alexametrics

Tingkatkan Semangat Belajar IPS dengan Bermain Peran

Oleh: Kartikasari, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan salah satu mata pelajaran yang mempunyai peranan penting dalam pendidikan. Pembelajaran IPS dapat digunakan sebagai sarana mempersiapkan peserta didik dalam memecahkan berbagai masalah sehari-hari.

Faktanya banyak siswa memandang IPS sebagai bidang studi menjenuhkan. Karena dalam memahami materi memerlukan kejelian berpikir dan wawasan luas. IPS mempelajari berbagai ilmu seperti Sejarah, Ekonomi, Politik, Teknologi, Sosiologi, Antropologi, Geografi dan seterusnya.

Dalam pembelajaran, masih berpusat pada guru. Belum melibatkan peserta didik secara aktif. Sehingga pembelajaran tidak efektif dan menimbulkan kejenuhan yang menyebabkan siswa kurang bersemangat belajar IPS.

Salah satu materi kelas VII SMP semester 2 (dua) pada kompetensi dasar yang dianggap masih rendah hasil belajar peserta didik adalah Proses terbentuknya harga. Guru harus lebih kreatif merancang kegiatan pembelajaran menarik. Sehingga meningkatkan keaktifan peserta didik. Model pembelajaran Bermain Peran ( Role Playing) dapat dijadikan alternatif pemecahan masalah tersebut. Dimana siswa langsung memerankan suatu masalah yang memfokuskan pada masalah tentang hubungan manusia.

Baca juga:  Peningkatan Motivasi Belajar Siswa Melalui Role Playing

Model pembelajaran bermain peran merupakan salah satu model pembelajaran sosial. Yaitu model pembelajaran dengan menugaskan siswa memerankan suatu tokoh dalam materi atau peristiwa yang diungkapkan dalam bentuk cerita sederhana. Model ini diartikan suatu cara penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan yang dilakukan siswa dengan memerankannya sebagai tokoh. Metode ini lebih menekankan terhadap masalah yang diangkat dalam pertunjukan, bukan kemampuan pemain dalam melakukan permainan peran.

Kelebihan metode Bermain Peran adalah a) Siswa melatih dirinya untuk melatih, memahami, dan mengingat isi bahan drama, b) Siswa akan terlatih berinisiatif dan berkreatif c) Bakat siswa dapat dipupuk sehingga dimungkinkan akan muncul tumbuh seni drama dari sekolah, d) Kerja sama antar pemain dapat ditumbuhkan dan dibina dengan baik, e) Siswa memperoleh kebiasaan menerima dan membagi tanggung jawab dengan sesama, f) melibatkan seluruh siswa berpartisipasi, mempunyai kesempatan memajukan kemampuannya dalam bekerja sama, g) Siswa dapat belajar menggunakan bahasa dengan baik dan benar.

Baca juga:  Model Cardsort Tingkatkan Motivasi dan Prestasi Belajar IPS

Sementara kelemahan metode Bermain Peran antara lain; a) Sebagian besar anak yang tidak ikut bermain drama kurang kreatif, b) Banyak memakan waktu, baik waktu persiapan dalam rangka pemahaman isi bahan pelajaran maupun pelaksanaan pertunjukan, c) Memerlukan tempat luas, d) Sering kelas lain terganggu oleh suara pemain dan para penonton.

Langkah-langkah Bermain Peran adalah: pembentukan kelompok, deskripsikan skenario kejadian atau situasi yang dipentaskan, siswa mempelajari karakteristik peranan yang akan dipentaskan, Memilih pemeran dan menugaskan untuk menghayati peran, Pelaksanaan kegiatan bermain peran dan diakhiri dengan Kegiatan mendiskusikan hasil bermain peran, serta refleksi dan evaluasi bersama terhadap proses pembelajaran.

Berdasarkan observasi pelaksanaan pembelajaran peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Warungasem, dapat ditarik kesimpulan pembelajaran model Bermain Peran meningkatkan semangat atau motivasi peserta didik dalam proses pembelajaran IPS. Sehingga dapat meningkatkan hasil belajar. (bat2/fth)

Baca juga:  Role Playing Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Tentang Tata Surya

Guru IPS SMP Negeri 1 Warungasem

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya