alexametrics

Melalui Seni Melipat Kertas Tingkatkan Motorik Halus Anak Usia Dini

Oleh : Sumarni, S.Pd.AUD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran di TK PDK II Ngadirejo tidak hanya menekankan pada peningkatan kemampuan akademis baca, tulis dan berhitung (calistung), namun perlu juga diberikan rangsangan melalui permainan-permainan. Sehingga bermain sambil belajar itu sangat dibutuhkan. Misalnya permainan origami. Perkembangan fisik pada anak usia 4 – 6 tahun, mudah meniru pola dan tingkah laku orang yang terdekat pada mereka, maka untuk memberdayakan perkembangan fisik tersebut perlu diberikan contoh yang baik. Terutama perkembangan fisik motorik halus.

Motorik halus yaitu kegiatan yang menggunakan otot-otot halus pada jari dan tangan. Gerakan ini merupakan keterampilan gerak (Moeslichatoen, 2004: 3).

Gerakan motorik halus merupakan gerakan yang hanya melibatkan bagian-bagian tubuh tertentu dan dilakukan oleh otot-otot kecil, seperti keterampilan jari jemari tangan dan gerakan pergelangan tangan.

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang telah diatur dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 bab 1, pasal 1, butir 14 bahwa “Pendidikan anak usia dini adalah upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan.

Baca juga:  Asah Otak Tingkatkan Semangat Belajar PAI

Menurut M.Yazid Bustomi (2012 :12) kegiatan adalah aktivitas tindakan yang dilakukan dengan sungguh-sungguh, sehingga dalam konteks pembelajaran di TK adalah suatu peristiwa atau kejadian yang umumnya tidak dilakukan secara terus menerus.

TK PDK II Ngadirejo, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung adalah suatu pendidikan anak usia dini yang bertujuan untuk membina tumbuh kembang anak usia lahir sampai enam tahun secara menyeluruh, yang mencakup aspek fisik ataupun nonfisik.

Anak usia dini berada pada usia 0-6 tahun disebut dengan usia keemasan (golden age) (2012 : 15) yaitu merupakan masa kritis bagi anak, apabila kebutuhan perkembanganya tidak dipenuhi dengan baik maka sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak pada tahap selanjutnya.

Baca juga:  Pembelajaran Model Parenting Tingkatkan Pengembangan Karakter di PAUD

Pada masa usia 4-6 tahun anak mengalami masa peka, dimana anak sensitif untuk menerima berbagai stimulus, proses pembelajaran dirancang, disesuaikan dengan tahapan perkembangan dan karakteristik belajar anak.

Proses pembelajaran PAUD memberi kesempatan penuh kepada anak untuk memenuhi kebutuhan berekspresi, berimajinasi, berkreativitas, dengan berbagai cara dan media seperti krayon, pensil, plastisin, gunting, bahan alam, bahan bekas, dan kertas. Sehingga perkembangan anak dapat terangsang dan menciptakan sesuatu yang diinginkan, oleh sebab itu sering ada ungkapan bahwa PAUD merupakan upaya pembinaan yang ditunjukkan kepada anak sejak dini yang dilakukan guru melalui proses pembelajaran seni melipat kertas.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 58 Tahun 2009 tentang Standar PAUD, tingkat pencapaian perkembangan motorik halus anak usia 5-6 tahun yaitu meniru bentuk.

Baca juga:  Mewujudkan Pola Asuh Ramah Anak Usia TK

Meniru bentuk dalam pembelajaran anak usia dini dilakukan melalui kegiatan-kegiatan seperti membuat garis tegak, miring menjadi bentuk huruf, melipat kertas sederhana menjadi bentuk benda, mencontoh bentuk lingkaran, dan masih banyak lagi kegiatan yang lainnya.

Di TK PDK II Ngadirejo dalam pembelajaran, metode yang digunakan dalam meningkatkan motorik halus anak adalah dengan mewarnai, kolase dan seni melipat kertas tetapi kegiatan melipat tidak sering diterapkan. Serta tidak ada lembar penilaian terhadap anak dalam setiap peningkatan motorik halus, terkadang tidak menentu menggunakan metode dalam meningkatkan motorik halus dalam pembelajarannya setiap hari. (*/lis)

Guru TK PDK II Ngadirejo, Kec. Ngadirejo, Kabupaten Temanggung

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya