alexametrics

Belajar Asyik Menjadi Relik Tingkatkan Kreativitas Peserta Didik

Oleh : Cristin Budiartini S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, MUSIM pandemi yang tak kunjung berakhir membuat peserta didik menjadi malas belajar, khususnya dalam membaca buku. Mereka lebih suka dengan gawai karena lebih menarik. Tidak hanya visual, gawai juga menyajikan audio. Untuk mengalihkan penggunaan gawai sebagai bahan pembelajaran, guru harus pandai–pandai mencari model pembelajaran yang menarik. Salah satunya model project based learning (PBJL) atau pembelajaran berbasis proyek yang merupakan salah satu student centred anjuran kurikulum 2013.

Menurut Saefudin (2014:58) berpendapat bahwa project based learning merupakan metode belajar yang menggunakan masalah sebagai langkah awal dalam mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru berdasarkan pengalamannya dalam beraktivitas secara nyata.

Proyek yang dapat digunakan guru kelas 6 SDN 2 Sukorejo dalam pembelajarannya yaitu dengan penugasan Relik (Reporter Cilik) pada Tema 8 Subtema 2 Mupel Bahasa Indonesia materi informasi nonfiksi (nyata). Dalam kegiatan proyek ini, ada langkah-langkah yang harus dilakukan, pertama, guru membagi 26 peserta didik menjadi 5 kelompok. Satu kelompok terdiri atas 5 atau 6 peserta didik. Peserta didik pada setiap kelompoknya mempunyai peran yang berbeda, ada yang menjadi reporter, cameramen, editor, pembuat laporan, dan lainnya.

Baca juga:  Membentuk Karakter Siswa melalui Keteladanan Guru

Kedua, guru memberikan penjelasan kepada peserta didik urutan dalam proses reporter di antaranya mencari bahan yang akan disampaikan, yaitu bisa berupa pelajaran yang sedang diajarkan maupun kejadian yang sedang terjadi dalam kehidupan nyata. Sebagai contoh, peserta didik kelas 6 SDN 2 Sukorejo mengambil topik tentang adanya virus Covid-19 varian baru omicron dan juga memberi edukasi dalam menjaga kesehatan dalam menghadapi virus varian baru tersebut. Setelah itu peserta didik mengemasnya dalam bentuk video. Dalam proses editing peserta didik dapat menggunakan aplikasi yang ada pada gawai mereka. Mereka dapat mengunduhnya melalui playstore. Peserta didik diberi waktu selama 2 minggu untuk menyelesaikan proyek tersebut.

Ketiga, setelah proses editing selesai peserta didik melaporkan hasil proyeknya kepada guru melalui WA dan juga laporan portofolio. Keempat, guru melakukan penilaian dalam mengukur ketercapaian standar, mengevaluasi kemajuan masing-masing kelompok, memberi umpan balik tentang tingkat pemahaman yang sudah dicapai peserta didik.

Baca juga:  Belajar Sistem Pernapasan Asyik dengan Metode Take and Give

Kegiatan ini membantu guru dalam menyusun strategi pembelajaran berikutnya. Kelima, pada akhir pembelajaran, guru dan peserta didik melakukan refleksi terhadap aktivitas dan hasil proyek yang sudah dijalankan. Proses refleksi dilakukan baik secara individu maupun kelompok.

“Saya sangat senang bu bermain peran dalam kegiatan reporter cilik ini. Saya harus menggambil video 24 kali agar hasilnya bagus. Karena setiap menggambil video, saya malah ketawa karena lucu. Kegiatan ini adalah pengalaman yang tak terlupakan,” kata Ajeng salah satu murid kelas 6 SDN 2 Sukorejo yang berperan sebagai cameramen.

Dari proses pembelajaran tersebut ternyata dengan berlatih menjadi reporter cilik banyak manfaat yang diperoleh peserta didik. Manfaat tersebut antara lain menumbuhkan kepercayaan diri peserta didik, melatih kemampuan komunikasi verbal peserta didik, melatih kemampuan tulisan peserta didik dalam menuliskan hasil reportasenya sekaligus melatih daya nalarnya dalam menuangkan isi wawancara (verbal) ke dalam bentuk tulisan, serta meningkatkan wawasan peserta didik.

Baca juga:  Big Book Sebagai Media Pembelajaran Dalam Kegiatan Literasi

Peserta didik juga akan terlatih dalam menggali sebuah wacana atau permasalahan, menjadi sumber motivasi bagi peserta didik lain untuk lebih bersungguh-sungguh berkarya dan mengupayakan prestasi. Selain itu kegiatan pembelajaran ini juga dapat meningkatkan kreativitas peserta didik dan mengalihkan pemanfaatan gawai ke arah pembelajaran yang positif tentunya. (kd/ida)

Guru SDN 2 Sukorejo

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya