alexametrics

Tingkatkan Minat Belajar Matematika Siswa melalui RME

Oleh: Alin Dwi Yudiani, S.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Matematika merupakan muatan pelajaran yang dianggap sulit dipelajari oleh sebagian siswa. Ini dikarenakan siswa sudah menilai terlebih dahulu bahwa matematika itu sulit dan rumit karena berhubungan dengan angka, rumus dan hitung-menghitung. Pemikiran siswa yang seperti ini sudah pasti akan memberikan rasa takut pada diri siswa sehingga siswa sering kali enggan untuk mencoba memahami muatan pelajaran matematika. Hal inilah yang terjadi pada siswa kelas VI B, SD Negeri Kupang 01 Kecamatan Ambarawa, khususnya pada materi operasi hitung pecahan.

Sebagai seorang guru, penulis perlu menanamkan cara berpikir yang berbeda pada siswa terhadap matematika agar minat untuk belajar matematika siswa dapat meningkat. Seorang guru harus mampu melakukan perubahan proses pembelajaran agar pelajaran matematika dapat disenangi dan mudah dipahami oleh para siswa. Penanaman sikap yang positif terhadap matematika harus dibentuk sejak awal karena merupakan faktor penting pada kesuksesan dalam belajar.

Baca juga:  Pemilihan Ketua Osis Ajarkan Siswa Demokrasi

Untuk mengatasi permasalahan dalam pembalajaran operasi hitung pecahan, diperlukan suasana pembelajaran yang memungkinkan siswa belajar dengan situasi dunia nyata. Artinya, pembelajaran operasi hitung pecahan memerlukan perhatian, kesungguhan, keseriusan, ketekunan, dan kemampuan profesional guru dalam melaksanakan proses pembelajaran. Salah satu pendekatan pembelajaran matematika yang berorientasi pada penciptaan proses pembelajaran dengan mengaitkan pada pengalaman kehidupan sehari-hari siswa adalah pendekatan Realistic Mathematics Education (RME).

Soedjadi, 2011:2 berpendapat bahwa RME pada dasarnya adalah pemanfaatan realitas dan lingkungan yang dipahami siswa untuk memperlancar proses pembelajaran matematika, sehingga dapat mencapai tujuan pendidikan matematika secara lebih baik daripada masa yang lalu. Dengan kata lain, pembelajaran matematika dengan RME menuntut siswa untuk aktif membangun sendiri pengetahuannya dengan menggunakan dunia nyata untuk pengembangan ide dan konsep matematika. Melalui RME yang pengajarannya berangkat dari persoalan dalam dunia nyata, diharapkan pelajaran tersebut menjadi bermakna bagi siswa. Dengan demikian siswa termotivasi untuk terlibat dalam pelajaran.

Baca juga:  Puztaka, Tingkatkan Minat Belajar Siswa tentang Peta Wilayah Kabupaten/Kota

Ada beberapa langkah yang harus dilakukan saat menerapkan pendekatan RME. Menurut Waraskamdi, 2008 bahwa langkah-langkah model pembelajaran matematika realistik di dalam proses pembeajaran matematika meliputi: pertama, memotivasi siswa (memfokuskan perhatian siswa). Kedua, mengomunikasikan tujuan pembelajaran. Ketiga, memulai pelajaran dengan mengajukan masalah (soal) yang “riil” bagi siswa sesuai dengan pengalaman dan tingkat pengetahuannya, sehingga siswa segera terlibat dalam pelajaran secara bermakna.

Keempat, permasalahan yang diberikan tentu harus diarahkan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai dalam pelajaran tersebut. Kelima, siswa mengembangkan atau menciptakan model-model simbolik secara informal terhadap persoalan/masalah yang diajukan. Keenam, pengajaran berlangsung secara interaktif, siswa menjelaskan dan memberikan alasan terhadap jawaban yang diberikannya, memahami jawaban temannya (siswa lain), setuju terhadap jawaban temannya, menyatakan ketidaksetujuan, mencari alternatif penyelesaian yang lain, dan melakukan refleksi terhadap setiap langkah yang ditempuh atau terhadap hasil pelajaran.

Baca juga:  Menerapkan Pembelajaran Sejarah dengan Flash Card

Pendekatan RME mampu membuat siswa kelas VI B menjadi lebih aktif. Minat belajar pada materi operasi hitung pecahan menjadi meningkat. Dalam pendekatan RME guru hanya berperan sebagai fasilisator, motivator, dan pengelola kelas yang dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Setiap siswa bebas mengemukakan dan mengkomunikasikan idenya dengan siswa lain.

RME sangat membantu siswa untuk berpikir dari hal yang konkrit ke hal yang abstrak. Hal ini membuat pemahaman dan penguasaan siswa terhadap suatu konsep matematika dapat ditingkatkan sehingga siswa mampu untuk menyelesaikan masalah-masalah yang berkaitan dengan soal operasi hitung pecahan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. (wa1/aro)

Guru SD Negeri Kupang 01, Kabupaten Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya