alexametrics

Meningkatkan Pemahaman Tokoh dan Negara Pendiri ASEAN dengan Akronim

Oleh : Siti Mutmainah, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Dalam kurikulum 2013 ditegaskan bahwa IPS merupakan mata pelajaran yang mengkaji tentang isu – isu sosial dengan unsur kajiannya dalam konteks peristiwa, fakta, konsep, dan generalisasi. Tema yang dikaji dalam IPS adalah fenomena – fenomena yang terjadi di masyarakat baik masa lalu, masa sekarang , dan kecenderungannya di masa masa mendatang. Melalui pembelajaran IPS diharapkan peserta didik (kelak) menjadi warga Negara Indonesia yang demokratis , bertanggungjawab, serta warga dunia yang baik (good citizen) dan cinta damai.

IPS merupakan mata pelajaran yang penting untuk disampaikan kepada siswa Sekolah Dasar (SD) dalam rangka menyiapkan manusia muda menjadi masyarakat dan warga negara Indonesia yang baik. Hal ini sesuai dengan siswa SD yang masih membutuhkan dasar dasar ilmu untuk bekal keberlangsungan hidupnya di masa mendatang. Mereka akan menghadapi tantangan berat seiring berkembangnya kehidupan masyarakat global yang selalu berubah.

Baca juga:  Media Audio Visual Bikin Siswa Aktif Belajar Puisi

Menurut Sapriya (2009: 194), mata pelajaran IPS dirancang untuk mengembangkan pengetahuan, pemahaman, kemampuan analisi terhadap kondisi sosial masyarakat dalam memasuki kehidupan masyarakat yang dinamis. Dengan demikian proses belajar mengajar dari berbagai aspek yang menyertai pembelajaran IPS di SD dituntut untuk dapat memberikan pemahaman yang bermakna bagi siswa. Pembelajaran IPS yang bermakna bagi siswa adalah pembelajaran yang dapat memberikan pemahaman dan kesan yang membekas maupun berkesan bagi siswa. Guru sebagai pendidik harus bisa menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan dan inovatif sesuai dengan kebutuhan siswa sehingga dapat menarik perhatian siswa untuk belajar.

Kegiatan pembelajaran IPS tentang ASEAN khususnya mengenai tokoh dan negara pendiri ASEAN masih belum maksimal. Siswa terfokus pada guru serta buku pembelajaran pada saat guru menyampaikan materi. Siswa masih belum bisa memahami dan menguasai materi sehingga siswa menjadi bosan dalam mengikuti proses pembelajaran. Akibatnya hasil nilai pada penilaian harian masih banyak yang belum tuntas. Untuk mengatasi masalah tersebut, guru memilih metode pembelajaran yang menarik. Penyajian metode yang menarik diharapkan akan meningkatkan minat siswa dan hasil belajar siswa. Salah satu metode yang guru gunakan adalah menggunakan akronim untuk menghapal dengan cepat tokoh pendiri ASEAN dan negara pendirinya. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia(KBBI), akronim merupakan kependekan yang berupa gabungan huruf atau suku kata atau unsur lainnya yang ditulis serta dilafalkan seperti kata wajar lainnya.

Baca juga:  Surat Kabar Online Tingkatkan Kompetensi Reading Siswa

Persiapan awal yang harus dilakukan dalam metode pembelajaran ini , guru harus memberikan penjelasan mengenai materi tentang tokoh pendiri ASEAN dan asal negaranya. Selanjutnya guru menyampaikan akronim yang sudah dibuat untuk mempermudah siswa menghafal tokoh dan negara pendiri ASEAN. Akronim yang sudah ditentukan adalah IdamMayTunSi RajaFinarThaman. Yang kepanjangannya Indonesia-Adam Malik, Malaysia-Tun Abdul Razak, Singapura- S. Rajaratnam, Filipina-Narciso Ramos,Thailand- Thanat Khoman. Siswa diharuskan untuk menghafal dengan kemampuan masing-masing.

Metode ini merupakan strategi pembelajaran yang menuntut siswa untuk bertanggung jawab atas apa yang sudah disampaikan oleh guru yaitu menghafal dengan cepat dan menyenangkan. Kegiatan belajar ini memacu belajar aktif dan membuat siswa lebih bersemangat dan antusias dalam belajar lebih fokus dan konsentrasi, mudah untuk memahami dan mengingat suatu materi pelajaran sehingga diharapkan dapat meningkatkan prestasi belajarnya. Setelah selesai mengadakan kegiatan belajar , guru mencoba mengevaluasi dengan memberikan pertanyaan yang sesuai dengan materi.

Baca juga:  Metode Ciptakan Budaya Sekolah yang Kondusif

Pembelajaran dengan metode ini,terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VI SDN Brokoh. Hal ini disebabkan adanya kegiatan materi tentang ASEAN yang bisa dikemas dengan lebih sederhana. Siswa menjadi lebih aktif , lebih giat dan semakin termotivasi. (wa1/ton)

Guru Kelas VI SD Negeri Brokoh

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya