alexametrics

Belajar Tekanan Melalui Media Sosial

Oleh: Umi Haniin, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Selama pandemi, pembelajaran dilakukan dengan tatap muka 50 persen. Peserta didik dalam sekelas sekali tatap muka terdiri dari kurang lebih 16 siswa dan 16 siswa lain secara daring. Pada Kurikulum 2013 menuntut adanya Student Oriented bukan Teacher Oriented. Peserta didik lebih aktif dan guru hanya sebagai fasilitator dalam aktivitas pembelajaran.

Tekanan zat dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari merupakan materi yang diharapkan dikuasai peserta didik kelas VIII semester genap. Pada pembelajaran kurikulum 2013 ada beberapa model yang disarankan dipakai guru. Salah satu model tersebut adalah discovery learning. Seorang guru seharusnya membuat sebuah stimulus yang dapat merangsang peserta didik untuk dapat menemukan sebuah konsep.

Pada materi tekanan zat dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari terdapat beberapa bagian. Diantaranya tekanan pada zat padat, tekanan pada zat cair, hukum pascal, hukum archimedes, dan tekanan gas. Pada materi tekanan ada beberapa konsep yang harus dipahami peserta didik. Materi ini ketika diajarkan dengan teori saja maka pemahaman peserta didik tidak akan maksimal. Konsep yang dimiliki siswa hanya sekedar mengetahui. Berbeda ketika peserta didik menemukan konsep tersebut sendiri dengan bantuan guru sebagai fasilitator.

Baca juga:  Tingkatkan Mutu Sekolah dengan Supervisi Akademik Guru

Selama ini pembelajaran materi tekanan diberikan secara konvensional. Hal ini membuat ketertarikan peserta didik untuk belajar tidak maksimal. Penulis dalam mengajar IPA di SMP Negeri 3 Batang mengalami beberapa kendala dalam mengajarkan materi tekanan di kelas delapan. Diantaranya rendahnya semangat peserta didik belajar materi tekanan, dan kurangnya pemahaman karena hanya sekedar mengetahui.
Dari kendala tersebut, penulis mengajarkan materi tekanan zat dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari dengan melakukan praktikum melalui medsos. Model yang digunakan adalah model Discovery Learning.

Guru memberikan stimulus peserta didik saat tatap muka dan dikuatkan melalui daring. Sintak model pembelajaran Discovery Learning adalah stimulation, problem statement, data collection, data processing, verification dan generalization. Hal yang dilakukan peserta didik adalah membentuk kelompok terdiri maksimal 4 peserta didik. Kemudian menentukan tema yang akan ditemukan konsep. Ada yang memilih menemukan konsep tekanan pada zat padat, tekanan pada zat cair, hukum archimedes, tekan gas, dan ada memilih menemukan konsep hukum pascal. Guru memberikan batas maksimal waktu untuk peserta didik dalam menemukan konsep. Praktik yang diambil adalah hal-hal yang biasa ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik mempraktikkan kemudian menjelaskan konsep.

Baca juga:  Tingkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Pembelajaran Zat Aditif-Zat Adiktif dengan PBL

Medsos sesuatu yang dekat dengan peserta didik. WhatsApp ataupun You Tube adalah aplikasi yang dekat dengan peserta didik dan sangat mudah dikuasai. Membuat video itu adalah hal yang sangat dikuasai peserta didik, bahkan disenangi. Sehingga mempraktikkan materi tekanan, menemukan konsepnya dan membuatnya menjadi sebuah video diharapkan mampu meningkatkan pemahaman peserta didik. Lebih-lebih hal ini dilakukan peserta didik secara suka cita.

Beberapa praktik yang dilakukan adalah tekanan pada zat padat, memompa ban sepeda, tekanan air pada beberapa lubang dan sebagainya. Setelah peserta didik mempraktikkan sekaligus menjelaskan konsepnya adalah membuatnya sebuah video yang di upload di Youtube. Kemudian alamat Youtube dikumpulkan ke guru melalui WA group mata pelajaran IPA.

Baca juga:  Group Investigation Tingkatkan Aktivitas Belajar IPA Kelas 6

Melalui pembelajaran tekanan dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari dengan model Discovery Learning menjadikan pemahaman peserta didik lebih maksimal. Praktik dilakukan dan membuatnya sebuah video meningkatkan antusiasme belajar. Karena peserta didik menemukan suasana baru. Peserta didik merasa sebagai peneliti. Dengan melakukan hal tersebut sendiri, peserta didik lebih memahami konsep tekanan. Mereka merasa merasa senang karena menyiapkan bahan, mempraktikkan dan menemukan konsep sendiri bersama kelompok masing-masing. Melalui kegiatan ini menjadikan pembelajaran menyenangkan dan tujuan dari pembelajaran tercapai maksimal. (bat2/fth)

Guru IPA SMP Negeri 3 Batang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya