alexametrics

Pembelajaran IPS dengan Cooperatife Learning Historical Pictures

Oleh : Listiyaningsih S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PEMBELAJARAN dengan metode konvensional dengan metode ceramah saja tidak akan menjamin pembelajaran yang dilakukan guru kepada peserta didik tidak akan membawa dampak yang positif. Pembelajaran yang sekarang patut untuk dikembangkan adalah membawa peserta didik dalam situasi yang menyenangkan sehingga peserta didik akan bersemangat dalam mengikuti pembelajaran yang dilakukan oleh guru tersebut. Peserta didik akan terlihat aktif, kreatif dalam menyelesaikan masalah yang dijumpai dalam pembelajaran.

Pada pembelajaran di kelas VIII (delapan) mata pelajaran IPS terdapat materi sejarah yang menjelaskan perjuangan bangsa Indonesia pada masa penjajahan. Dengan materi ini guru dituntut untuk dapat melakukan pembelajaran yang aktif dan kreatif, yang dapat mendorong peserta didik untuk terlibat langsung dalam proses pembelajaran, hal ini dilakukan agar pembelajaran yang dilakukan tidak hanya bersifat khayalan belaka. Pemilihan metode, model dan media yang tepat akan menentukan keberhasilan pencapaian tujuan pembelajaran pada materi ini. Oleh karena itu pada kesempatan pembelajaran kali ini guru menggunakan metode cooperatif learning historical picture.

Baca juga:  Membaca Teks Naratif Berhuruf Jawa dengan Metode Numbered Head Together

Menurut Warsono & Hariyanto (2014: 161) pembelajaran cooperatif adalah metode pembelajaran yang melibatkan sejumlah kelompok kecil siswa bekerja sama dan belajar bersama dengan saling membantu secara interaktif untuk mencapai tujuan pembelajaran yang dirumuskan. Proses kegiatan belajar mengajar dengan cooperatif learning historical picture merupakan suatu proses pembelajaran berkelompok kecil dengan bantuan lembar kerja kelompok berupa gambar-gambar yang mengandung unsur sejarah misalnya gambar masa penjajahan, gambar pahlawan dan gambar yang lain yang menunjang peserta didik untuk dapat menggali, mempelajari dan mengenal sejarah perjuangan bangsa Indonesia pada masa penjajahan.

Teknik pada pembelajaran ini peserta didik di kelas dibagi menjadi beberapa kelompok, tiap kelompok terdiri dari 1- 4 siswa. Dan untuk mencapai tujuan pembelajarannya, guru menggunakan lembar kerja kelompok yang berupa tabel yang berisi dua gambar pahlawan dan tiap kelompok berbeda gambarnya. Melalui lembar kerja kelompok ini peserta didik dituntut untuk mencari informasi terkait dengan gambar pahlawan tersebut yaitu tentang nama, daerah perlawanan, waktu kejadian, deskripsi peristiwa perlawanan dan nilai karakter yang ditunjukkan.

Baca juga:  Kesiapan Guru dengan Pembelajaran Daring pada Masa Pandemi Covid-19

Dalam menyelesaikan tugasnya peserta didik dalam kelompoknya saling bekerjasama agar tugas yang diberikan dapat selesai tepat waktu dengan berdasarkan sumber belajar yang ada baik dari buku paket IPS ataupun dari sumber bacaan yang sudah disediakan oleh guru yang dibagikan tiap kelompok. Dengan kondisi ini guru melatih peserta didik untuk membiasakan kegiatan literasi yaitu kegiatan membaca materi dalam rangka untuk menyelesaikan tugas yang diberikan. Kegiatan pembelajaran ini dilaksanakan di kelas VIII SMP Negeri 9 Batang pada mata pelajaran IPS.

Setelah kegiatan membaca materi selesai peserta didik akan berdiskusi dalam menjawab lembar kerja yang ada. Langkah selanjutnya tiap kelompok harus mempresentasikan hasil kerjanya secara bergantian, bagi kelompok yang tidak maju presentasi diwajibkan untuk merangkum hasil presentasi kelompok lain di buku catatannya masing-masing dan juga diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan atau bahkan memberikan masukan pada materi yang dipresentasikan oleh satu kelompok yang maju, begitu juga kelompok yang mempresentasikan harus menjawab pertanyaan yang diajukan oleh kelompok lain kepada kelompoknya.

Baca juga:  Tantangan Guru PAI di Era Pandemi Covid-19

Setelah semua kelompok mempresentasikan hasil diskusinya guru memberikan penguatan berupa motivasi kepada peserta didik untuk meneruskan perjuangan mereka dengan melakukan kegiatan yang positif dan dapat meniru sikap/karakter para pahlawan. Selain itu guru bersama peserta didik menyimpulkan dan merefleksi atas jalannya pembelajaran yang telah berlangsung. Dengan tektik pembelajaran ini akan terjadi komunikasi dua arah antara peserta didik dengan guru juga komunikasi antara peserta didik dengan peserta didik yang lain.

Tujuan dari metode cooperatif learning historical picture ini adalah 1) mengenalkan profil pahlawan Indonesia pada masa penjajahan kepada peserta didik, 2) menumbuhkan sikap positif kepada peserta didik seperti nasionalisme, patriotisme, rela berkorban, berani, 3) mentransfer pengetahuan kepada peserta didik tentang perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah yang dipelopori oleh para pahlawan, 4) memotivasi peserta didik untuk tetap bersyukur menjadi warga negara Indonesia yang hidup di era merdeka. (bat2/ida)

Guru SMP Negeri 9 Batang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya