alexametrics

Optimalkan Hasil Belajar Bahasa Indonesia dengan PBL

Oleh : Suharti S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, MATA pelajaran Bahasa Indonesia merupakan salah satu mata pelajaran pokok yang diajarkan di jenjang sekolah dasar. Mata pelajaran ini juga merupakan mata pelajaran yang diujikan dalam ujian sekolah. Melalui mata pelajaran ini, siswa diharapkan dapat agar siswa memiliki kemampuan berbahasa Indonesia yang baik dan benar serta dapat menghayati bahasa dan sastra Indonesia sesuai dengan situasi dan tujuan berbahasa serta tingkat pengalaman siswa sekolah dasar. Dalam praktik pembelajaran bahasa Indonesia yang penulis lakukan selama ini, penulis menggunakan buku siswa dan buku guru. Penulis meyakini bahwa buku tersebut sudah sesuai dan baik digunakan di kelas karena diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Ternyata dalam praktiknya, penulis mengalami beberapa kesulitan seperti materi dan tugas tidak sesuai dengan latar belakang peserta didik. Selain itu, penulis masih berfokus pada penguasaan pengetahuan kognitif yang lebih mementingkan hafalan materi. Berdasarkan keadaan di lapangan di atas maka penulis melakukan wawancara dengan beberapa siswa kelas III SD Negeri 01 Bligorejo, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan diperoleh hasil yaitu siswa malas mengikuti pembelajaran yang banyak dilakukan guru dengan cara ceramah dan metode yang selalu dilakukan guru adalah penugasan.

Baca juga:  Project Based Learning Mudahkan Siswa Pahami Permasalahan Sosial

Salah satu model pembelajaran yang penulis gunakan untuk mengatasi permasalahan di atas adalah model pembelajaran berbasis masalah problem based learning (PBL). Hosnan (2014: 295) menyatakan PBL merupakan suatu model pembelajaran yang menggunakan pendekatan pembelajaran pada suatu masalah autentik, sehingga dengan hal itu siswa dapat merangkai pengetahuannya sendiri, mengembangkan keterampilan yang lebih tinggi, membuat siswa lebih mandiri dan meningkatkan kepercayaan diri sendiri.

Adapun sintak model pembelajaran PBL yang penulis terapkan pada pembelajaran di kelas III SD Negeri 01 Bligorejo, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, mata pelajaran bahasa Indonesia KD 3.2 menggali informasi tentang cara-cara perawatan tumbuhan dan hewan melalui wawancara dan/atau eksplorasi lingkungan, adalah sebagai berikut. Pertama, orientasi peserta didik pada masalah, pada tahap ini guru menyampaikan masalah yang kontekstual untuk dikerjakan secara kelompok, sedangkan peserta didik memahami masalah yang disampaikan. Kedua, mengorganisasikan peserta didik untuk belajar, pada tahap ini guru memastikan setiap anggota kelompok memahami tugas masing-masing, sedangkan peserta didik berdiskusi membagi tugas untuk menyelesaikan masalah.

Baca juga:  Belajar Menganalisa Penerapan Nilai-Nilai Pancasila Asyik dengan Role Playing

Ketiga, membimbing penyelidikan individual maupun kelompok, aktivitas yang dilakukan guru memantau keterlibatan peserta didik sedangkan peserta didik melakukan penyelidikan. Keempat, mengembangkan dan menyajikan hasil karya, pada tahap ini guru memantau diskusi dan membimbing pembuatan laporan sedangkan peserta didik diskusi dan presentasi, dan terakhir kelima, menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah, aktivitas yang dilakukan guru membimbing presentasi serta menyimpulkan materi sedangkan peserta didik melakukan presentasi dan memberikan apresiasi kepada kelompok lain yang presentasi serta membuat kesimpulan.

Akhirnya penulis menyimpulkan bahwa setelah melaksanakan pembelajaran tematik dengan model pembelajaran PBL, penulis menemukan bahwa proses dan hasil belajar siswa meningkat. Peserta didik menjadi lebih aktif merespon pertanyaan dari guru, termasuk mengajukan pertanyaan pada guru maupun temannya karena aktifitas pembelajaran yang dirancang sesuai sintak PBL mengharuskan siswa aktif selama proses pembelajaran. (wa1/ida)

Baca juga:  Pengaliran Karakter pada AUD dengan Metode Cinta

Guru SD Negeri 01 Bligorejo, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya