervariasi, sehingga ada siswa yang mengobrol dengan temannya saat pembelajaran berlangsung. Masalah-masalah tersebut mengakibatkan rendahnya hasil belajar siswa. Sebagian siswa belum dapat mengidentifikasi cara hewan menyesuaikan diri dengan lingkungannya dengan tepat.

Baca juga:  Belajar Angka Jawa dengan Shopping Playing

Untuk mengatasi masalah yang dialami, penulis mengambil langkah memilih metode pembelajaran kooperatif tipe make-a match. Pembelajaran kooperatif tipe make-a match atau mencari pasangan dikembangkan oleh Lorna Curran, adalah siswa mencari pasangan sambil belajar mengenai suatu konsep atau topik dalam suasana yang menyenangkan. Metode pembelajaran tipe ini dilakukan dengan cara membuat kartu soal dan kartu jawaban yang berisi konsep/topik yang dipelajari. Adapun langkah-langkah penerapan dalam pembelajaran kooperatif tipe make-a match sebagai berikut : 1) Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topik yang cocok untuk sesi review, satu bagian kartu soal dan bagian lainnya kartu jawaban. 2) Setiap siswa mendapatkan sebuah kartu yang bertuliskan soal/jawaban.

Baca juga:  Mudahkan Pembelajaran PAI dengan Metode Make a Match

3) Tiap siswa memikirkan jawaban/soal dari kartu yang dipegang. 4) Setiap siswa mencari pasangan kartu yang cocok dengan kartunya. 5) Setiap siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu ditentukan akan diberi poin. 6) Siswa yang tidak berhasil mendapatkan jawaban dari kartu yang dipegangnya akan mendapat hukuman yang telah disepakati bersama sebelumnya. 7) Guru bersama-sama siswa menyimpulkan hasil pembelajaran.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, model pembelajaran kooperatif tipe make-a match dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VI semester I SD Negeri Randugunting 4 Kota Tegal Tahun Pelajaran 2021/2022. Pada hasil belajar, data awal 28 % menjadi 92 % yang tuntas dari 25 peserta didik. Ini membuktikan bahwa model kooperatif tipe make-a match dapat meningkatkan hasil belajar KD 3.1 Membandingkan cara perkembangbiakan tumbuhan dan hewan. (kj1/ton)

Guru Kelas VI SDN Randugunting 4 Kota Tegal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya