alexametrics

Degradasi Budaya Sekolah di Masa Pandemi

Oleh : Sobirin,S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Budaya sekolah adalah kualitas sekolah di kehidupan sekolah yang tumbuh dan berkembang berdasarkan spirit dan nilai-nilai tertentu yang dianut sekolah (Dikmenum: 2002:14). Budaya sekolah adalah keseluruhan latar fisik, lingkungan, suasana, rasa, sifat, dan iklim sekolah yang secara produktif mampu memberikan pengalaman baik bagi bertumbuh kembangnya kecerdasan, keterampilan, dan aktivitas siswa. Budaya sekolah dapat ditampilkan dalam bentuk hubungan kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan lainnya bekerja, kedisiplinan, rasa tanggung jawab, berpikir rasional, motivasi belajar, kebiasaan memecahkan masalah secara rasional.

Dampak Virus Covid-19 adalah adanya degradasi terhadap budaya sekolah. Budaya sekolah yang lama sudah disepakati dan berjalan dengan baik sedikit banyak mengalami penurunan atau bergeser. Dari sudut siswa misalnya saat di sekolah siswa diajarkan tentang disiplin, rasa tanggung jawab, hormat pada guru, gotong royong, bekerja sama, semangat berkompetisi, motivasi belajar, cara berkomunikasi dan sebagainya.

Baca juga:  Optimalkan Pembelajaran Praktik Biologi di Masa Pandemi dengan Pembelajaran Berbasis Projek

Hal itu nampak ketika siswa diberi tugas saat daring. Banyak siswa kurang tanggung jawab dan disiplin mengerjakan tugas. Jika mengerjakan tugas hasilnya kurang maksimal dan sebatas mengerjakan. Kurangnya jiwa berkompetisi dan hilangnya motivasi belajar. Sementara kurangnya pertemuan langsung dengan guru menjadikan siswa kurang hormat pada guru.

Penurunan budaya sekolah yang dialami guru adalah saat kegiatan mengajar dan mendidik. Banyak guru kurang kreativitas. Sehingga saat mengajar hanya mentransfer ilmu tanpa dibarengi mendidik. Mengajar sebatas menggugurkan tanggung jawab pekerjaan. Perhatian terhadap siswa dalam memberikan suri tauladan dan tutur kata berkurang. Komunikasi dan rasa kekeluargaan sesama pendidik dan tenaga kependidikan renggang karena work from home (WFH).

Baca juga:  Pramuka Tetap Jaya di Masa Pandemi

Budaya sekolah dapat tercipta melalui pembiasaan. Pembiasaan baik akan menghasilkan budaya positif. Namun tidak dipungkiri semua itu tidak lepas dari peran penting pimpinan sekolah. Kepala sekolah menjadi bagian penentu terwujudnya budaya sekolah yang baik atas dasar kebijakan yang diberlakukan, program yang dicanangkan, serta sasaran dan strategi pencapaian yang jelas.

Kepala sekolah selaku manajer sekolah harus fokus terhadap Visi dan Misi. Kepala sekolah perlu membuat tata aturan kerja yang jelas bagi guru dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya di masa pandemi. Kepala sekolah bersama guru dan komite sekolah duduk bersama mereview kurikulum sekolah.

Dalam tugas supervisi kepala sekolah mengadakan program supervisi secara melekat. Untuk saat ini perlu dirancang dengan kreatif untuk mengukur kinerja guru saat memfasilitasi pembelajaran jarak jauh (PJJ). Selain menerima laporan tertulis guru, kepala sekolah secara proaktif masuk grup WA di setiap paguyuban kelas. Format supervisi dirancang lebih sederhana dan fleksibel.

Baca juga:  CRH Mempermudah Mengenali Perbedaan Makhluk Hidup dan Benda Mati

Kepala sekolah juga lebih sering mengajak berdiskusi tentang program mingguan, pemetaan materi dan asesmen yang digunakan, Kepala sekolah memotivasi guru untuk banyak belajar dari internet maupun mengikuti pelatihan webinar yang diadakan berbagai lembaga agar dapat menambah wawasan tentang PJJ.

Terbangunnya komunikasi yang kondusif antara guru, siswa dan orang tua membawa dampak yang besar bagi budaya sekolah. Untuk itu keterlibatan masyarakat dalam berbagai kegiatan sekolah baik langsung maupun tidak sangat diperlukan untuk mengembalikan budaya sekolah yang positif. (kd/fth)

Kepala SDN 3 Jungsemi, Kecamatan Kangkung, Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya