alexametrics

Teknik “Simpan Pinjam” Permudah Belajar Menulis Puisi

Oleh : Lina Andriyani, S.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Keterampilan menulis bukanlah sebuah keterampilan yang merupakan bakat yang dibawa sejak lahir tetapi keterampilan yang muncul karena adanya pembelajaran dan latihan yang kesinambungan. Oleh karena itu keterampilan menulis memerlukan latihan terus menerus yang terbimbing dan ditumbuhkembangkan dalam pembelajaran. Menulis dapat mempermudah peserta didik menuangkan ide, gagasan , angan-angan, serta dapat pula memecahkan sebuah permasalahan. Melatih peserta didik dalam kegiatan menulis sangatlah penting, terutama menulis puisi.

Pembelajaran menulis puisi, sebagai bagian pembelajaran sastra mengalami berbagai permasalahan. Permasalahan pertama berasal dari peserta didik. Peserta didik merasa kesulitan dalam menuangkan gagasan atau ide-ide ke dalam larik-larik puisi. Hal itu disebabkan kurangnya perbendaharaan kata yang dimiliki, kurang keterampilan memilih kata-kata dengan tepat, serta kurang dapat memahami bagaimana cara merangkai kata-kata ke dalam puisi. Permasalahan yang kedua guru belum menemukan teknik atau metode yang menarik dan variatif sehinggga pembelajaran menjadi membosankan bagi peserta didik. Pembelajaran masih konvensional dengan teknik atau metode yang belum dapat menumbuhkan kebiasaan berpikir produktif.

Baca juga:  Kalimat Ajaib untuk Menghafal Rumus Trigonometri

Menulis merupakan suatu proses kreatif yang banyak melibatkan cara berpikir (Dalman:2014:55). Merujuk pengertian tersebut menulis puisi adalah kegiatan kreatif untuk mengekspresikan perasaan dan angan-angan dalam bentuk tulisan yang padat dengan kata-kata dan simbol-simbol bahasa. Puisi yang kita tulis tidak harus indah dan benar menurut orang lain tetapi hanya bermakna untuk diri sendiri. Menulis puisi terutama puisi bebas sebenarnya hal yang mudah karena kita tidak terikat oleh aturan-aturan yang mengikat. Namun bagi sebagian peserta didik, khususnya di MTs Negeri 2 Kendal, menulis puisi merupakan hal yang tidak menyenangkan karena dianggap sulit.

Kesulitan ini dikarenakan peserta didik belum mengetahui cara atau teknik yang mudah dalam menulis puisi. Untuk mengatasi permasalahan ini guru sebagai pembimbing peserta didik dalam menulis puisi perlu mencari teknik atau metode yang tepat dan menyenangkan bagi peserta didik.

Baca juga:  Belajar Prosedur Darurat dengan Metode Role Playing

Teknik “Simpan Pinjam” dapat dijadikan alternatif untuk mengajak peserta didik lebih semangat dalam belajar menulis puisi. Guru sebagai pembimbing dalam menulis puisi terlebih dahulu menentukan tema puisi, menyiapkan kartu, dan toples. Proses pembelajaran dimulai dengan guru menyampaikan materi tentang puisi terutama unsur-unsur pembangun puisi dan menentukan tema puisi. Peserta didik berusaha untuk memahami tema puisi kemudian mengambil beberapa kartu yang yang telah disiapkan guru.

Kartu-kartu yang telah diambil kemudian ditulis kata-kata yang sesuai dengan tema. Peserta didik menyimpan kartu yang sudah berisi kata-kata sesuai dengan ketentuan di dalam toples. Kartu kata tersebut kemudian akan digunakan peserta didik sebagai bekal dalam menulis puisi. Masing-masing peserta didik meminjam kartu sesuai kebutuhan. Berbekal kata-kata yang dipinjam, mereka mulai menulis baris-baris puisi.

Baca juga:  Puisi Transformasi di Masa Pandemi

Teknik “Simpan Pinjam” membuat peserta didik lebih bersemangat dalam belajar. Mereka sangat antusias untuk memulai menulis puisi karena sudah memiliki bekal kata-kata dari kartu kata. Wajah mereka tampak ceria karena tugas menulis puisi dapat dilaksanakan dengan mudah.Tugas guru dalam kelas tidak berat lagi, hanya memantau kegiatan mereka sambil sesekali bercanda dengan peserta didik. Di akhir pembelajaran peserta didik mempresentasikan puisi ciptaannya. Guru mengapresiasi karya peserta didik. (igi1/ton)

Guru MTs Negeri 2 Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya