alexametrics

Penyampaian Materi Narrative Text melalui Metode Pembelajaran Jigsaw

Oleh : Wahonodi Utomo S.S

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, BELAJAR narrative text memang dirasa sulit bagi siswa SMP, khususnya di masa pandemi Covid-19 dimana kebanyakan peserta didik hanya belajar secara online tanpa mendapat bimbingan langsung dari guru. Demikian juga peserta didik di SMPN 5 Ambarawa, meskipun pembelajaran sudah dilakukan secara tatap muka tapi terbatas waktunya yang hanya dapat belajar 30 menit setiap jam pelajarannya. Mereka mengalami kesulitan menerjemahkan dari kalimat per kalimat. Maka penulis menggunakan teknik puzzle melalui metode pembelajaran jigsaw agar peserta didik dapat termotivasi untuk lebih semangat mempelajari materi narrative text.

Narrative text adalah suatu jenis teks yang biasanya berupa cerita khayalan, kisah nyata yang direkayasa atau dongeng. Narrative text menceritakan suatu cerita yang memiliki rangkaian peristiwa kronologis yang saling terhubung. Tujuan untuk menghibur pembacanya. Narrative text bisa berupa dongeng, fabel, legenda, ataupun mitos.

Sayangnya minat baca peserta didik zaman sekarang semakin berkurang. Peserta didik saat ini dimanjakan kemajuan teknologi lebih sering mencari jalan pintas melalui gadget, dimana secara online mereka dengan mudah googling untuk mencari sendiri materi-materi yang sudah diajarkan di sekolah. Meski terkadang banyak materi yang kurang mereka pahami tanpa penjelasan dari guru.

Baca juga:  Google Meet Obati Rindu Sekaligus Tingkatkan Kemampuan Berbicara Bahasa Inggris

Untuk menyikapi hal ini, penulis mencoba menerapkan pembelajaran narrative text dengan model pembelajaran jigsaw dengan permainan puzzle yaitu metode pembelajaran yang menyusun potongan-potongan gambar atau teks yang telah disesuaikan dengan mal sehingga membentuk sebuah gambar atau teks yang benar serta menjawab pertanyaan yang sesuai dengan kode puzzle yang telah disusun.

Sesuai perkembangan zaman, kini tujuan pembelajaran tidak sekedar menyenangkan hati, namun termasuk untuk meningkatkan prestasi dapat ditempuh dengan menggunakan permainan. Untuk meningkatkan prestasi belajar peserta didik dalam materi narrative text, penulis menggunakan metode permainan jigsaw sehingga peserta didik merasa senang karena memiliki pengalaman baru.

Banyak manfaat yang diperoleh dari permainan antara lain, 1) mendapat kesempatan untuk mengembangkan diri baik secara fisik, mental maupun sosial. 2) Melepaskan diri dari ketegangan/kejenuhan dan menyegarkan pikiran. 3) Mengembangkan daya imajinasi dan kreativitas. 4) Berpetualangan dan menemukan hal-hal baru dalam kehidupannya. 5) Belajar bekerjasama, mengerti dan mentaati peraturan, saling berbagi, dan menolong diri sendiri dan orang lain. 6) Melatih konsentrasi/pemusatan perhatian pada tugas tertentu.

Baca juga:  Membentuk Karakter Peduli Lingkungan di Taman Kanak-Kanak

Metode pembelajaran jigsaw dengan puzzle ini dapat melatih peserta didik agar lebih kreatif dan bersemangat. Cara ini efektif agar pembelajaran tidak membosankan dan peserta didik akan selalu mengingat cerita apa yang dia tampilkan dan lihat dari teman temannya.

Cara yang penulis gunakan adalah, 1) siswa dibagi atas beberapa kelompok (tiap kelompok anggotanya 5-6 orang) dan memberi penjelasan, lalu mengundi beberapa judul dongeng dan membagikan teksnya sesuai undian. Setiap kelompok harus bisa mendemostrasikan atau presentasi di depan kelas. 2) Materi pelajaran diberikan kepada siswa dalam bentuk teks yang telah dibagi menjadi beberapa paragraf secara acak yang dibagikan kepada setiap kelompok dan semua anggota kelompok bertanggung jawab untuk mempelajarinya, dan pada akhirnya setiap kelompok harus menyusun setiap paragraph acak yang mereka terima menjadi susunan paragraf yang benar, berdasarkan strukturnya. 3) Pada akhir pertemuan masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka dan menjawab pertanyaan dari kelompok lain. 4) Di akhir pertemuan masing-masing siswa dikenai tagihan berupa kuis individu.

Baca juga:  Tingkatkan Aktivitas Belajar IPA dengan SAVI

Dengan cara itu peserta didik akhirnya merasa tertarik untuk mencoba menampilkan presentasi secara maksimal. Setelah beberapa kelompok mencoba, siswa semakin memahami, dengan begitu maka minat belajar siswa semakin meningkat dan hasil prestasi juga mengalami peningkatan. (wa1/ida)

Guru Bahasa Inggris SMPN 5 Ambarawa

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya