alexametrics

Discovery Learning, Tingkatkan Minat Belajar Siswa

Oleh: Setiyanto, S.Pd.SD.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Banyaknya materi pelajaran yang harus dipelajari menjadi momok tersendiri bagi siswa. Minat siswa belajar yang rendah tentu akan berdampak pada nilai yang rendah.

Hal itu terjadi di kelas IV di SD Negeri 2 Tambahrejo, Kecamatan Pageruyung. Menurut Djaali (2008: 121) minat adalah rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Guru harus berupaya mencari model yang dapat menumbuhkan minat belajar siswa. Agar pembelajaran dapat berhasil. Terlebih ketika pembelajaran IPA khususnya materi Siklus hidup hewan.

Minat berfungsi sebagai pendorong keinginan seseorang, penguat hasrat dan sebagai penggerak dalam berbuat yang berasal dari dalam diri seseorang. Untuk melakukan suatu dengan tujuan dan arah tingkah laku sehari-hari. Hal ini sesuai yang dijelaskan Sardiman (2013: 84). Bahwa fungsi minat adalah 1) Mendorong manusia berbuat, yaitu sebagai penggerak atau motor yang melepaskan energi. 2) Menentukan arah perbuatan, yakni ke arah tujuan yang dicapai. 3) Menyeleksi perbuatan, yakni menentukan perbuatan perbuatan apa yang serasi guna mencapai tujuan.

Baca juga:  Pangkas Layanan Ribet dan Kurangi Seremonial

Dalam belajar, diperlukan berbagai faktor. Sehingga kadang bila faktor itu tidak ada dan menyebabkan minat untuk belajar bagi siswa berkurang, bahkan hilang. Faktor yang mempengaruhi minat belajar yakni 1) Faktor individu, merupakan faktor yang muncul dalam diri individu secara alami. Hal ini diakibatkan karena kematangan, kecerdasan, latihan, motivasi dan sifat pribadi. Setiap individu memiliki tingkat kecerdasan berbeda-beda dan mempengaruhi minatnya terhadap sesuatu. 2) Faktor sosial, merupakan faktor yang muncul dari luar diri individu. Hal ini diakibatkan karena kondisi keluarga, lingkungan, pendidikan dan motivasi sosial.

Menurut Effendi (2012) Discovery learning merupakan suatu pembelajaran yang melibatkan peserta didik dalam pemecahan masalah untuk pengembangan pengetahuan dan keterampilan. Dari teori diatas, discovery learning merupakan proses pembelajaran yang tidak diberikan keseluruhan. Melainkan melibatkan siswa untuk mengorganisasi mengembangkan pengetahuan dan keterampilan untuk pemecahan masalah. Sehingga dengan penerapan model discovery learning dapat meningkatkan kemampuan penemuan individu selain itu agar kondisi belajar yang awalnya pasif menjadi lebih aktif dan kreatif.

Baca juga:  Pembelajaran Kooperatif Tipe Make a Match Meningkatkan Hasil Belajar Matematika

Guru dapat mengubah pembelajaran yang awalnya teacher oriented menjadi student oriented. Dalam model pembelajaran discovery learning guru bertugas membimbing dan mengarahkan siswa untuk dapat belajar dan berpikir secara kreatif. Caranya guru hanya menyampaikan materi secara garis besar. Selanjutnya siswa dituntut mencari informasi sebanyak mungkin, membandingkan, mengkategorikan, menganalisis, mengintegrasikan dan membuat kesimpulan.

Dengan model pembelajaran discovery learning, sebagian besar siswa antusias dalam menerima materi pembelajaran. Meskipun masih ada sebagian kecil siswa merasa kesulitan dalam menyelesaikan tugas. Tetapi siswa mulai termotivasi meningkatkan minat belajar. Dari sini, penulis dapat mengambil kesimpulan, bahwa penerapan model pembelajaran discovery learning pada mata pelajaran IPA materi Siklus hidup hewan berhasil meningkatkan minat belajar siswa. Orang tua siswa juga merasa senang dengan inovasi guru yang masih semangat mengajar, meskipun kondisi pandemi. (kd/fth)

Baca juga:  RME Tumbuhkan Kemampuan Berpikir Siswa dalam Belajar Matematika

Guru Kelas IV SD N 2 Tambahrejo, Pageruyung, Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya