alexametrics

Belajar Materi Bangun Ruang dengan Model Problem Posing

Oleh : Safrudin S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, UNTUK menciptakan manusia yang berkualitas tentu tidak terlepas dari dunia pendidikan. Karena pendidikan merupakan salah satu wadah untuk melahirkan generasi yang berkualitas dan mandiri. Oleh karena itu, pendidikan dituntut memiliki kualitas yang baik.

Namun permasalahan pembelajaran matematika di SD Negeri Wanar 01, Kecamatan Tersono, Kabupaten Batang, di kelas 5 materi bangun ruang siswa kurang bersemangat dan kesulitan dalam memahami materi yang diajarkan. Hal ini mungkin disebabkan oleh pendekatan, strategi, model atau metode yang diterapkan kurang tepat, juga kemampuan guru serta sarana pembelajaran yang meliputi media, alat peraga, buku pegangan masih kurang tepat.

Oleh karena itu penggunaan metode pembelajaran dirasa sangat penting untuk membantu siswa dalam memahami konsep-konsep matematika. Dengan melihat topik dan bahasan yang diajarkan model problem posing menjadi salah satu solusinya. Penggunaan model problem posing dapat meningkatkan minat siswa dalam proses belajar mengajar. Dengan metode problem posing aktifitas belajar mengajar tidak hanya didominasi oleh guru, siswa akan terlibat secara fisik, emosional dan intelektual yang pada gilirannya konsep yang diajarkan guru dapat dipahami oleh siswa.

Baca juga:  Tingkatkan Pemahaman Praktik Salat melalui Video Interaktif

As’ari (2000:5), mengartikan model pembelajaran Problem posing dengan pembentukan soal atau merumuskan soal atau menyusun soal. Selanjutnya menurut Amri (2013:13) menyatakan bahwa pada prinsipnya model pembelajaeran problem posing mewajibkan siswa untuk mengajukan soal sendiri melalui belajar soal dengan mandiri. Model pembelajaran problem posing ini mulai dikembangkan di tahun 1997 oleh Lyn D English, dan awal mulanya diterapkan dalam mata pelajaran matematika. Selanjutnya, model ini dikembangkan pula pada mata pelajaran yang lain.

Adapun langkah-langkah mengajar materi bangun ruang dengan model problem posing adalah, pertama, guru menjelaskan materi pelajaran kepada para siswa. Penggunaan alat peraga untuk memperjelas konsep sangat disarankan, karena alat peraga merupakan suatu benda asli atau benda tiruan yang digunakan dalam proses belajar mengajar yang menjadi dasar bagi tumbuhnya konsep berpikir abstrak bagi peserta didik.

Baca juga:  Pembelajaran Bahasa Indonesia dengan Metode Assisted Learning

Alat peraga untuk materi bangun ruang adalah model bangun ruang seperti kubus, balok, kerucut, tabung, bola, dsb. Kedua, guru memberikan latihan soal secukupnya. Ketiga, siswa diminta mengajukan 1 atau 2 buah soal yang menantang, dan siswa yang bersangkutan harus mampu menyelesaikannya. Bisa dengan saling tukar menukar soal dengan temannya. Tugas ini dapat pula dilakukan secara kelompok. Keempat, secara acak, guru menyuruh siswa untuk menyajikan soal temuannya di depan kelas. Dalam hal ini, guru dapat menentukan siswa secara selektif berdasarkan bobot soal yang diajukan oleh siswa. Kelima, guru memberikan tugas rumah secara individual.

Dengan model problem posing ternyata membuat siswa menjadi lebih aktif, minat siswa dalam belajar meningkat dan dapat meningkatkan pemahaman siswa karena siswa mampu berpikir mandiri dan pada akhirnya dapat meningkatkan prestasi siswa. (wa1/ida)

Baca juga:  Model Inquiry Learning, Optimalkan Hasil Belajar PJOK

Guru SDN Wanar 01, Kecamatan Tersono, Kabupaten Batang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya