alexametrics

Membudayakan Literasi Anak Berkebutuhan Khusus dengan Menumbuhkan Curiosity

Oleh : Nur Zakiyah, S.Pd.SD.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Gerakan membudayakan literasi di sekolah mungkin hal yang biasa bagi sekolah umum atau siswa pada umumnya. Namun membudayakan literasi bagi Anak Berkebutuhan Khusus menurut penulis merupakan hal yang memiliki tantangan tersendiri apalagi ditambah dengan kondisi berbeda seperti sekarang dengan adanya pandemi covid-19. Sesuai pendapat Alberta (2009), literasi ialah kemampuan membaca dan menulis, menambah pengetahuan dan ketrampilan, berpikir kritis dalam memecahkan masalah, serta kemampuan berkomunikasi secara efektif yang dapat mengembangkan potensi dan berpartisipasi dalam kehidupan masyarakat. Juga sesuai pendapat National Institute for Literacy (2001) yang mendefinisikan literasi sebagai kemampuan individu untuk membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian yang diperlukan dalam pekerjaan, keluarga dan masyarakat.

Jika budaya literasi mampu tumbuh di area Anak Berkebutuhan Khusus, tentu anak-anak akan mampu lebih berkembang dan keluar dari zona nyaman mereka. Siswa berkebutuhan khusus pun akan semakin memiliki kesempatan untuk menjadi orang sukses dari pengembangan materi yang ada di dunia literasi tersebut. Anak-anak di masa tumbuh kembangnya pasti akan memiliki curiosity yang tinggi mengenai hal-hal yang ada di sekitarnya. Rasa keingintahuan merupakan inti dari proses pembelajaran. Dengan adanya rasa ingin tahu maka anak-anak akan mudah tertarik pada sesuatu, sehingga membuat mereka ingin belajar lebih jauh, dan mencari cara sendiri agar curiosity dalam dirinya terpenuhi.

Baca juga:  Pendekatan CPS Mudahkan Siswa Hadapi Masalah Menulis

Berikut ini adalah alternatif cara yang bisa digunakan untuk menumbuhkan rasa ingi tahu pada Anak Berkebutuhan Khusus dan mungkin bisa diadaptasi juga untuk anank non Berkebutuhan Khusus :

1) Melatih bertanya dengan pertanyaan 5W. Cara meningkatkan rasa ingin tahu pada anak yang pertama bisa kita lakukan adalah dengan mengajak mereka mengajukan pertanyaan serta menemukan jawabannya mengenai hal-hal sederhana. Dimana kata tanya yang bisa Kita gunakan yaitu bentuk pertanyaan 5W meliputi siapa, apa, kapan, mengapa dan dimana.

2) Tunjukkan sebuah perubahan. Untuk meningkatkan keingintahuan pada anak dapat Kita lakukan dengan menunjukkan adanya sebuah perubahan di lingkungan sekitar. Cara ini akan menimbulkan rasa ingin tahu pada anak mengenai cara kerja sesuatu.

Baca juga:  Menggugah Minat Belajar dengan Problem Based Learning

3) Memberi kebebasan mencoba dan gagal. Meningkatkan rasa ingin tahu pada anak juga bisa Kita lakukan dengan memberikan kebebasan pada buah hati untuk mencoba meski gagal. Biarkan anak-anak bereksperimen dengan jawaban mereka untuk membangun keterampilan dalam pemecahan masalah, mengembangkan pengetahuan dan meningkatkan rasa ingin tahu anak.

4) Bertanya pada anak tentang suatu hal yang ingin mereka ketahui. Sebagai orang tua, kita bisa bertanya kepada anak mengenai suatu hal yang ingin mereka ketahui untuk membantu serta menuntun rasa keingintahuan mereka. Misalnya, saat kita melihat seekor cicak yang berjalan di dinding lalu menghilang maka cobalah tanyakan pada anak kemana cicak tersebut pergi dan apa yang akan mereka lakukan

5) Ajak berbicara. Orang tua harus membiasakan diri terlibat dalam kegiatan yang bisa meningkatkan percakapan dengan buah hatinya. Untuk memperluas percakapan, kita bisa memakai pertanyaan seperti apa yang terjadi selanjutnya?, bagaimana dia melakukannya? , menurutmu mengapa itu bisa terjadi?, kemana dia pergi? dan sebagainya.

Baca juga:  Belajar Matematika di Rumah saja dengan PBA

6) Ajak anak ke suatu tempat. Dengan mengunjungi suatu tempat yang ada di luar rumah maka anak-anak berkesempatan memperoleh pengalaman dan pengetahuan yang lebih luas tentang dunia. Hal ini juga bisa bisa meningkatkan rasa ingin tahu anak pada alam, hewan, buku dan sebagainya.

7) Melakukan aktivitas yang bisa menyebabkan kebingungan. Cara meningkatkan rasa ingin tahu anak bisa dilakukan dengan mengajak anak melakukan aktivitas yang dapat menyebabkan adanya kebingungan pada anak.

Rasa ingin tahu yang ada pada anak-anak berkebutuhan khusus memang perlu dikelola dengan baik agar dapat menciptakan generasi yang cerdas dan terampil. Namun dibutuhkan peran yang besar dari semua pihak untuk meningkatkan rasa ingin tahu pada anak. Dengan demikian rasa ingin tahu tersebut bisa menjadi media untuk belajar bagi anak-anak di masa tumbuh kembangnya. (bat1/ton)

Guru SDN 14 Mulyoharjo Pemalang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya