alexametrics

Project Base Learning dalam Pembelajaran Bioteknologi

Oleh : Tri Handayani, S.Pd., M.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semua sekolah melaksanakan pembelajaran daring sejak awal sampai akhir 2020. Banyak platform digital yang bisa digunakan para guru dalam menyampaikan materi pembelajaran maupun tugas kepada siswa. Diantaranya google classroom (GC), rumah belajar dari kemdikbud, schoology, edmodo, quizizz, google meet, zoom, whatsapp (WA), telegram, bahkan tik tok.

Model pembelajaran inovatif juga banyak. Seperti Pembelajaran Problem Based Learning, Project Based Learning, Inquiry Learning, Discovery Learning, Model Pembelajaran Flipped Classroom, dan lainnya. Semua baik digunakan dalam masa pandemi. Tergantung situasi dan kondisi siswa dan materi yang disampaikan. Guru dapat memilih model yang cocok.

Berdasarkan Surat Perintah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal No.420/ 3770/ Disdikbud tanggal 14 Januari 2022 SMP Negeri 3 Patebon diberikan ijin melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) 100 persen. Guru lebih semangat dalam menyampaikan pembelajaran.

Sebagai guru SMP 3 Patebon, penulis mencoba menyampaikan pembelajaran dengan model pembelajaran Project Based Learning untuk materi Bioteknologi. Pembelajaran Problem Based Learning adalah metode pembelajaran menggunakan proyek/kegiatan sebagai media. Peserta didik melakukan eksplorasi, penilaian, interpretasi, sintesis dan informasi untuk menghasilkan berbagai bentuk hasil belajar. Menurut Goodman dan Stevers (2010) Project Based Learning merupakan pendekatan pengajaran yang dibangun diatas kegiatan pembelajaran dan tugas nyata yang memberikan tantangan bagi peserta didik terkait kehidupan sehari hari untuk dipecahkan secara berkelompok.

Baca juga:  Pemanfaatan Google Form sebagai Media Pembelajaran Jarak Jauh

Penerapan PBL dapat digunakan ketika pendidik ingin mengkondisikan pembelajaran aktif yang berpusat pada peserta didik. Model pembelajaran ini juga dapat digunakan ketika pendidik ingin lebih menekankan pada keterampilan sains yaitu pada kegiatan mengamati, menggunakan alat dan bahan, menginterpretasikan, merencanakan proyek, menerapkan konsep, mengajukan pertanyaan dan berkomunikasi dengan baik.

Sebelum pembelajaran, perlu disiapkan langkah-langkah sebagai berikut: 1) Penentuan projek, 2) Perancangan langkah-langkah penyelesaian proyek, 3) Penyusunan jadwal pelaksanaan proyek, 4) Penyelesaian projek dengan fasilitasi dan monitoring guru, 5) Penyusunan laporan dan presentasi/publikasi hasil projek, dan 6) Evaluasi proses dan hasil projek.

Pada Kompetensi Dasar Bioteknologi yang mempelajari tentang pemanfaatan makhluk hidup (bakteri, fungi, virus, dan lain lain) maupun produk dari makhluk hidup (enzim, alkohol) dalam proses produksi untung menghasilkan barang dan jasa. Produk produk bioteknologi berupa makanan, minuman, obat-obatan, hingga makhluk hidup. Menurut perkembangannya Bioteknologi dibagi bioteknologi Tradisional (konvensional) dan bioteknologi Modern. Bioteknologi tradisional ditandai penggunaan mikroba (fermentasi) untuk pengolahan atau pengawetan makanan dan minuman. Contohnya roti, tempe, tape, sake, oncom,dan kecap.

Baca juga:  Profil Guru BK dalam Layanan Mempesona di Masa Pandemi

Bioteknologi Modern diawali penemuan enzim endonuklease retriksi. Enzin ini yang memungkinkan memotong dan menyisipkan DNA ke makhluk hidup dengan menggunakan teknologi reproduksi atau Rekayasa Genetika serta alat alat yang canggih dalam menghasilkan produk dibidang pangan, kesehatan, pertanian. Contoh Bioteknologi Modern antara lain: jagung BT, tomat flavr Savr, vaksin, hormone insulin, hingga bayi tabung.

Peserta didik dibentuk beberapa kelompok untuk menentukan sendiri tugas yang akan dibuat berkaitan produk Bioteknologi konvensional. Masing-masing kelompok dipersilahkan merancang langkah-langkah yang akan dilakukan selama pembuatan proyek. Selanjutnya membuat jadwal pelaksanaan proyek.

Waktu pelaksanaan proyek selama 2 minggu dengan fasilitas dan monitoring guru. Setelah selesai masing-masing kelompok mempresentasikan hasil. Akhir proyek, guru bersama peserta didik mengevaluasi. Guru memberikan apresiasi kepada kelompok yang berhasil dan memberi motivasi kepada kelompok yang gagal.

Baca juga:  Whatsapp sebagai Sarana Pembelajaran Efektif di Masa Pandemi Covid-19

Dari hasil angket yang dibagi ke siswa terkait pembelajaran dengan model Project Based Learning (PBL) 25 siswa dari 27 siswa (92 persen) senang dengan model pembelajaran proyek ini. Dan dari 6 kelompok kelas IX-C hanya 1 kelompok yang gagal. Dengan demikian PBL cocok diterapkan dalam mempelajari Bioteknologi. (kd/fth)

Guru SMP Negeri 3 Patebon

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya