alexametrics

Meningkatkan Kemampuan Membaca dengan Tutor Sebaya

Oleh : SUSANTO HANDOYO, S.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Salah satu masalah dalam proses pembelajaran adalah rendahnya hasil belajar siswa. Hasil belajar dipengaruhi setidaknya tiga faktor utama. Yaitu kemampuan kognitif, motivasi berprestasi, dan kualitas pembelajaran. Kemampuan kognitif merupakan kemampuan berkenaan pengetahuan dan penalaran atau pikiran. Motivasi berprestasi merupakan kekuatan mental berupa keinginan, perhatian, dan kemauan atau cita-cita berprestasi. Sementara kualitas pembelajaran merupakan kualitas kegiatan pembelajaran yang dilakukan dan menyangkut model pembelajaran yang digunakan.

Proses belajar yang dikembangkan guru mempunyai pengaruh besar terhadap keberhasilan dan kegairahan belajar. Demikian pula kualitas dan keberhasilan pembelajaran sangat dipengaruhi kemampuan dan ketepatan guru memilih dan menggunakan metode pembelajaran. Pemilihan metode yang sesuai tujuan pembelajaran, potensi siswa merupakan kemampuan serta keterampilan dasar yang harus dimiliki guru.

Hasil pembelajaran di SMP Negeri 3 Kesesi Kabupaten Pekalongan menunjukan ketidakmampuan anak-anak menghubungkan antara apa yang dipelajari dengan bagaimana pengetahuan itu dimanfaatkan memecahkan berbagai persoalan sehari-hari. Apa yang diperoleh di sekolah, sebagian hanya hafalan dengan tingkat pemahaman rendah. Sehingga perlu strategi pembelajaran tepat. Faktor lainnya siswa kurang gemar membaca. Berdasarkan hasil belajar, pengamatan, dan fenomena yang ditemui di SMP Negeri 3 Kesesi, Kabupaten Pekalongan mayoritas siswa kurang senang membaca.

Baca juga:  Keluarga Pastikan Kebakaran Dua Rumah di Desa Krompeng karena Musibah, Bukan Dibakar

Dari berbagai masalah tersebut, penulis berusaha mengajukan alternatif pemecahan masalah dengan metode tutor sebaya. Hal ini untuk menumbuhkan rasa senang terhadap pelajaran bahasa Jawa pada umumnya dan membaca khususnya.

Membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan pembaca untuk memperoleh pesan, yang hendak disampaikan penulis melalui media kata-kata atau bahasa tulis. Suatu proses menuntut agar kelompok kata yang merupakan suatu kesatuan akan terlihat dalam suatu pandangan sekilas, dan agar makna kata-kata secara individu dapat diketahui. Tujuan utama membaca mencari serta memperoleh informasi, mencakup isi, memahami makna bacaan. Makna, arti erat sekali berhubungan dengan maksud dan tujuan, atau intensif kita dalam membaca (Tarigan,2001: 7).

Menumbuhkan minat belajar anak sebetulnya tidak terlalu sulit. Kenali yang disukai dan ajak dia melakukan hal tersebut. Niscaya minat belajar meningkat. Kuncinya mengetahui yang dapat membuat anak tertarik dan ingin belajar.

Salah satu pendekatan dalam pembelajaran Bahasa Jawa dengan metode tutor sebaya. Yakni proses pembelajaran dengan mengikutsertakan siswa terpilih untuk membantu temannya mengatasi permasalahan yang muncul dalam proses pembelajaran dengan arahan guru. Siswa terpilih mengajari teman lainnya disebut tutor sebaya ( Hidayat, 2005:5).

Baca juga:  Tingkatkan Keterampilan Berbicara melalui Kegiatan Penerapan Anakes

Kelebihan tutor sebaya yaitu anak diajak mandiri, dewasa dan punya rasa setia kawan tinggi. Artinya anak yang dianggap pintar dapat mengajari atau menjadi tutor temannya yang kurang pandai. Di sini peran guru sebagai fasilitator. Guru dapat menugaskan siswa pandai untuk memberikan penjelasan kepada temannya. Siswa kurang pandai diajarkan bertanya atau minta penjelasan. Hal ini untuk menanamkan kesan bahwa belajar itu bisa dari siapa saja, tidak selalu dari guru.

Tutor sebaya merupakan salah satu strategi pembelajaran untuk membantu memenuhi kebutuhan peserta didik. Ini merupakan pendekatan kooperatif. Rasa saling menghargai dan mengerti dibina di antara peserta didik. Tutor sebaya akan merasa bangga atas perannya dan belajar dari pengalaman.

Hal ini membantu memperkuat apa yang telah dipelajari dan diperoleh atas tanggung jawab yang dibebankan kepadanya. Ketika mereka belajar dengan tutor sebaya, peserta didik mengembangkan kemampuan lebih baik untuk mendengarkan, berkonsentrasi, dan memahami dipelajari. Penjelasan tutor sebaya lebih memungkinkan berhasil dibandingkan guru. Dikarenakan, peserta didik melihat masalah dengan cara berbeda dibandingkan orang dewasa dan menggunakan bahasa akrab (IDP-Europe, 2007: 14-16).

Baca juga:  Optimalisasi Penggunaan Office 365 pada Matematika di Era Pandemi

Secara umum penggunaan metode tutor sebaya dalam membaca, sering digunakan membantu pembaca yang lambat atau untuk memberikan tambahan waktu membaca bagi semua peserta didik. Sedangkan secara khusus metode tutor sebaya berguna untuk: Memberikan pengaruh positif, baik dalam pendidikan dan sosial pada guru, dan tutor sebaya; Membantu individu dalam latihan membaca dengan cara yang praktis; Meningkatkan kemampuan membaca peserta didik; Memberikan tambahan waktu yang diperlukan peserta didik untuk membaca; dan Pembaca yang lemah memperoleh manfaat dari perhatian yang tak terbagi. Guru sering tidak punya cukup waktu untuk memberikan bantuan individu seperti ini kepada tiap peserta didik.

Dapat disimpulkan pembelajaran dengan metode tutor sebaya sangat bermanfaat. Baik bagi siswa maupun guru. Tetapi jika tidak didukung SDM dan sarana prasarana memadai, pembelajaran akan menjadi sia-sia. Untuk itu diperlukan pelatihan atau pembiasaan bagi anak agar bisa menjadi tutor bagi temannya. Selain bisa memantapkan ilmu yang diketahui, sekaligus bisa menularkannya kepada teman sebayanya. (bat2/fth)

Guru Bahasa Jawa SMPN 3 Kesesi, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya