alexametrics

Burung Kertas Menjelajah Materi Masa Kemerdekaan

Oleh : Budi Kurnianto, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Belajar merupakan suatu proses yang diharapkan dapat mentransfer ilmu dengan cara menyenangkan dan memberi pengalaman yang lebih terhadap peserta didik. Namun proses belajar ini seringali menjadi beban bagi peserta didik, karena banyaknya tuntutan yang harus dipahami dan dimengerti oleh peserta didik.
Tidak jarang kita temukan peserta didik merasa terbebani sehingga bukannya meningkat tetapi menurun motivasi untuk belajar. Demikian juga keaktifan berintraksi dan kemandiriannya sehingga berimbas pada kompetensi yang tidak meningkat. Apalagi belajar mata pelajaan IPS banyak dituntut untuk menghafal dan memahami banyak materi.
Kreativitas guru dalam penggunaan media pembelajaran yang variatif, tepat dan sesuai dengan kompetensi serta jenjang pendidikan yang ditempuh peserta didik menjadi hal yang penting. Karena setiap materi pembelajaran memiliki tingkat kesukaran dan karakteristik yang tidak sama.
Salah satu pilihan media pembelajaran yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran IPS tingkat SMP kelas IX semester 2 adalah pembuatan burung dari kertas yang akan diterapkan pada materi Masa Kemerdekaan.
Sesekali bolehlah mengadakan pembelajaran outbond untuk merefresh dan mendorong ketertarikan peserta didik terhadap mata pelajaran IPS guna mengurangi kejenuhan belajar dalam kelas.
Dalam hal ini persiapan dan perencanaan yang matang tetap diperlukan. Adapun perencanaan dan segala persiapan yang diperlukan cukup sederhana, mudah didapat, antara lain buku paket dan buku penunjang yang sesuai materi, kertas HVS warna, kertas folio, bolpoint, dan buku catatan peserta didik.
Prosedur atau langkah-langkah pembelajaran adalah sebagai berikut : pertama menentukan tema yaitu “Indonesia dari masa kemerdekaan hingga masa reformasi“.
Peserta didik diarahkan membaca buku paket selama kurang lebih 10 menit dan merangkum serta menandai kalimat-kalimat penting dari buku paket. Setelah selesai peserta didik diperintahkan untuk membuat pertanyaan di tiga kertas HVS yang berbeda warna. Kertas warna hijau untuk pertanyaan mudah, contoh: Kapan Indonesia merdeka?
Kertas warna kuning untuk pertanyaan sedang, contoh: sebutkan tokoh-tokoh penyusun naskah proklamasi? Dan kertas warna merah digunakan untuk membuat pertanyaan sulit, contoh apakah makna proklamasi bagi bangsa Indonesia? Jangan lupa masing-masing kertas dituliskan identitas penanya. Bila sudah selasai maka kertas dibuat/dilipat menjadi burung kertas. Sekarang saatnya ke luar kelas.
Peserta didik berbaris kemudian pada hitungan ketiga menerbangkan burung kertasnya. Setelah itu peserta didik berlari untuk mendapatkan kembali tiga burung kertas yang berbeda warna. Langkah berikutnya peserta didik menjawab tiga pertanyaan di kertas folio dan menentukan kriteria nilai masing-masing kategori kertas. Seperti kertas warna hijau nilai 20, kertas warna kuning nilai 30 dan ketas warna merah nilai 50. Setelah berhasil menulis jawaban dan nilai yang diperoleh, kertas folio diberikan pada guru. Guru memberitahukan kepada peserta didik siapa yang tercepat mengumpulkan jawaban dalam waktu kurang dari 10 menit berhak untuk mendapatkan reward yang disediakan guru. Langkah terakhir semua kembali ke kelas dan bersama-sama melakukan refleksi serta membuat kesimpulan.
Kesimpulannya dengan menggunakan media dan metode latihan terbimbing menggunakan burung kertas, peserta didik termotivasi dan terlihat lebih antusias untuk membaca/berliterasi, lebih aktif dan kreatif dalam mencipta serta saling berebut untuk mendapatkan reward hingga tercipta suasana kelas menjadi lebih hidup. (bat2/lis)

Baca juga:  Make A Match Media Kartu Dongkrak Hasil Belajar IPS

Guru IPS SMPN 2 Wonotunggal, Kabupaten Batang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya