alexametrics

Konsep Edupreneurship di SDN Karanggeneng 01

Oleh: Siti Khotmah, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PENDIDIKAN berkewajiban mempersiapkan generasi baru yang sanggup menghadapi tantangan zaman yang modern. Masyarakat masa depan dengan ciri globalisasi, kemajuan iptek, dan kesempatan menerima arus informasi membuat masyarakat paham teknologi dan berfikir kritis. Tuntutan tersebut membuat perlu dilakukannya pembaharuan dalam pendidikan.

Namun pada kenyataannya pelaksanaan pendidikan di SD Negeri Karanggeneng 01 khususnya masih memandang bahwa pendidikan hanya sebagai transfer ilmu pengetahuan dari guru berupa teori, hafalan dan rumus yang diberikan ke peserta didik untuk menjawab soal-soal tes maupun ujian, tetapi sering kali peserta didik tidak mampu menerjemahkanya ke dalam masalah realitas yang ada di sekitarnya.

Menurut Abdul Kadir (2012: 4) mengatakan bahwa pendidikan sesungguhnya dijalankan untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia yang minimal sanggup menghadapi persoalan lokal yang dihadapinya. Sehingga output pendidikan yang dihasilkan mampu menyelesaikan masalah di lingkungan sekitarnya dengan bekal yang diperoleh peserta didik di bangku sekolah.

Baca juga:  Model Outdoor Study Mudahkan Siswa Pahami Perkembangbiakan Tumbuhan

Berbagai alternatif solusi diberikan oleh pemerintah dalam mewujudkan pendidikan Indonesia yang lebih baik. Beberapa alternatif solusinya adalah pemerataan pendidikan di semua daerah Indonesia, peningkatan kualitas tenaga pendidik, menambah kelengkapan fasilitas belajar, program dana BOS, memperbanyak buku bacaan, mempermudah mendapat beasiswa sekolah, mempelopori riset dan penemuan baru, penciptaan kurikulum pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan tenaga kerja, dan sebagainya.

Selain itu, menurut Nurseto (2010: 9) mengatakan pendidikan dituntut untuk menyemarakkan program pendidikan yang berjiwa entrepreneur. Pendidikan entrepreneuship harus dimasukkan dalam pendidikan anak dimana para orang tua harus mampu mempersiapkan mental, ilmu, dan keterampilan yang memadai pada usia-usia tertentu anaknya.

Di Sekolah Dasar Negeri Karanggeneng 01 pendidikan entrepreneurship belum diterapkan secara maksimal karena terbatasnya pengetahuan pendidik terkait konsep entrepreneurship. Selain itu, keterbatasan sarana dan prasarana sekolah yang belum memadai terselenggaranya pendidikan entrepreneurship itu sendiri. Namun agar kegiatan Edupreneurship Di SDN Karanggeneng 01 dapat tercapai, ada beberapa konsep atau hal – hal yang perlu dipersiapkan oleh warga sekolah, antara lain:

Baca juga:  Menyenangkan Belajar Bahasa Inggris melalui Pembelajaran Daring

Merencanakan program edupreneurship melalui rapat pembahasan program di awal tahun ajaran baru. Pembahasan program dilakukan bersama Kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan, komite sekolah, dan wali murid. Steakholder yang terlibat dalam rapat pembahasan program pendidikan entrepreneurship melakukan evaluasi terhadap kebijakan yang telah dibuat. Setelah evaluasi dan ditarik kebijakan, program eduprenenurship dimasukan dalam draff kurikulum. Guru membuat dan menjabarkan program eduprenenurship ke dalam RPP agar program eduprenenurship dapat berjalan dengan baik. Pelaksanaan program edupreneurship dilaksanakan melalui integrasi edupreneurship melalui mata pelajaran, pengembangan diri, ekstrakurikuler dan kultur sekolah.

Seperti, Integrasi pendidikan entrepreneurship melalui pengembangan diri diantaranya melalui bercocok taman dan budidaya ikan. Integrasi pendidikan entrepreneurship (edupreneurship) melalui mata pelajaran dilakukan melalui guru mengindentifikasi materi pelajaran kemudian memilih nilai entrepreneurship yang akan dikembangkan dalam materi pelajaran. Integrasi pendidikan entrepreneurship melalui kegiatan ekstrakurikuler.

Baca juga:  Waduh, 3.000 Lampu Jalan di Batang Rusak

Kegiatan ekstrakurikuler merupakan kegiatan di luar mata pelajaran yang bertujuan untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, dan minat yang dibutuhkan. Misalnya kegiatan ekstrakurikuler tari maupun memasak. Dalam hal ini, sekolah dapat bekerja sama dengan wali murid untuk dapat dijadikan sebagai narasumber. (wa1/zal)

Guru SDN Karanggeneng 01, Batang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya