alexametrics

Media Artikel Koran, Asah Kompetensi Mengidentifikasi Teks Eksposisi Analitik

Oleh : Endang Sunarti, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Dalam kehidupan sehari-hari aktivitas manusia tidak lepas dari komunikasi. Baik lisan maupun tulis. Era globalisasi menuntut kita berpikir kritis dan peka terhadap permasalahan. Seperti halnya pembelajaran sekolah. Peserta didik dituntut aktif merespon, memberikan tanggapan atau menyampaikan pendapat terhadap fenomena dan permasalahan yang muncul di sekitar. Salah satu media yang bisa melatih peserta didik berpikir kritis adalah membaca dan memahami informasi yang disuguhkan dalam artikel.

Materi Mengidentifikasi Teks Eksposisi yang dibaca atau didengar dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas X SMA Kurikulum 2013 semester ganjil membutuhkan perhatian khusus guru. Peserta didik kelas X IPS SMA Negeri 2 Slawi, masih mengalami kesulitan dalam proses mengidentifikasi pemaparan isi teks eksposisi dengan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari melalui beberapa contoh teks artikel koran sebagai contoh jenis teks eksposisi analitik.

Sebelum melanjutkan proses belajar, guru perlu mengulas kembali pengertian teks eksposisi secara umum. Menurut Tri Wiratno dalam Mahsun (2014: 31), eksposisi merupakan teks berisi pemaparan gagasan atau usulan sesuatu yang bersifat pribadi. Teks eksposisi sering disebut argumentasi satu sisi. Karena pencipta teks mempertahankan gagasan atau usulannya berdasarkan argumentasi yang ia yakini benar tanpa membandingkan dengan argumentasi pihak lain.

Baca juga:  Asyiknya Belajar IPA dengan Teka-teki Silang

Argumentasi artinya alasan untuk memperkuat atau menolak suatu pendapat atau topik. Menurut Tri Wiratno (2014: 17), dalam teks eksposisi jumlah argumentasi tidak ditentukan. Selain merupakan milik pencipta teks sendiri, argumentasi dapat dikembangkan dari pendapat umum yang diambil dari sumber lain, sepanjang sumber itu disebutkan sebagai referensi. Menurut Tri Wiratno (2014: 18), eksposisi dibedakan menjadi dua yaitu teks eksposisi analitik dan hortatori.

Eksposisi Analitik (analytical exposition) adalah jenis teks lisan atau tertulis dimaksudkan untuk menunjukkan kepada pembaca bahwa ada sesuatu yang terjadi sebagai argumentasi bahwa sesuatu itu benar adanya. Untuk membuat persuasi semakin kuat, pembicara atau penulis memberikan beberapa argumen sebagai alasan mendasar mengapa sesuatu terjadi. Jenis teks ini dapat ditemukan dalam buku-buku ilmiah, jurnal, majalah, artikel koran, pidato akademik atau kuliah, serta laporan penelitian. Teks eksposisi analitik menempatkan penegasan ulang atau penulisan kembali ide pokok sebuah teks sebagai penutup tanpa adanya ajakan atau bujukan kepada pembaca.

Baca juga:  Efektivitas Pembelajaran melalui Pendekatan Contektual Teaching and Learning

Eksposisi Hortatori (hortatory exposition) merupakan teks yang membuat pembaca teks memiliki keinginan melakukan yang ada di dalam teks atau melakukan hal yang dibicarakan atau menghadirkan usaha penulis mempengaruhi pembaca untuk melakukan sesuatu atau bertindak dalam hal tertentu. Dalam teks ini, penulis mencantumkan beberapa pendapat mengenai hal tertentu untuk memperkuat ide pokok dari teks. Teks eksposisi hortatori menghadirkan rekomendasi sebagai paragraf penutup.

Setelah peserta didik memahami makna, selanjutnya dikenalkan karakteristik atau ciri-ciri teks eksposisi. Gorys Keraf (2000: 36), menyebutkan ciri-ciri karangan eksposisi tujuan maupun gaya penulisannya bersifat informatif. Bagian ini diperkuat dengan angka, data, peta, grafik, untuk memperjelas informasi. Keputusan bersifat objektif, artinya bersumber dari sumber ide dari pengamatan, pengalaman, penelitian, sikap dan keyakinan. Bahasa dalam pembahasannya bersifat logis dengan menggunakan Bahasa yang informatif serta kata-kata denotatif atau memiliki makna sebenarnya.

Pemaparan teori di atas menjadi gambaran peserta didik melanjutkan proses belajar untuk mengidentifikasi teks eksposisi analitik. Beberapa langkah yang perlu diperhatikan antara lain; Langkah pertama, peserta didik diarahkan mencari referensi artikel yang dimuat di media cetak atau koran. Langkah kedua, peserta didik memilih atau menentukan teks artikel yang dijadikan contoh teks eksposisi analitik sesuai konsep yang disampaikan sebelumnya. Langkah ketiga, peserta didik wajib membaca dengan sungguh-sungguh isi teks pada artikel yang dipilih. Langkah keempat, peserta didik dibimbing menyusun rangkuman berupa tanggapan atau pendapat dengan bahasa sendiri sesuai informasi yang disampaikan artikel. Langkah kelima, peserta didik secara bergantian mempresentasikan secara keseluruhan isi teks pada artikel yang sudah dipilih dengan membacakan isinya. Sementara yang lain menyimak dilanjutkan memberikan tanggapan atau pendapat.

Baca juga:  Google Meet Tingkatkan Hasil Belajar Volume Bangun Ruang

Dengan menerapkan lima langkah tersebut, peserta didik akan memiliki kemampuan menafsirkan makna, merinci, menjelaskan isi teks eksposisi analitik yang telah dibaca. Peserta didik secara langsung memiliki kesempatan berlatih mengasah kompetensi kognitif dan psikomotor. Peran guru sangat dibutuhkan sebagai motivator dan fasilitator agar pembelajaran bisa lebih maksimal. (ump1/fth)

Guru Bahasa Indonesia SMA Negeri 2 Slawi

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya