alexametrics

Belajar Asyik dengan Flipped Classroom

Oleh : Ratna Farida,S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Dalam dua tahun terakhir ini menjadi tahun yang tidak akan pernah dilupakan sepanjang sejarah dunia. Pandemi Covid-19 merupakan cobaan berat yang harus dihadapi seluruh dunia. Hal itu pastinya berdampak pada sektor pendidikan yang terkena imbasnya. Pembelajaran jarak jauh terpaksa dilakukan demi pemenuhan pelayanan serta memberikan pengalaman belajar baru dan bermakna bagi peserta didik. Dalam pembelajaran ini guru pun harus menyesuaikan diri untuk membuat perencanaan serta melakukan praktik pembelajaran jarak jauh yang menyenangkan, sehingga semua peserta didik mendapatkan pengetahuan, dan dapat mengumpulkan tugas sesuai jadwal yang telah disepakati.

Flipped classroom adalah sebuah strategi pembelajaran dalam blended learning yang membalikkan struktur belajar “kelas” dan metode pembelajaran. Biasanya proses pemberian materi dilakukan di sekolah dan pendalaman materi dapat dilakukan di luar sekolah melalui tugas, diskusi, dan lain sebagainya.

Dalam flipped classroom, berlaku sebaliknya pemberian materi/ lecturing diberikan di luar sekolah, dan kegiatan pendalaman materi atau konsep yang telah diberikan sebelumnya dilakukan di sekolah melalui diskusi, pemecahan masalah, pemikiran kritis, dan lain sabagainya. Setelah itu, siswa diberikan kesempatan untuk memperdalam lagi pengetahuannya di luar kelas melalui rangkaian asesmen dan evaluasi.

Baca juga:  Sel Rutan Rowobelang Digeledah

Flipped classroom memungkinkan siswa untuk mengakses berbagai materi pelajaran dengan lebih fleksibel. Strategi ini juga dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam belajar, sehingga menjadi lebih aktif. Bagi guru, flipped classroom memberi kesempatan guru untuk mendampingi siswa lebih baik lagi, dan juga memberikan pembelajaran berdiferensiasi bagi siswa dengan kebutuhan dan karakteristik yang berbeda.

Beberapa kelebihan dalam penggunaan model pembelajaran flipped classroom: pertama, peserta didik lebih aktif dan diberikan peran terhadap pola pembelajaran mereka. Kedua, sangat sesuai dengan gaya belajar peserta didik masa kini, di mana peserta didik sangat dekat dengan teknologi. Ketiga, membentu peserta didik yang mau berusaha untuk memahami materi belajar secara lebih leluasa di rumah. Keempat, meningkatkan interaksi antara peserta didik dengan guru.

Baca juga:  Office 365 Tingkatkan Partisipasi Siswa Belajar PPKn

Penerapan model pembelajaran flipped classroom saat peserta didik belajar dari rumah adalah sebagai berikut: pertama, sebelum pembelajaran. Mempelajari materi yang telah ditentukan oleh guru melalui WAGS/Sosmed/LMS dan peserta didik membuat catatan /pertanyaan untuk diskusi. Kedua, saat pembelajaran. Vicon sesuai jadwal (diskusi kelompok dan presentasi ). Ketiga, setelah pembelajaran. Mengerjakan tindak lanjut yang diberikan guru.

Langkah-langkah pendidik saat belajar dari rumah (BDR) dengan model pembelajaran flipped classroom terdiri atas awal, sebelum, saat, dan sesudah pembelajaran. Ulasannya sebagai berikut: Pada saat awal pembelajaran, pertama, menganalisis materi, indikator pencapaian kompetensi, dan kebutuhan media, serta karakteristik peserta didik. Kedua, mengidentifikasi konten/media pembelajaran yang tersedia di sumber belajar. Ketiga, mempersiapkan bahan belajar dan panduan pembelajaran yang akan menjadi rujukan bagi peserta didik dalam melaksanakan aktivitas.

Baca juga:  Meningkatkan Hasil Belajar IPA melalui Metode Eksperimen

Pada saat sebelum pembelajaran: pertama, memberikan bahan belajar dan petunjuk belajar yang harus dipelajari peserta didik melalui WAGS atau berbagi bahan belajar dengan temannya yang tidak mempunyai gawai. Kedua, memberikan daftar materi dan petunjuk belajar bagi peserta didik sesuia jadwal tatap muka dari sekolah secara bergiliran. Pada saat pembelajaran, pertama, memfasilitasi diskusi peserta didik terkait materi (daring / PTM terbatas). Kedua, memberikan arahan pada peserta didik yang sedang presentasi. Ketiga, memberikan umpan balik. Keempat, memberikan evaluasi dan kesimpulan terkait materi yang didiskusikan. Setelah pembelajaran peserta didik diberikan tugas untuk mengerjakan tugas praktik /proyek. (bat1/aro)

Guru SMP Negeri 2 Blado, Batang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya