alexametrics

Gerakan Literasi Sekolah Memaksimalkan Kemampuan Membaca Siswa

Oleh : Aulia Yuniarti

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pandemi terjadi di seluruh belahan dunia, begitu pula di Indonesia yang pada hakikatnya memberikan sebuah pembelajaran bagi seluruh orang yang merasakannya. Dunia pendidikan juga terdampak pandemi Covid-19 ini. Di antaranya sekolah-sekolah beralih dari yang semula menggunakan pertemuan atau pembelajaran tatap muka dialihkan ke pembelajaran jarak jauh atau dalam jaringan (daring) dikarenakan mencegah penularan dengan menjaga protokol kesehatan yaitu dengan memakai masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan dengan hand sanitizer atau lainnya.

Semenjak pandemi yang terjadi di awal tahun 2020 sekolah dilaksanakan dengan jarak jauh tanpa adanya pertemuan sebagaimana umumnya. Seperti saat sebelum pandemi sehingga terjadi learning loss pada kebanyakan siswa bahkan ada yang sampai putus sekolah, tentu hal ini sangat miris dan tidak kita inginkan terjadi.

Faktor ekonomi dampak dari pandemi salah satu penyebabnya karena siswa ada yang terpaksa bekerja saat pandemi untuk membantu perekonomian orangtuanya dan tidak adanya pantauan secara kontinyu dari bapak ibu guru saat pembelajaran dilakukan secara jarak jauh.

Baca juga:  Penerapan Model Pembelajaran Index Card Match Saat PTM Terbatas

Learning loss itupun terjadi selama kurang lebih 2 tahun anak-anak tanpa pantauan belajarnya, jarang membuka buku, waktunya banyak tersita untuk hal-hal yang kurang manfaat, fasilitas HP yang kurang memadai dan sebagainya. Siswa kelas 7 tahun pelajaran 2021-2022 ini adalah siswa yang ketika awal pandemi mereka masih duduk di kelas 4 sekolah dasar dengan aspek psikologis yang masih kekanakan, kurang tanggung jawab, sehingga kelas 7 sering diartikan sebagai masa transisi bagi anak-anak dari jenjang sekolah dasar ke sekolah menengah.

Gerakan Literasi Nasional yang dicetuskan oleh kementerian pendidikan ini juga diterapkan di SMP Negeri 1 Batang dengan maksud meningkatkan kemampuan baca siswa, menumbuhkan minat baca, memunculkan ide-ide, mendorong siswa agar aktif dikelas, sehingga memunculkan rasa tanggung jawab siswa.

Baca juga:  Dengan Podcast Bimbingan TIK Menjadi Menyenangkan

Program gerakan literasi sekolah menitikberatkan pada kesadaran anak untuk membaca, berlatih menulis, mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan berhitung (numerical) sehingga diharapkan gerakan literasi sekolah bisa meminimalisasi learningg loss bahkan menjadi solusi yang baik agar siswa menjadi lebih terarah, terbimbing dan memaksimalkan potensi yang dimiliki.

Mulai pertengahan semester 1 tahun pelajaran 2021-2022 sudah dilaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas 50 persen dengan menerapkan protokol kesehatan. Sehingga interaksi guru dengan siswa lebih maksimal dan segala sesuatunya dapat diatasi saat pembelajaran tentu hal ini merupakan karunia tersendiri sebagaimana diharapkan semua pihak setelah kurang lebih 2 tahun pembelajaran kurang efektif dilakukan secara daring.

Gerakan literasi sekolah di SMP Negeri 1 Batang dilaksanakan dengan dibimbing guru BK kolaborasi dengan guru mata pelajaran bahasa Indonesia selaku koordinator. Juga bagian kesiswaan dengan penjadwalan secara periodik seperti di hari Jumat pada jam pelajaran pertama di taman bacaan yang memang didesain seperti perpustakaan kecil yang memfasilitasi siswa dan memudahkan siswa untuk membaca. Disediakan juga perpustakaan utama di lantai 2 gedung sekolah ini. Selain dilaksanakan di hari Jumat periode terjadwal di hari Jumat sehat, literasi juga dimasukkan ke dalam muatan pelajaran bahasa Indonesia terjadwal di kelas seperti biasa.

Baca juga:  Mencetak Pahlawan Milenial dengan Metode Pembelajaran Picture and Picture

Siswa diharapkan akan terbiasa membaca dan menulis, menambah kosakata, dan lebih berprestasi. Hal ini dibuktikan dengan diikutsertakannya beberapa siswa dalam ajang karya ilmiah siswa dan beberapa event terkait lomba karya tulis di tingkat siswa. (bat2/lis)

Guru SMP Negeri 1 Batang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya