alexametrics

Mind-Mapping Mudahkan Siswa Mengidentifikasi Energi dan Perubahannya

Oleh: Kusrianah, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PEMBELAJARAN kontekstual diharapkan mampu memberikan pengalaman belajar bagi siswa karena materi pembelajarannya ada di sekitar siswa. Pada materi energi, perubahan energi, dan sumber energi alternatif untuk pelajaran IPA, siswa diharapkan mampu mengidentifikasi bentuk-bentuk energi yang terdapat di sekitar siswa, baik di sekitar rumah maupun sekitar sekolah. Namun, pada kenyataannya masih banyak siswa yang belum mampu mengidentifikasi energi, perubahan energi, dan sumber energi alternatif yang ada di sekitarnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, guru menggunakan peta pikiran (mind-mapping) yang dikonsepkan oleh Tony Buzan (2006) dalam bukunya. Menurut Tony Buzan, peta pikiran (mind-mapping) merupakan cara kreatif untuk mencatat hal-hal penting. Cara kreatif yang dimaksudkan menggunakan citra visual dan prasarana grafis. Bahan-bahan yang diperlukan untuk mencatat dengan cara mind-mapping tersebut bisa siswa dapatkan di sekitar tempat tinggalnya.

Baca juga:  Menyanyi Memudahkan Belajar Matematika Materi Bangun Ruang

Hal pertama dan utama yang dilakukan oleh guru adalah menyiapkan skenario pembelajaran yang memasukkan model mind-mapping di dalamnya. Dalam skenario pembelajaran tersebut tidak lupa guru menyampaikan manfaat yang dapat siswa peroleh ketika mempelajari energi dan perubahannya dengan menggunakan model peta pikiran (mind-mapping). Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat peta pikiran pun dituliskan seperti kertas HVS warna atau kertas buffalo, pensil warna/spidol warna/bolpoin berwarna, dan gambar-gambar yang mendukung materi energi dan perubahannya, serta lem.

Langkah selanjutnya adalah membuat kerangka peta pikiran dengan menempelkan gambar yang sesuai dengan energi yang ada di sekitar siswa. Dengan bantuan guru, siswa menata sumber-sumber energi yang terdapat di sekitar lingkungannya. Cara mengidentifikasi seperti ini memudahkan siswa untuk memperkuat ingatannya. Bagi anak usia sekolah dasar, memberikan hal-hal konkrit yang diambil dari lingkungan sekitarnya tersebut diharapkan mampu mendukung pengalaman belajarnya. Untuk itulah, gambar-gambar yang ditempelkan adalah gambar-gambar yang mudah mereka dapatkan. Setelah guru membimbing siswa untuk menyiapkan kerangka peta pikiran di atas kertas, siswa diminta untuk melengkapinya dengan sumber-sumber atau bentuk-bentuk energi yang ada di sekitar rumahnya.

Baca juga:  Cegah Korona, Warga Krengseng Swadaya Semprot Disinfektan

Pada hari berikutnya, siswa sudah mengumpulkan tugas yang diberikan lengkap dengan berbagai macam isian sumber-sumber atau bentuk-bentuk energi yang sudah mereka identifikasi dari rumah. Berdasarkan hasil identifikasi yang bisa dilakukan dengan cara mengobservasi bentuk-bentuk energi dari rumah, siswa diminta untuk menyebutkan satu per satu bentuk-bentuk energi dan perubahannya melalui wawancara antara guru dan siswa. Dari hasil observasi guru ketika mewawancarai siswa, siswa dengan lancar menyebutkan sumber-sumber atau bentuk-bentuk energi yang sudah mereka tuliskan. Langkah terakhir adalah menyajikan laporan hasil observasi berbagai macam sumber atau bentuk energi dan perubahannya secara lisan.

Dari hasil pengamatan guru, siswa yang dengan tekun dan antusias dalam menyelesaikan tugas dan dibantu sepenuhnya oleh orang tua di rumah, terlihat lebih percaya diri dan dapat menyajikan hasil pengidentifikasian sumber-sumber atau bentuk-bentuk energi dan perubahannya dengan mudah. Mereka dengan lancar dan mudah menyebutkannya satu per satu bahkan tanpa ada jeda atau hambatan yang berarti. Ketika guru menanyakan atau mengecek ulang mengapa mereka bisa selancar dan semudah itu dalam menyajikan laporan observasi.

Baca juga:  Mudahnya Membuat Komik Menggunakan Canva

Mereka menyatakan bahwa dengan menggunakan peta pikiran (mind-mapping) mereka lebih mudah mengingat hal-hal penting terkait sumber-sumber energi dan perubahannya karena banyak gambar dan tulisan unik yang mereka gunakan. Seperti yang diterapkan di SDN Semobojo, Batang. (wa1/zal)

Guru SDN Semobojo, Batang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya