alexametrics

Implementasi Metode Discovery Learning pada Procedure Text

Oleh : Dwijantoro Buntomo Septyadi, S.Pd., M.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kebutuhan skill berbahasa Inggris khususnya pembelajaran terhadap siswa merupakan keharusan, di mana pada era digital dengan tataran komunikasi global saat ini berfungsi sebagai alat pengembangan diri siswa itu sendiri, terlebih penerapannya pada banyak bidang ilmu. Pada pembelajaran bahasa Inggris di SMP, khususnya SMP Negeri 43 Semarang, mencakup empat skill. Semuanya didukung unsur-unsur bahasa, diantaranya: (1) kosakata/vocabulary; (2) tata bahasa; serta (3) pronounciation yang sesuai dengan tujuan pembelajarannya.

Salah satu bentuk teks yang ada di pembelajaran bahasa Inggris adalah berbentuk procedure text dan harus dikuasai oleh siswa kelas IX pada kompetensi dasar 3.2, adalah membandingkan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan beberapa teks prosedur lisan dan tulis dengan memberi dan meminta informasi terkait resep makanan/minuman dan manual, pendek dan sederhana, sesuai dengan konteks penggunaannya. Juga kompetensi dasar 4.2 adalah menangkap makna secara kontekstual terkait fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan teks prosedur lisan dan tulis, sangat pendek dan sederhana, dalam bentuk resep dan manual.

Baca juga:  Meningkatkan Keterampilan Bercerita dengan Media Wayang Boneka

Dengan demikian maka indikator-indikator pada materi pokoknya: (1) mengidentifikasi makna gagasan dalam teks prosedur; (2) mengidentifikasi berbagai informasi yang terdapat dalam teks prosedur. Dalam hal ini, siswa diminta untuk membaca teks pendek berbentuk prosedur teks dan menterjemahkannya. Selanjutnya siswa mengidentifikasi serta mencari makna gagasan dan informasi dalam teks tersebut.

Jika hasil pembelajaran tersebut ternyata di bawah kriteria ketuntasan mnimal (KKM), dengan demikian pembelajaran ini kurang efektif, ada yang kesulitan mengerjakan penugasan dan merupakan kegagalan terhadap hasil dan proses belajar. Hal ini merupakan hal yang harus segera diatasi karena seorang guru agar kreatif dan inovatif dengan teknik pembelajaran berprinsip PAIKEM (Pembelajaran aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan).

Baca juga:  Efektifkan Pembelajaran di Masa Pandemi dengan Strategi Komunikasi

Berpijak pada hal tersebut, penulis mencoba menerapkan penggunaan metode pembelajaran discovery learning. Dalam hal ini discovery learning merupakan teori belajar dengan pengorganisasian. Sebagaimana pendapat Bruner, bahwa ‘Discovery Learning can be defined as the learning that takes place when the student is not presented with subject matter in the final form, but rather is required to organize it him self” (Lefancois dalam Emetembun, 1986:103). Yang menjadikan dasar ide Bruner ialah pendapat dari Piaget yang menyatakan bahwa anak harus berperan secara aktif didalam belajar di kelas. Untuk itu Bruner memakai metode yang disebutnya discovery learning, yaitu murid mengorganisasi bahan yang dipelajari dengan suatu bentuk akhir (Dalyono, 1996:41). Metode discovery learning adalah memahami konsep, arti, dan hubungan, melalui proses intuitif untuk akhirnya sampai kepada suatu kesimpulan (Budiningsih, 2005:43).

Baca juga:  Model Guru Kunjung Pelengkap Masa Pandemi Dapat Tingkatkan Motivasi Belajar Siswa

Prinsip belajar dalam discovery learning, dengan cara siswa didorong untuk mengidentifikasi apa yang ingin diketahui, dilanjutkan dengan pencarian informasi sendiri, selanjutnya mengorganisasi apa yang siswa tersebut ketahui dan pahami dalam bentuk akhir.
Pun demikian, kosakata dalam bahasa Inggris disebut vocabulary, adalah kosakata seseorang didefinisikan sebagai himpunan semua kata-kata yang dimengerti oleh orang tersebut atau semua kata-kata yang kemungkinan akan digunakan oleh orang tersebut untuk menyusun kalimat baru.

Teks prosedur digunakan untuk memberikan petunjuk tentang langkah-langkah/metoda/cara-cara melakukan sesuatu (Otong Setiawan Djuhaeri, 2006 : 38). Teks Prosedur umumnya berisi serangkaian langkah dalam membuat produk atau aktifitas. Teks ini umumnya memiliki generic structure: (1) goal atau tujuan kegiatan; (2) materials atau bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat produk/melakukan aktifitas yang sifatnya opsional; (3) steps atau tahapan-tahapan proses pembuatan dan pelaksanaan aktifitas. (bat1/ton)

Guru SMPN 43 Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya