alexametrics

Pembelajaran Kosakata Bahasa Inggris dengan Vocabulary Graphic Organizer

Oleh : Heni Triyana, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran bahasa Inggris meliputi empat keterampilan berbahasa. Yaitu mendengarkan, membaca, menulis, dan berbicara. Empat keterampilan tersebut didukung fonologi, kosakata, dan tatabahasa.

Fonologi berhubungan dengan pengucapan. Kosakata berhubungan dengan arti, dan tatabahasa berhubungan dengan perubahan kata dan kalimat. Dalam proses pembelajaran bahasa asing membutuhkan penguasaan kosakata yang cukup untuk dapat berkomunikasi. Penguasaan dan perbendaharaan kosakata merupakan aspek mendasar ketika peserta didik mempelajari bahasa pada berbagai tingkatan. Mutlak, pembelajaran dan pengajaran kosakata menjadi prioritas yang utama.

Pembelajaran kosakata tidak terlepas dari pemerolehan bahasa (Second Language Acquisition). Khususnya bahasa kedua, yaitu bahasa Inggris. Tujuan utama program pengajaran bahasa Inggris adalah membantu pembelajar memperoleh kosakata yang luas. Di setiap pelajaran, guru harus memperkenalkan kata-kata baru dan menyuruh pembelajar berlatih kata-kata itu, dan mencarinya dalam arti yang jelas (Cross, 1992:17).

Menurut Brown & Payne dalam Hatch dan Brown (1995: 373), ada lima langkah penting dalam pembelajaran kosakata. Yaitu 1) Memiliki sumber menemukan kata-kata baru. Sumber teks berbagai bacaan baik dari buku maupun media massa adalah yang paling tepat untuk menemukan kosakata baru. 2) Memperoleh gambaran jelas dari kata-kata baru itu. Baik yang dapat dilihat maupun didengar atau dua-duannya. Ini jelas kata-kata baru itu dapat dilihat bentuknya terutama kata benda, atau didengar kata-kata baru itu dalam suatu pembicaraan atau interaksi lisan baik satu arah seperti sambutan, pidato, ceramah, dan sebagainnya, maupun pembicaraan dua arah atau dialog. 3) Mempelajari arti kata itu. Dalam hal ini, kata baru yang ditemukan harus dipelajari apakah itu kata benda, kata kerja, kata sifat, keterangan, dan sebagainnya. 4) Membuat konstruksi yang kuat antara bentuk dan arti kata itu. Konstruksi dalam mengubah bentuk kata dari berbagai jenis kata, misalnya dari kata sifat menjadi kata kerja, atau kata benda, kata benda menjadi kata sifat, dan sebagainnya. 5) Menggunakan kosakata atau mengaplikasikannya kosakata baru itu dalam menulis maupun berbicara.

Baca juga:  Metode Mind Mapping Permudah Menulis Teks Descriptive

Berdasarkan penjelasan tersebut, salah satu model pembelajaran yang dapat dilakukan di kelas dalam membelajarkan kosakata adalah menggunakan media vocabulary graphic organizer. Media vocabulary graphic organizer berupa peta konsep dengan berbagai elemen yang dapat dikreasikan dan dikembangkan sesuai tingkat kemampuan maupun kebutuhan peserta didik. Melalui media vocabulary graphic organizer, peserta didik diarahkan mengidentifikasi kosakata baru yang didapatkan baik dalam proses pembelajaran maupun dari referensi-referensi yang ditemuinya. Kemudian disandingkan dengan elemen pendukung yang berhubungan sehingga dapat terbangun pemahaman secara lebih komprehensif terhadap kata tersebut. Melalui bentuk graphic organizer ini, siswa memikirkan istilah atau konsep dalam beberapa cara. Pengelola kosakata baru ini mendorong siswa dalam mengembangkan definisi, sinonim, antonim, dan gambar untuk kata atau konsep kosakata yang diberikan.

Baca juga:  Belajar Pelestarian Lingkungan Jadi Seru dengan Outdoor Study

Bentuk umum vocabulary graphic organizer berupa elemen kotak persegi yang terbagi empat kemudian ditambahkan satu panel lingkaran tepat di tengahnya sebagai tempat untuk menuliskan sebuah kosakata baru yang akan dipelajari. Keempat kotak yang mengelilingi panel kosakata tersebut kemudian diisi dengan konsep yang berhubungan dengan kosakata yangs sedang dipelajari. Guru dapat mengisi kotak tersebut sesuai kebutuhan dan tingkat penguasaan bahasa peserta didik.

Bentuk standar yang dapat dipakai misalnya, 1) write the definition, 2) use it in a sentence, 3) write a synonym of the word, dan 4) insert a picture. Model ini dapat diaplikasikan dalam pembelajaran maupun penugasan online melalui LMS semisal Google Classroom dengan menuangkan bentuk vocabulary graphic organizer ini dalam lembar kerja Google Slide untuk dikerjakan oleh siswa sebagai pekerjaan rumah maupun pada proses akhir pembelajaran.

Baca juga:  Meningkatkan Kosakata dan Keterampilan Berbicara Bahasa Inggris dengan Menggunakan Cake

Penulis menggunakan media vocabulary graphic organizer pada pembelajaran bahasa Inggris peminatan di kelas X SMAN 2 Slawi. Media ini dipergunakan pada setiap akhir pembelajaran sebagai sarana refleksi, evaluasi, maupun penugasan. Kosakata yang dipakai adalah kata-kata baru yang ditemukan dalam proses pembelajaran di hari tersebut. Kosakata yang dipakai haruslah yang benar-benar baru dijumpai. Peserta didik kemudian menuangkan kosakata tersebut ke dalam bentuk vocabulary graphic organizer yang sudah tersedia di lembar kerja google slide di Google Classroom miliknya.

Dalam satu pertemuan, peserta didik mengidentifikasi dan mengembangkan konsep pada 5 kosakata baru. Setiap pertemuan, perbendaharaan kosakata baru peserta didik semakin bertambah dan terekam dalam lembar kerja Google Slide. Guru dapat memberikan umpan balik melalui lembar kerja. Sehingga peserta didik dapat memperoleh pemahaman lebih baik. Media vocabulary graphic organizer dapat relevan dipergunakan dalam setiap materi di semua jenjang. (ump1/fth)

Guru Bahasa Inggris SMA Negeri 2 Slawi Kab. Tegal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya