alexametrics

Memahami Konflik Sosial dengan Mencari Pasangan

Oleh : Indah Kartika Sari, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kegiatan pembelajaran di SMAN 1 Wonotunggal sekarang ini sudah mulai menjalankan tatap muka kembali meski masih 50 persen. Dalam pelaksanaannya guru memiliki tantangan atau permasalahan tersendiri yang sulit dihadapi. Setiap tantangan bisa disebabkan karena faktor internal atau dalam diri guru itu sendiri. Atau faktor eksternal, yaitu bisa dari siswa atau lingkungan SMA N 1 Wonotunggal. Meski begitu, guru harus bisa mengatasi permasalahan tersebut agar pembelajaran tetap berjalan lancar dan efektif.

Penulis, sebagai guru harus terampil dalam mengelola kelas sesuai dengan karakteristik siswa. Hal ini bertujuan supaya materi belajar yang diajarkan tersampaikan dengan baik. Salah satunya dengan menggunakan model pembelajaran yang tepat dalam kegiatan belajar mengajar di kelas.

Di kelas XI penulis, mengajar menggunakan model mencari pasangan atau dikenal dengan istilah Index Card Match (ICM) pada materi konflik sosial. Tipe index card match berhubungan dengan cara-cara belajar agar siswa lebih lama mengingat materi pelajaran yang dipelajari dengan teknik mencari pasangan kartu yang merupakan jawaban atau soal sambil belajar mengenai suatu konsep atau topik dalam suasana menyenangkan (Silberman, 2006: 250).

Baca juga:  Membaca Cepat dengan Pembiasan Membaca 15 Menit sebelum KBM Dimulai

Menurut Ismail (2008), prinsip-prinsip yang digunakan dalam model pembelajaran aktif tipe index card match adalah sebagai berikut: 1) Memahami sifat peserta didik 2) Mengenal peserta didik secara perorangan. 3) Memanfaatkan perilaku peserta didik dalam berorganisasi belajar. 4) Mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif mampu memecahkan masalah. 5) Menciptakan ruangan kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik. 6) Memanfaatkan ruangan kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik. 7) Memanfaatkan lingkungan sebagai lingkungan belajar. 8) Memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan. 9) Membedakan antara aktif-fisik dengan aktif mental.

Penggunaan model mencari pasangan dilakukan di kelas XI pada materi konflik sosial dengan langkah-langkah proses pembelajaran sebagai berikut: 1) membuat potongan kertas sejumlah peserta didik yang ada di dalam kelas 2) kertas-kertas tersebut dibagi menjadi dua bagian, membentuk kartu soal dan kartu jawaban 3) menulis pertanyaan dan jawaban di kartu tersebut 4) membagikan kartu tersebut kepada siswa secara acak, ada yang dapat kartu soal dan ada yang dapat kartu jawaban 5) siswa disuruh mencari pasangan sesuai dengan jawaban dari pertanyaannya, kemudian disuruh duduk berdekatan 6) setelah semua siswa menemukan pasangannya, secara bergantian mereka membacakan soal dan pertanyaannya di depan teman-temannya di kelas 7) guru memberikan penilaian atas soal dan jawaban yang siswa bacakan, apakah sudah tepat apa belum.

Baca juga:  Dilema Pembelajaran Jarak Jauh

Dari pembelajaran yang penulis lakukan, penggunaan model mencari pasangan bisa menarik perhatian siswa. Untuk belajar materi konflik sosial, menumbuhkan rasa senang kepada siswa, menciptakan kondisi yang aktif dan menyenangkan serta bisa meningkatkan hasil belajar siswa pada materi konflik sosial. Selain itu sebagai guru bisa melakukan penilaian langsung terhadap siswa saat berlangsungnya kegiatan pembelajaran. (wa2/fth)

Guru Sosiologi SMAN 1 Wonotunggal, Kab. Batang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya