alexametrics

Menjadi Kreatif dan Produktif dengan Pembelajaran Kolaboratif di Masa Pandemi Covid-19

Oleh : Surati Kudung, S.Pd., M.Si

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Wabah pandemi Covid-19 tak bisa dipungkiri sangat berdampak pada dunia pendidikan di Indonesia. Kegiatan belajar mengajar yang biasanya dilakukan secara tatap muka, saat ini harus berjalan secara daring atau dilakukan dengan jarak jauh.

Bahkan seiring dengan perkembangan kondisi daerah, dilakukan pembelajaran dengan pertemuan tatap muka (PTM) terbatas. Pembelajaran IPS dilakukan dengan menggunakan metode daring ataupun PTM terbatas dalam praktiknya banyak ditemukan kendala.

Pada pembelajaran di kurikulum 13 kelas IX semester genap mata pelajaran IPS terdapat materi ekonomi kreatif, di SMP Negeri 7 Batang mengajarkan peserta didik untuk bisa berinovasi dan berlatih wirausaha untuk bekal di masa yang akan datang.

Pembelajaran materi ekonomi kreatif menerapkan kolaborasi dengan mata pelajaran prakarya dengan menerapkan model pembelajaran Project Based Learning. Model pembelajaran Project Based Learning merupakan strategi belajar mengajar yang melibatkan siswa untuk mengerjakan sebuah proyek yang bermanfaat untuk menyelesaikan permasalahan masyarakat atau lingkungan. Permasalahan yang dikaji merupakan permasalahan yang kompleks dan membutuhkan penguasaan berbagai konsep atau materi pelajaran dalam upaya penyelesaiannya, proyek yang dibuat dapat merupakan proyek dari satu guru, atau proyek bersama dari beberapa guru yang mengasuh pelajaran yang berbeda (Abdullah Sani,2015:172).

Baca juga:  Manajemen PJJ dengan Pembelajaran Kolaboratif

Pada kesempatan ini guru IPS bekerja sama dengan guru prakarya membuat suatu rancangan untuk melatih peserta didik agar mampu mencipta, berkarya dan berwirausaha. Sekaligus memasarkan hasil produk mereka yang berupa makanan olahan.

Kolaborasi ini dimaksudkan untuk menekan biaya yang terlalu tinggi dalam pembuatan proyek/model pembelajaran sebagai langkah awal pembelajaran. Pembelajaran dilakukan secara sistematik untuk mengeksplor peserta didik dan mengikutsertakan peserta didik dalam proses pembelajaran di mana peserta didik dituntut untuk bisa kreatif dan bekerja sama. Di akhir pembelajaran peserta didik dapat menghasilkan suatu produk sebagai hasil kegiatan pembelajaran. Kolaborasi antarmata pelajaran juga dapat mempercepat tercapainya tujuan pembelajaran juga memudahkan membimbing siswa, bisa mengurangi beban kerja guru karena siswa dibimbing oleh beberapa guru yang berbeda mata pelajaran di masa pandemi ini maupun saat PTM terbatas.

Baca juga:  Mudah Belajar Akuntansi dengan 3M

Pada kegiatan ini awalnya guru IPS dan guru prakarya membagi kelas menjadi 6 kelompok yang terdiri dari 5 – 6 peserta didik. Masing-masing kelompok harus membuat perencanaan untuk membuat makanan olahan berbahan dasar daging ayam. Pada pelajaran prakarya peserta didik dititikberatkan pada pembuatan perencanaan dan pengolahan. Sementara untuk mata pelajaran IPS peserta didik dititikberatkan pada proses kreasi masakan, pengemasan dan pemasarannya.

Pada pertemuan selanjutnya diinformasikan untuk membawa peralatan dan bahan yang akan diolah/dimasak sesuai perencanaan yang telah dibuat, dan dikerjakan di ruang tata boga.

Guru memberikan penjelasan langkah-langkah yang harus dilakukan agar tujuan pembelajaran dapat tercapai pada kedua mata pelajaran IPS dan prakarya. Peserta didik diarahkan untuk bekerja sama dalam kelompok agar menghasilkan masakan yang enak dan berkreasi. Daging ayam diolah dan dibuat aneka macam bentuk olahan/masakan. Kemudian dikemas semenarik mungkin agar mempunyai daya tarik konsumen. Waktu pengerjaan masakan selama 2 jam pelajaran.

Baca juga:  Pembelajaran IPS Masa Pandemi Terbantu Aplikasi WhatsApp

Setelah pembelajaran selesai, peserta didik diberikan kesempatan menjual masakan hasil olahannya kepada guru maupun peserta didik kelas dan tingkat lain. Juga kepada masyarakat sekitar sekolah. Dengan memperhitungkan modalnya agar dapat mengetahui untung ruginya dalam melaksanakan kegiatan ekonomi.

Dalam kegiatan ini peserta didik dituntut menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi dan melatih peserta didik bersaing dalam kegiatan ekonomi. Peserta didik sangat antusias sekali dalam menyelesaikan tugas proyek ini.

Tujuan pembelajaran ini untuk melatih peserta didik agar bisa menerapkan teori yang diterima di kelas menjadi sebuah kegiatan ekonomi yang menguntungkan. Membiasakan peserta didik bekerja sama dan bersosialisasi dengan masyarakat umum. Melatih kreativitas dan memberikan bekal kepada peserta didik untuk memiliki jiwa kewirausahaan dengan menghasilkan produk ekonomi kreatif. Manfaat yang diperoleh dari kegiatan memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan kepada peserta didik untuk bisa menghasilkan olahan/makanan yang bernilai ekonomi untuk bekal di masa yang akan datang. (bat1/lis)

Guru IPS SMP Negeri 7 Batang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya