alexametrics

Model Guru Kunjung Pelengkap Masa Pandemi Dapat Tingkatkan Motivasi Belajar Siswa

Oleh : Siti Waliyah, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PANDEMI Covid-19 membawa dampak besar bagi proses pendidikan secara umum di Indonesia. Proses pembelajaran yang tadinya dilakukan dengan cara tatap muka mengalami perubahan. Kegiatan belajar mengajar yang dilakukan oleh guru dan siswa secara teratur setiap hari harus berubah karena situasi tersebut. Perubahan yang terjadi secara drastis tentunya berpengaruh besar terhadap guru dan siswa.

Demikian juga yang terjadi di SMP Negeri 3 Subah, kondisi pandemi berdampak dalam belajar antara lain jam belajar di sekolah dialihkan dengan belajar dirumah secara daring, terjadi transformasi media pembelajaran berbasis tehnologi dengan menggunakan grup whatsapp, penyesuaian model pembelajaran, penyesuaian evaluasi pembelajaran, terjadinya kolaborasi orang tua / wali peserta didik untuk membantu memantau saat siswa belajar di rumah.

Menurut pakar pendidikan dari Universitas lambung mangkurat (ULM) Prof. H. Ahmad Suriansyah, M.Pd,PHd metode guru kunjung dapat dilaksanakan selama pandemic Covid-19 menyusul banyaknya keluhan orang tua yang kesulitan dalam proses belajar siswa di rumah. Menurut beliau program visiting guru atau home visit dapat menjadi solusi jika ada materi yang sulit dipahami siswa dan orang tuanya, dimana guru menjadi wadah untuk bertanya. Program visiting guru dapat dijalankan dengan tetap memauhi protocol kesehatan. Ada dua cara yang dapat dilakukan dengan model guru kunjung, pertama guru dapat ke rumah siswa secara door to door, kedua disipkan satu lokasi yang mana beberapa siswa berkumpul secara terbatas misalnya satu lingkungan RT. Cara tersebut dinamakan kantong belajar.

Baca juga:  APBD Perubahan Batang 2021 Direvisi

Mencermati kondisi tersebut, membuat kami pada akhirnya menyepakati untuk menggunakan model guru kunjung. Beberapa siswa yang rumahnya berdekatan, pada hari tertentu berkumpul di rumah salah seorang siswa untuk menyampaikan permasalahan yang dihadapi saat mereka belajar sendiri di rumah. Guru yang mendapat jatah berkunjung akan membantu mencarikan solusinya. Siswa juga diberi kesempatan untuk menanyakan materi yang belum dipahami dan guru membantu siswa menjelaskan kembali materi yang dianggap sulit. Adanya interaksi guru dan siswa secara langsung tentu berbeda hasilnya jika dibandingkan siswa belajar melalui grup whatsapp.

Pada mata pelajaran IPS, saya mendapatkan jatah guru kunjung di kelas 8 A untuk materi Redistribusi Pendapatan Nasional. Kebetulan jadwal kunjung saya di dukuh Jati, desa Mangungharjo. Siswa berkumpul di kantong belajar yang sudah disepakati dengan menjaga protokol kesehatan seperti menggunakan masker dan menjaga jarak pada saat belajar. Kesulitan yang mereka hadapi saat belajar saat belajar dan tugas-tugas yang belum terkumpul pada materi sebelumnya menjadi fokus pada saat pertemuan secara luring.

Baca juga:  Google Meet sebagai Media Temu Kangen Guru dan Siswa

Pendekatan secara personal per siswa dan klasikal secara kelompok telah dilakukan dengan memotivasi siswa untuk tetap semangat belajar, tidak mudah menyerah dalam kondisi pandemi, dan harus siap dengan perubahan yang terjadi. Dengan interaksi secara langsung siswa merasa lebih bersemangat dalam belajar dan dapat mengkomunikasikan kesulitan mereka. Hal ini berimbas pada pertemuan secara daring pada materi berbeda tingkat keaktifan siswa dalam mengikuti pelajaran secara daring bertambah baik

Secara umum pada saat mendapat jatah guru kunjung tugas kami adalah memberikan motivasi kepada siswa untuk tetap semangat belajar dalam mengikuti pelajaran, kegiatan penilaian dan juga tetap rajin mengerjakan tugas-tugas yang diberikan. Siswa yang tidak memiliki HP Android kami sarankan untuk dapat berkolaborasi dengan teman yang rumahnya dekat untuk belajar bersama. Adapun untuk siswa yang mengalami kesulitan pembelian paket data untuk belajar, pihak sekolah memberi bantuan dengan membelikan pulsa. Selain itu, kami juga menjalin komunikasi dengan orang tua / wali murid. Kami menyampaikan bahwa kerjasama orang tua dengan guru sangat penting untuk memantau belajar anak. Orang tua memegang peran penting dalam situasi pandemi, karena merekalah yang lebih banyak waktu mendampingi anak pada saat belajar di rumah secara daring.

Baca juga:  Pembelajaran Bermain Kartu Angka Bergambar dapat Mengenal Lambang Bilangan

Kegiatan guru kunjung mendapat sambutan positif dari siswa dan orang tua. Bagi siswa bermanfaat untuk dapat menyampaikan kesulitan dalam belajar, bagi orang tua kegiatan guru kunjung bermanfaat untuk ikut membantu memotivasi putra putri mereka yang malas dalam belajar dan bagi guru bermanfaat untuk lebih memahami kondisi siswa, memantau penyerapan materi pelajaran dan juga memudahkan guru mengumpulkan tugas-tugas dari siswa sehingga guru dapat memberi nilai lebih obyektif pada situasi pandemi. (bat1/zal)

Guru SMPN 3 Subah, Batang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya