alexametrics

Mewujudkan Sekolah Berkarakter melalui Strategi ATAP

Oleh : Rustam,S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Setiap pemimpin memiliki tantangan tersendiri. Termasuk penulis saat ditugaskan sebagai kepala sekolah di SMP Satu Atap Wangkelang Kandangserang, Kabupaten Pekalongan. Diperoleh gambaran secara umum kalau SMP Satu Atap merupakan sekolah negeri dengan mode satu atap dengan Sekolah Dasar (SD) yang paling memiliki banyak kekurangan dibandingkan sekolah negeri lain. Diantaranya keterbatasan jumlah guru mata pelajaran, ruang belajar, tenaga administrasi, tenaga perpustakaan, sarana prasarana laboratorium dan fasilitas ekstrakurikuler. Selain itu banyak siswa tidak disiplin dalam kedatangan, cara berpakaian dan potongan rambut.

Dari hasil identifikasi awal permasalahan tersebut, maka langkah awal yang penulis prioritaskan adalah membangun karakter bagi guru dan siswa dengan strategi ATAP untuk mewujudkan sekolah yang Amanah, Terampil, Aman dan Partisipatif. Penulis menyadari empat faktor penting dalam upaya peningkatan mutu pendidikan yakni sarana prasarana, proses pembelajaran, kebijakan, dan kepala sekolah.

Dalam upaya peningkatan mutu dan prestasi sebagai seorang kepala sekolah, penulis dituntut memiliki kreativitas dan inovasi yang diharapkan bisa menjadikan sekolah yang pimpin menjadi lebih baik, maju dan berprestasi. ATAP merupakan akronim dari Amanah, Terampil, Aman dan Partisipatif. Sebagai program yang diterapkan dalam upaya peningkatan mutu pendidikan dan penguatan pendidikan karakter.

Baca juga:  Bagaimana Bisa Mewujudkan Sekolah Sehat ?

Visi SMP Satu Atap Wangkelang Kandangserang yaitu “BERILMU, SEHAT, TERAMPIL DAN BERBUDI LUHUR”. Dengan penjabaran Visi meliputi meningkatkan dalam bidang berprestasi akademik, Unggul dalam bidang olahraga, santun dalam tingkah laku, terdepan dalam bidang keterampilan , tangguh sebagai insan yang bertakwa. Misi SMP Satu Atap penjabaran meliputi berprestasi dalam bidang akademik , berprestasi dalam bidang non akademik, berakhlak mulia berdasarkan iman dan taqwa.

Pendidikan Karakter Menurut Samani dan Hariyanto (2013:45) adalah pendidikan karakter adalah proses pemberian tuntunan kepada peserta didik untuk menjadi manusia seutuhnya yang berkarakter dalam dimensi hati, pikir, raga serta rasa dan karsa.

Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) Peserta didik dalam program Amanah, Terampil Aman dan Partisipatif (ATAP) dilakukan melalui beberapa kegiatan di sekolah, partisipasi semua pihak, tauladan guru dan orang tua serta kerja sama semua unsur terkait. Beberapa kegiatan dilakukan dalam penguatan karakter peserta didik. Karakter Religius diwujudkan melalui beberapa kegiatan seperti kegiatan pagi, kegiatan ekstrakurikuler dan terintegrasi dalam pembelajaran. Karakter religius ditanamkan melalui contoh teladan dari guru sebagai tokoh utama dalam tauladan di sekolah.

Baca juga:  Menelaah Teks Persuasi melalui Peer Teaching dengan Media Pakar Berbintang

Kegiatan karakter nasionalis SMP Satu Atap ditanamkan melalui kegiatan pagi upacara hari Senin, kegiatan pagi di dalam kelas sebelum belajar. Seperti menyanyikan lagu Indonesia Raya dan juga dengan mengintegrasikannya ke dalam kegiatan pembelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler. Karakter Mandiri ditanamkan melalui latihan disiplin. Baik kedatangan, keadaan di kelas dan diluar kelas, berani bertanggung jawab dan berani.

Karakter Gotong royong ditanamkan melalui kegiatan piket pagi, gerakan ramah anak, kerja sama dan kekeluarga. Sedangkan penanaman karakter Integritas melalui teladan dan bimbingan yang dilakukan berkesinambungan serta pembiasaan dan teladan.

Implementasi strategi ATAP pada SMP Satu ATAP Wangkelang Kandangserang kabupaten Pekalongan diantaranya; Pertama, Amanah. Seluruh warga sekolah menjalankan proses pendidikan penuh amanah. Guru dan siswa bertanggung jawab terhadap kesepakatan di setiap awal pembelajaran. Kepala sekolah membangun konsep pendidikan bersama komite kemudian mensosialisasikan ke seluruh warga sekolah. Kedua, Terampil, guru memberikan pembelajaran secara profesional dan multi disiplin. Karena keterbatasan guru, kepala sekolah memberikan kebijakan guru bisa merangkap mata pelajaran yang linier atau serumpun. Ketiga, Aman. Guru mampu menciptakan suasana pembelajaran yang aman dan nyaman.

Baca juga:  Pembelajaran Tatap Muka Lebih Menyenangkan dengan PAIKEM

Keempat, Partisipatif. Semua warga sekolah berperan dan terlibat aktif dalam berbagai kegiatan dan memperhatikan masyarakat sekitar untuk menjaga komunikasi baik dengan sekolah dasar dan masyarakat sekitar. Siswa dituntut memiliki mental tanding dengan selalu berpartisipasi dalam setiap kegiatan lomba akademik maupun non akademik.

Strategi ATAP menurut penulis memberikan banyak perubahan bagi sekolah. Guru menjaga amanah terus membangun sekolah menuju prestasi akademik. Siswa ditanamkan karakter terampil dengan keterbatasan sarana prasarana. Namun siswa dibekali dengan kreatifitas guru untuk mendukung siswa menjadi terampil. Kepala sekolah, guru dan karyawan bersama menciptakan rasa aman di sekolah bagi siswa. Siswa senang belajar meskipun satu atap dengan sekolah dasar. Dengan peran aktif seluruh kegiatan sekolah guru merasa memiliki dan rasa membangun sekolah tinggi. Siswa merasa memiliki akan mewujudkan semangat belajar yang maksimal dan menjadi siswa berprestasi. (bat2/fth)

Kepala Sekolah SMP Satu Atap Wangkelang Kandangserang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya