alexametrics

Meningkatkan Keaktifan dan Kemampuan Pemahaman IPS dengan TGT

Oleh : Yunita Setyowati, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Guru IPS dituntut bisa menciptakan metode pembelajaran yang cocok dan menarik. Mengingat materi pembelajaran IPS di tingkat sekolah dasar sangat kompleks. Satu sisi, siswa kurang berpartisipasi dan kurang interaktif saat pembelajaran jika hanya menggunakan metode konvensional. Akhirnya, memunculkan masalah baru, siswa jenuh dan bosan dalam mengikuti pelajaran IPS. Karakteristik siswa sekolah dasar senang bermain.

Hasil belajar siswa di SDN 2 Purwosari nilai IPS juga masih banyak belum memenuhi ketuntasan KKM. Kurang dari 70. Maka guru diharuskan untuk memilih metode pembelajaran cocok untuk karakteristik anak. Ketika metode pembelajaran yang dipilih sudah tepat maka akan tercipta suatu pembelajaran menyenangkan, menarik, nyaman, serta atraktif yang bisa memotivasi anak untuk terus belajar.

Penulis menggunakan metode pembelajaran kooperatif dengan model Teams Games Tournament (TGT). TGT merupakan salah satu tipe atau model pembelajaran kooperatif yang mudah diterapkan, melibatkan aktivitas siswa tanpa harus ada perbedaan status, melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya dan mengandung unsur permainan dan reinforcement (Kiranawati, 2007). Pembelajaran kooperatif dengan TGP merupakan turnamen akademik yang menggunakan kuis-kuis dan sistem pemberian skor.

Baca juga:  Penguatan Pendidikan Karakter melalui Discovery Learning

Salah satu kewajiban siswa adalah ikut berpartisipasi dalam setiap proses pembelajaran di kelas. Karena kemampuan siswa dalam berpartisipasi dalam setiap pembelajaran mempengaruhi keberhasilan pembelajaran di kelas (Sardiman, 2006:33). Sekaligus menciptakan suasana belajar lebih hidup dengan aktivitas siswa (Ahmadi dkk, 2009:20). Termasuk dalam pelajaran ilmu pengetahuan sosial di kelas VI SD N 2 Purwosari. Hal ini agar konsep materi pembelajaran bisa lebih dipahami, mudah dicerna dan melekat pada pikiran siswa SD kelas VI, khususnya materi tentang ASEAN.

Metode TGT mempunyai kelebihan antara lain proses belajar mengajar berlangsung dengan keaktifan siswa, menciptakan motivasi belajar tinggi, memperoleh hasil belajar lebih baik, serta dengan waktu singkat siswa dapat mempelajari materi lebih mendalam.

Baca juga:  Implementasi Google Docs Tingkatkan Kolaborasi Peserta Didik

Untuk menerapkan TGT siswa dikelompokkan dengan masing-masing 4 – 5 siswa, setelah selesai pembelajaran, guru mengadakan game atau permainan dengan sistem turnamen. Dengan menyajikan berbagai pertanyaan sederhana yang bernomor. Selanjutnya setiap perwakilan tim mengambil kartu bernomor dan menjawab pertanyaan di dalam kartu bernomor.

Tim yang benar menjawab akan mendapatkan nilai. Selanjutnya tim yang sudah selesai menjawab maka ketua tim akan mempresentasikan tentang menyelesaikan soal – soal dalam game. Terakhir bila tim mendapatkan skor tertinggi dan sesuai dengan kriteria maka akan mendapatkan reward.

Pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan metode TGT di SDN 2 Purwosari pada siswa kelas VI tahun pelajaran 2021 / 2022 dengan materi tentang ASEAN terbukti dapat meningkatkan keaktifan dan kemampuan pemahaman siswa dalam pembelajaran IPS. Siswa antusias mengikuti pembelajaran dan menjawab berbagai pertanyaan dari guru dengan benar.

Baca juga:  Segitiga Produksi Tingkatkan Kualitas KBM Mapel Produktif ATR

Hasil belajar IPS kelas VI dari 24 siswa menunjukkan 15 siswa (63 persen) mencapai nilai diatas 80 dengan kategori baik, 6 siswa (25 persen) memperoleh nilai 70 – 79 dengan kategori cukup, dan hanya 3 siswa (12 persen) mendapatkan nilai kurang dari 70. Hal ini menunjukan penggunaan metode TGT dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VI dalam pembelajaran IPS dengan materi ASEAN. (kd/fth)

Guru IPS SDN 2 Purwosari

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya